Cara Membuat Laporan PKL: Panduan Menulis Latar Belakang, Tujuan, dan Isi Laporan Langkah demi Langkah

Kalau kamu sedang mencari format laporan PKL yang sudah jadi lengkap dengan contoh siap adaptasi, kamu bisa langsung membuka contoh laporan PKL SMK lengkap dari Cover sampai Lampiran di sini. Tapi kalau yang kamu butuhkan adalah tuntunan menulis dari nol โ supaya kamu benar-benar paham apa yang harus ditulis di setiap bagian, bukan sekadar mengganti nama perusahaan dari contoh orang lain โ maka artikel ini tempatnya.
Di sini kamu akan dituntun langkah demi langkah, mulai dari bahan apa saja yang perlu disiapkan sebelum menulis, cara menyusun latar belakang PKL yang terasa personal (bukan template), cara merumuskan tujuan PKL yang spesifik dan bermakna, sampai pendekatan menulis untuk bab-bab setelahnya. Siapkan buku pedoman dari sekolahmu, jurnal harian selama PKL, dan mari kita mulai.
- Sebelum Mulai Menulis, Siapkan Bahan Ini Dulu
- Langkah 1 โ Menulis Latar Belakang PKL
- Langkah 2 โ Menulis Tujuan PKL (dan Tujuan Penulisan Laporan)
- Langkah 3 โ Menulis Manfaat PKL dalam Laporan
- Langkah 4 โ Menulis Waktu, Tempat, dan Sistematika Laporan
- Langkah 5 โ Menulis Bab II hingga Bab Penutup
- Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Saat Menulis Laporan PKL
- FAQ Seputar Cara Membuat Laporan PKL
- Penutup
Sebelum Mulai Menulis, Siapkan Bahan Ini Dulu
Kesalahan paling umum siswa saat menulis laporan PKL adalah langsung duduk di depan laptop dan mencoba mengarang dari ingatan. Hasilnya biasanya terasa datar, minim detail, dan gampang ditebak guru pembimbing sebagai “hasil kira-kira”. Supaya laporanmu lebih kaya dan akurat, kumpulkan dulu bahan-bahan berikut:
- Dokumentasi foto kegiatan โ selain untuk lampiran, foto juga membantu mengingatkanmu detail pekerjaan yang mungkin terlupa.
- Data perusahaan atau instansi tempat PKL, baik dari pembimbing DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) maupun hasil observasi langsung selama kamu di sana.
Setelah bahan-bahan ini di tangan, barulah kita masuk ke bagian yang paling sering bikin siswa mentok: menulis Bab I, dimulai dari latar belakang.
Langkah 1 โ Menulis Latar Belakang PKL
Latar belakang adalah bagian pertama yang dibaca guru pembimbing atau penguji, dan sering kali jadi penentu kesan pertama terhadap laporanmu. Sayangnya, ini juga bagian yang paling sering ditulis asal-asalan karena banyak siswa bingung harus mulai dari mana.
Pahami Dulu: Ada Dua “Latar Belakang” yang Sering Tertukar
Ini poin yang jarang dijelaskan dengan jelas di sumber lain, padahal penting: latar belakang dalam laporan PKL sebenarnya menjawab dua pertanyaan sekaligus.
- Latar belakang PKL secara umum โ kenapa program PKL itu penting bagi siswa SMK secara umum, sebagai penghubung antara dunia sekolah dan dunia kerja. Jika kamu ingin memahami dasar hukum dan tujuan resmi program ini lebih dalam, kamu bisa membaca pengertian dan dasar hukum PKL selengkapnya di sini โ di artikel ini cukup disinggung sebagai pembuka konteks saja.
- Latar belakang laporan โ kenapa laporan spesifik ini disusun, yang biasanya menyambung langsung ke pengalaman pribadimu selama PKL di tempat tertentu.
Kesalahan yang paling sering terjadi: siswa hanya menulis poin pertama dan berhenti di situ. Padahal justru poin kedua-lah yang membuat latar belakangmu terasa personal dan orisinal, bukan hasil contek dari kakak kelas atau internet.
Kerangka Menulis Latar Belakang, Langkah demi Langkah
Supaya lebih mudah dipraktikkan, ikuti urutan berikut saat menyusun paragraf latar belakang:
- Buka dengan konteks umum. Mulai dengan satu-dua kalimat ringkas tentang pentingnya PKL sebagai jembatan antara pembelajaran di sekolah dan kebutuhan dunia kerja. Tidak perlu menjelaskan dasar hukum secara panjang lebar di sini.
- Kaitkan dengan jurusan atau kompetensi keahlianmu. Jelaskan secara spesifik kenapa PKL relevan dengan bidang yang kamu pelajari โ misalnya soal kesenjangan antara teori di kelas dan praktik nyata di lapangan pada bidangmu.
- Sebutkan di mana PKL kamu laksanakan dan kenapa tempat itu relevan. Sebutkan nama tempat secara singkat dan alasan tempat tersebut cocok dengan kompetensi keahlianmu.
- Tutup dengan jembatan ke tujuan penulisan laporan. Kalimat penutup latar belakang idealnya sudah mengarah ke “oleh karena itu, disusunlah laporan ini dengan tujuan…” โ sehingga alurnya nyambung ke bagian tujuan tanpa terasa dipotong tiba-tiba.
Contoh Kalimat Pembuka Latar Belakang dari Beberapa Jurusan
Contoh berikut adalah ilustrasi kerangka, bukan template yang bisa langsung ditempel utuh. Gunakan sebagai gambaran alur berpikir, lalu sesuaikan dengan pengalamanmu sendiri.
Jurusan Tata Boga:
Jurusan Farmasi:
Jurusan Desain Grafis:
“Industri kreatif saat ini bergerak sangat cepat mengikuti tren visual dan kebutuhan klien yang beragam, sehingga siswa dituntut memiliki jam terbang nyata di luar tugas-tugas sekolah. Kesempatan PKL di studio desain ini memberi penulis pengalaman langsung dalam proses kerja dari brief klien hingga hasil akhir…”
Perhatikan bahwa ketiga contoh di atas tidak hanya bicara soal “pentingnya PKL secara umum”, tapi langsung dikaitkan dengan bidang keahlian dan pengalaman spesifik penulis di tempat PKL.
Tips dari kacamata guru pembimbing: Salah satu catatan revisi paling umum yang biasanya diberikan pembimbing adalah “latar belakangnya terlalu umum, coba dikaitkan dengan pengalamanmu sendiri di tempat PKL.” Jadi, jangan berhenti di kalimat-kalimat generik tentang pentingnya PKL saja โ pastikan ada bagian yang benar-benar menceritakan situasi spesifik di tempatmu.
Setelah latar belakang selesai dan alurnya sudah mengarah ke “tujuan laporan disusun”, langkah selanjutnya adalah merumuskan tujuan itu sendiri.
Langkah 2 โ Menulis Tujuan PKL (dan Tujuan Penulisan Laporan)
Sama seperti latar belakang, bagian tujuan juga sering rancu karena sebenarnya ada dua jenis tujuan yang perlu dibedakan dalam laporan.
Dua Jenis Tujuan yang Perlu Dibedakan
1. Tujuan pelaksanaan PKL itu sendiri. Ini sifatnya lebih umum dan biasanya cukup merujuk pada tujuan resmi program PKL. Berdasarkan Permendikbud No. 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik, tujuan resmi PKL antara lain menumbuhkembangkan karakter dan budaya kerja profesional pada peserta didik, meningkatkan kompetensi peserta didik sesuai kebutuhan dunia kerja, serta menyiapkan kemandirian peserta didik untuk bekerja maupun berwirausaha. Kamu tidak perlu menjelaskan ulang seluruh isi peraturan ini di laporanmu โ cukup satu-dua kalimat rujukan, dan kalau ingin memahami lebih dalam soal dasar hukum dan tujuan resminya, baca selengkapnya di sini.
2. Tujuan penulisan laporan. Ini bagian yang lebih spesifik dan sering luput ditulis dengan jelas oleh siswa. Tujuan penulisan laporan biasanya mencakup hal-hal seperti: bukti pertanggungjawaban tertulis atas kegiatan yang telah dilaksanakan, pemenuhan salah satu syarat kelulusan atau penilaian akhir semester, serta bahan evaluasi kompetensi yang telah diperoleh siswa selama PKL.
Kerangka Menulis Poin-Poin Tujuan
Susun tujuan penulisan laporan dalam 3โ4 poin, dan pastikan setiap poin punya penjelasan singkat, bukan hanya frasa pendek tanpa konteks. Berikut kerangkanya beserta contoh kalimat untuk masing-masing poin:
- Sebagai bukti pertanggungjawaban tertulis. Contoh: “Menyajikan laporan tertulis sebagai bentuk pertanggungjawaban atas seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama Praktik Kerja Lapangan di [nama tempat PKL].”
- Mendeskripsikan kompetensi yang diperoleh. Contoh: “Mendeskripsikan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh penulis selama melaksanakan praktik kerja di bidang [sebutkan bidang spesifik, misalnya pelayanan resep obat / pengolahan makanan kontinental / desain visual untuk media sosial].”
Hindari menulis tujuan yang terlalu template atau klise tanpa makna, seperti sekadar “menambah wawasan” atau “menambah pengalaman” tanpa penjelasan pengalaman spesifik apa yang dimaksud. Semakin konkret poin tujuanmu, semakin mudah pula kamu menjawabnya kembali di bagian kesimpulan nanti โ dan ini akan dibahas lebih lanjut di Langkah 5.
Langkah 3 โ Menulis Manfaat PKL dalam Laporan
Bagian manfaat biasanya ditulis setelah tujuan, dan sifatnya melengkapi โ menjelaskan dampak positif apa yang dirasakan dari tercapainya tujuan-tujuan di atas. Kamu bisa membagi manfaat menjadi tiga sudut pandang singkat dalam satu paragraf: manfaat bagi diri sendiri (misalnya menambah keterampilan teknis dan soft skill seperti disiplin dan komunikasi), manfaat bagi sekolah (sebagai bahan evaluasi kesesuaian kurikulum dengan kebutuhan industri), dan manfaat bagi perusahaan tempat PKL (misalnya membantu operasional sehari-hari selama masa PKL berlangsung).
Contoh singkat: “Bagi penulis, PKL memberikan manfaat berupa pemahaman praktik kerja yang sesungguhnya di bidang [bidang keahlian], sekaligus melatih kedisiplinan dan kemampuan bekerja sama dalam tim. Bagi sekolah, laporan ini dapat menjadi bahan evaluasi kesesuaian materi pembelajaran dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.”
Tidak perlu menulis bagian ini terlalu panjang โ cukup satu paragraf padat yang mencerminkan tiga sudut pandang di atas.
Langkah 4 โ Menulis Waktu, Tempat, dan Sistematika Laporan
Bagian ini paling teknis dan tidak membutuhkan banyak kreativitas menulis, jadi bisa diselesaikan dengan cepat:
- Waktu dan tempat pelaksanaan: tuliskan periode PKL secara jelas (tanggal mulai sampai selesai), nama lengkap tempat PKL, dan alamatnya.
- Sistematika penulisan laporan: satu paragraf singkat yang meringkas isi tiap bab secara berurutan, misalnya “Bab I berisi latar belakang, tujuan, manfaat, serta waktu dan tempat pelaksanaan PKL. Bab II membahas gambaran umum perusahaan tempat PKL dilaksanakan. Bab III menjelaskan pelaksanaan kegiatan PKL secara rinci. Bab IV atau bab penutup berisi kesimpulan dan saran.”
Untuk gambaran lengkap urutan bab dan isi tiap bagian dari cover sampai lampiran, kita bahas tuntas di langkah berikutnya sekaligus di artikel struktur laporan yang sudah kami siapkan khusus.
Langkah 5 โ Menulis Bab II hingga Bab Penutup
Setelah Bab I selesai, kamu akan melanjutkan ke bab-bab berikutnya. Karena struktur lengkapnya sudah dibahas detail di artikel contoh laporan PKL SMK lengkap ini, di sini kita fokus pada pendekatan menulis tiap bab, bukan mengulang daftar isinya.
Bab II โ Gambaran Umum Perusahaan/Instansi. Tulis berdasarkan hasil observasi dan wawancara singkat dengan pembimbing DUDI selama kamu di tempat PKL, bukan copy-paste mentah dari halaman “Tentang Kami” di situs resmi perusahaan. Selain lebih orisinal, ini juga menunjukkan bahwa kamu benar-benar memahami tempat kamu bekerja, bukan hanya menyalin informasi publik.
Bab III โ Pelaksanaan Kegiatan. Ini bagian yang paling terbantu oleh jurnal harian yang sudah kamu kumpulkan sejak langkah persiapan di awal. Tulis kegiatan secara kronologis dan spesifik โ semakin detail, semakin kaya laporanmu, dan ini jauh lebih akurat dibanding mencoba mengarang dari ingatan setelah PKL selesai.
Bab Penutup โ Kesimpulan dan Saran. Kesimpulan idealnya menjawab kembali poin-poin tujuan yang kamu tulis di Bab I, supaya laporan terasa “nyambung” dari awal sampai akhir dan tidak terasa seperti dua dokumen yang tidak berhubungan. Sementara bagian saran sebaiknya ditulis konkret dan realistis, bukan sekadar basa-basi seperti “semoga PKL selanjutnya lebih baik” tanpa penjelasan lebih lanjut.
Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari Saat Menulis Laporan PKL
Berdasarkan pola yang paling sering ditemukan dalam laporan siswa SMK, berikut kesalahan-kesalahan yang sebaiknya kamu hindari:
- Latar belakang terlalu generik/template. Hanya membahas pentingnya PKL secara umum tanpa mengaitkannya dengan pengalaman pribadi di tempat PKL.
- Tujuan dan kesimpulan tidak nyambung. Tujuan di Bab I ditulis asal, lalu kesimpulan di bab penutup tidak menjawabnya kembali.
- Copy-paste profil perusahaan mentah-mentah dari website resmi tanpa diolah dengan kata sendiri berdasarkan observasi langsung.
- Typo pada nama perusahaan atau nama pembimbing โ kesalahan kecil ini sering luput padahal cukup fatal karena menyangkut nama pihak lain.
Menghindari kesalahan-kesalahan di atas biasanya sudah cukup membuat laporanmu terasa lebih rapi dan personal dibanding laporan yang sekadar mengikuti template tanpa penyesuaian.

FAQ Seputar Cara Membuat Laporan PKL
1. Bagaimana cara menulis latar belakang laporan PKL yang tidak terlihat template? Kuncinya ada di bagian yang menghubungkan latar belakang umum dengan pengalaman pribadimu di tempat PKL. Jangan berhenti di kalimat tentang pentingnya PKL secara umum โ lanjutkan dengan kaitan spesifik ke jurusan, tempat PKL, dan situasi nyata yang kamu alami di sana.
2. Apa bedanya tujuan PKL dan tujuan penulisan laporan? Tujuan PKL bersifat umum dan mengacu pada tujuan resmi program, seperti menumbuhkan karakter kerja profesional dan meningkatkan kompetensi sesuai Permendikbud No. 50 Tahun 2020. Tujuan penulisan laporan lebih spesifik, misalnya sebagai bukti pertanggungjawaban, syarat kelulusan, dan sarana mendeskripsikan kompetensi yang diperoleh selama PKL.
3. Apakah boleh menulis latar belakang sebelum PKL selesai? Boleh, dan bahkan cukup umum dilakukan โ banyak siswa mulai menulis Bab I sejak awal atau pertengahan masa PKL karena bagian ini memang bisa disusun lebih awal. Namun sebaiknya kamu tetap menyesuaikan kembali kalimatnya menjelang laporan diselesaikan, terutama bagian yang menyinggung pengalaman spesifik, supaya benar-benar mencerminkan keseluruhan masa PKL yang telah dijalani.
4. Berapa paragraf idealnya untuk bagian latar belakang? Umumnya latar belakang laporan PKL ditulis dalam 3โ5 paragraf, cukup untuk mencakup keempat poin kerangka yang sudah dibahas di Langkah 1 (konteks umum, kaitan dengan jurusan, tempat PKL, dan jembatan ke tujuan) tanpa bertele-tele. Sesuaikan kembali dengan ketentuan spesifik di buku pedoman sekolahmu, karena beberapa sekolah punya batas halaman tersendiri untuk Bab I.
5. Apa yang harus dilakukan kalau bingung memulai kalimat pertama laporan? Coba mulai dari kalimat yang paling konkret dan paling kamu kuasai, misalnya menyebutkan bidang keahlianmu dan tantangan umum di industri tersebut, alih-alih memaksakan kalimat pembuka yang terdengar “formal” tapi sebenarnya kamu sendiri tidak yakin maksudnya. Kalimat pembuka yang jujur dan spesifik biasanya justru lebih mudah mengalir ke paragraf berikutnya dibanding kalimat template yang terasa kaku.
Penutup
Menulis laporan PKL sebenarnya jauh lebih mudah kalau kamu tahu urutan dan tujuan dari setiap bagiannya, bukan sekadar meniru contoh orang lain. Mulai dari menyiapkan bahan, menulis latar belakang yang personal, merumuskan tujuan yang spesifik, sampai memastikan kesimpulan di akhir benar-benar menjawab apa yang kamu tulis di awal. Kalau kamu butuh referensi format dan struktur lengkap per bab, jangan lupa buka contoh laporan PKL SMK di sini, dan lengkapi laporanmu dengan panduan menulis kata pengantar yang baik.
Referensi
- Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 1173, ditetapkan 30 Desember 2020. Tersedia melalui: peraturan.go.id dan jdih.kemdikbud.go.id.
- JDIH Badan Pemeriksa Keuangan RI. Permendikbud No. 50 Tahun 2020 tentang Praktik Kerja Lapangan bagi Peserta Didik. peraturan.bpk.go.id.