70+ Contoh Catatan Wali Kelas Semester 1 (Ganjil) dan Semester 2 (Genap)

Ilustrasi 70+ contoh catatan wali kelas semester 1 dan semester 2 untuk rapor Kurikulum Merdeka

Setiap penghujung semester, wali kelas dihadapkan pada satu tugas kecil yang dampaknya tidak kecil: menulis catatan di rapor. Menariknya, catatan wali kelas semester 1 dan catatan wali kelas semester 2 sebenarnya tidak boleh ditulis dengan nada yang sama persis. Di semester ganjil, guru baru beberapa bulan mengenal siswa, sehingga catatan wali kelas semester ganjil wajarnya masih berupa observasi awal. Sebaliknya, saat menulis catatan wali kelas semester genap, guru sudah punya bekal pengamatan selama satu tahun penuh sehingga catatannya bisa lebih reflektif dan terarah ke jenjang berikutnya. Artikel ini menghimpun lebih dari 70 contoh yang sudah dipisahkan sesuai momen tersebut, lengkap dengan tips menulisnya.

Bedanya Catatan Wali Kelas Semester Ganjil dan Semester Genap

Perbedaan paling mendasar terletak pada seberapa lama guru sudah mengenal siswa. Pada semester ganjil, siswa baru saja beradaptasi dengan kelas, teman, dan wali kelas yang baru — bahkan di kelas 1 SD atau kelas 7 SMP, lingkungan itu benar-benar baru bagi mereka (lihat juga contoh catatan wali kelas SD dan SMP untuk referensi per jenjang). Karena itu, catatan yang tepat untuk periode ini lebih berfokus pada proses penyesuaian dan potensi awal yang mulai terlihat, bukan kesimpulan final tentang kemampuan anak.

Sebaliknya, pada semester genap, wali kelas sudah mengumpulkan data pengamatan selama kurang lebih sepuluh bulan. Catatan pada periode ini idealnya bersifat evaluatif — membandingkan kondisi siswa dengan semester sebelumnya — sekaligus menjadi bekal untuk kenaikan kelas atau kelulusan. Pembagian dua kelompok contoh di bawah ini mengikuti logika tersebut, bukan sekadar dua daftar dengan tema yang sama.

Contoh Catatan Wali Kelas Semester Ganjil (Semester 1)

Berikut kumpulan contoh catatan wali kelas semester 1 yang cocok dipakai saat rapor pertama di tahun ajaran berjalan. Karena masih tergolong catatan wali kelas semester ganjil, seluruh contoh di bawah ini sengaja ditulis dengan nada observasi awal, bukan kesimpulan yang terlalu final.

Proses Adaptasi di Awal Semester

  1. (Nama siswa) menunjukkan proses adaptasi yang baik dengan lingkungan kelas baru sejak awal semester ini.
  2. Di minggu-minggu pertama, (nama siswa) masih terlihat malu-malu, namun perlahan mulai berani berinteraksi dengan teman sekelas.
  3. (Nama siswa) cukup cepat menyesuaikan diri dengan rutinitas dan aturan kelas yang baru.
  4. Semester ini menjadi masa pengenalan yang positif bagi (nama siswa), terlihat dari sikapnya yang mulai terbuka kepada guru.
  5. (Nama siswa) masih memerlukan pendampingan lebih dalam menyesuaikan diri dengan ritme belajar di kelas barunya.
  6. Terlihat usaha (nama siswa) untuk mengenal teman-teman baru meski belum sepenuhnya percaya diri.
  7. Penyesuaian (nama siswa) terhadap suasana kelas berjalan cukup lancar, terutama saat kegiatan kelompok.
  8. (Nama siswa) tampak antusias mengenal lingkungan sekolah dan kelas barunya sepanjang semester ini.
  9. Butuh waktu bagi (nama siswa) untuk nyaman di lingkungan baru, tetapi progres positif mulai tampak menjelang akhir semester.
  10. (Nama siswa) menunjukkan sikap kooperatif selama masa penyesuaian di semester pertama ini.
  11. Semangat (nama siswa) dalam mengenal teman sekelas patut diapresiasi sebagai modal awal yang baik.
  12. (Nama siswa) masih dalam tahap membangun kepercayaan diri di lingkungan kelas yang baru.
  13. Sikap sopan dan santun (nama siswa) terhadap guru maupun teman baru terlihat sejak awal semester ini.

Potensi dan Karakter yang Mulai Terlihat

  1. Sejak semester ganjil ini, terlihat potensi (nama siswa) yang cukup menonjol pada mata pelajaran hitungan.
  2. (Nama siswa) menunjukkan rasa ingin tahu yang besar, sering bertanya dan aktif dalam diskusi kelas.
  3. Karakter (nama siswa) yang ramah dan suka membantu teman mulai terlihat sejak semester ini.
  4. Potensi kepemimpinan (nama siswa) mulai tampak saat memimpin kelompok belajar di kelas.
  5. (Nama siswa) memiliki ketekunan yang baik dalam menyelesaikan tugas, meski masih perlu diasah lebih jauh.
  6. Sikap disiplin (nama siswa) terlihat konsisten sejak awal semester, khususnya dalam mengumpulkan tugas tepat waktu.
  7. (Nama siswa) menunjukkan minat yang besar pada kegiatan seni dan kreativitas selama semester ini.
  8. Kemampuan (nama siswa) dalam berkomunikasi di depan kelas mulai berkembang dan patut terus didukung.
  9. (Nama siswa) memperlihatkan sikap jujur dan bertanggung jawab dalam berbagai kegiatan kelas.
  10. Semester ini menunjukkan bakat (nama siswa) dalam bidang olahraga yang layak untuk terus dikembangkan.
  11. (Nama siswa) memiliki cara berpikir yang kritis, sering memberikan pendapat berbeda dalam diskusi kelas.
  12. Karakter mandiri (nama siswa) mulai terlihat, terutama saat mengerjakan tugas tanpa banyak diarahkan guru.
  13. (Nama siswa) menunjukkan kepedulian terhadap teman sekelas, terlihat dari kebiasaannya membantu tanpa diminta.

Hal yang Perlu Ditingkatkan di Semester Berikutnya

  1. (Nama siswa) perlu meningkatkan konsentrasi saat pembelajaran berlangsung, khususnya di jam-jam terakhir.
  2. Kedisiplinan waktu (nama siswa) dalam mengumpulkan tugas masih perlu menjadi perhatian di semester depan.
  3. (Nama siswa) diharapkan lebih berani mengungkapkan pendapat di kelas pada semester berikutnya.
  4. Kemampuan membaca (nama siswa) perlu terus dilatih agar semakin lancar di semester genap nanti.
  5. (Nama siswa) masih perlu bimbingan dalam bekerja sama dengan teman kelompok yang berbeda karakter.
  6. Semester depan, (nama siswa) diharapkan lebih konsisten dalam mengerjakan pekerjaan rumah.
  7. (Nama siswa) perlu meningkatkan kepercayaan diri saat presentasi di depan kelas.
  8. Kehadiran (nama siswa) di kelas masih perlu ditingkatkan agar tidak tertinggal materi pembelajaran.
  9. (Nama siswa) diharapkan lebih fokus dan tidak mudah terdistraksi saat mengerjakan tugas mandiri.
  10. Perlu dorongan lebih lanjut agar (nama siswa) terbiasa membaca buku di luar jam pelajaran.
Infografis perbedaan catatan wali kelas semester ganjil dan semester genap: fokus adaptasi vs evaluasi, 6 kategori contoh, dan 4 tips menulis catatan wali kelas

Contoh Catatan Wali Kelas Semester Genap (Semester 2)

Berbeda dari bagian sebelumnya, contoh catatan wali kelas semester genap di bawah ini ditulis dengan nada yang lebih reflektif karena wali kelas sudah mengamati siswa selama satu tahun ajaran penuh.

Evaluasi Perkembangan Selama Satu Tahun Ajaran

  1. Dibandingkan semester lalu, (nama siswa) menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam memahami pelajaran berhitung.
  2. Selama satu tahun ajaran ini, (nama siswa) mengalami perkembangan yang konsisten baik dari sisi akademik maupun sikap.
  3. (Nama siswa) yang di semester ganjil masih pemalu, kini tampil jauh lebih percaya diri di depan kelas.
  4. Perkembangan kemampuan membaca (nama siswa) terlihat jelas sepanjang tahun ajaran ini.
  5. (Nama siswa) berhasil memperbaiki kedisiplinan waktu yang sempat menjadi catatan di semester sebelumnya.
  6. Secara keseluruhan, (nama siswa) menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan dibandingkan awal tahun ajaran.
  7. (Nama siswa) semakin mampu bekerja sama dalam kelompok, jauh berbeda dari kondisi di semester ganjil.
  8. Kemajuan (nama siswa) dalam mengelola emosi terlihat nyata sepanjang satu tahun ajaran ini.
  9. (Nama siswa) yang sebelumnya kurang aktif, kini rutin berpartisipasi dalam diskusi kelas.
  10. Perkembangan sikap tanggung jawab (nama siswa) terhadap tugas sekolah patut diapresiasi.
  11. (Nama siswa) menunjukkan konsistensi belajar yang lebih baik dibanding semester sebelumnya.
  12. Sepanjang tahun ajaran ini, (nama siswa) berhasil mengatasi kesulitan yang sempat dialami di semester ganjil.
  13. Kemampuan (nama siswa) dalam menyampaikan pendapat berkembang jauh lebih baik dibanding semester ganjil.

Pencapaian yang Patut Diapresiasi

  1. (Nama siswa) berhasil meraih prestasi yang membanggakan di bidang akademik sepanjang tahun ajaran ini.
  2. Pencapaian (nama siswa) dalam lomba yang diikuti sekolah patut menjadi kebanggaan tersendiri.
  3. (Nama siswa) konsisten menunjukkan nilai yang stabil dan memuaskan hingga akhir tahun ajaran.
  4. Dedikasi (nama siswa) dalam kegiatan ekstrakurikuler sepanjang tahun ini layak diapresiasi.
  5. (Nama siswa) berhasil menjadi teladan bagi teman-temannya dalam hal kedisiplinan.
  6. Kemampuan (nama siswa) memimpin kelompok belajar berkembang pesat hingga akhir tahun ajaran.
  7. (Nama siswa) menunjukkan konsistensi sikap jujur dan bertanggung jawab sepanjang tahun ajaran ini.
  8. Kepedulian (nama siswa) terhadap teman sekelas yang kesulitan belajar patut dicontoh.
  9. (Nama siswa) berhasil menyelesaikan seluruh target pembelajaran dengan hasil yang menggembirakan.
  10. Semangat belajar (nama siswa) yang tidak pernah surut sepanjang tahun ajaran patut diapresiasi.
  11. (Nama siswa) menunjukkan peningkatan rasa percaya diri yang signifikan dibanding awal tahun ajaran.
  12. Sikap disiplin (nama siswa) dalam menjaga kebersihan dan kerapian kelas layak menjadi contoh.

Bekal untuk Kelas atau Jenjang Berikutnya

  1. Dengan bekal perkembangan selama satu tahun ini, (nama siswa) siap melanjutkan ke jenjang berikutnya.
  2. (Nama siswa) diharapkan mempertahankan semangat belajar yang sudah terbentuk di kelas selanjutnya.
  3. Kemandirian yang mulai terbentuk sepanjang tahun ini menjadi bekal berharga bagi (nama siswa) di jenjang berikutnya.
  4. (Nama siswa) disarankan untuk terus mengasah kemampuan yang sudah baik ini di tingkat kelas selanjutnya.
  5. Modal kepercayaan diri yang terbentuk tahun ini diharapkan terus berkembang di kelas berikutnya.
  6. (Nama siswa) perlu terus melatih kedisiplinan waktu agar semakin terbiasa di jenjang yang lebih tinggi.
  7. Dengan pencapaian yang sudah diraih, (nama siswa) diharapkan semakin percaya diri menghadapi tantangan baru.
  8. (Nama siswa) disarankan untuk terus mengembangkan minat yang sudah terlihat menonjol tahun ini.
  9. Kebiasaan belajar mandiri yang terbentuk diharapkan menjadi bekal (nama siswa) di jenjang selanjutnya.
  10. (Nama siswa) perlu tetap didampingi dalam hal manajemen waktu meski sudah menunjukkan kemajuan.
  11. Semangat kerja sama yang terbentuk sepanjang tahun ini diharapkan terus terbawa ke kelas berikutnya.
  12. (Nama siswa) siap melangkah ke jenjang berikutnya dengan bekal karakter dan kemampuan akademik yang semakin matang.

Tips Menulis Catatan Wali Kelas yang Tepat Sesuai Waktunya

Agar catatan yang ditulis benar-benar mencerminkan kondisi siswa, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan wali kelas sesuai momen semester:

  • Hindari kesimpulan terlalu dini di semester ganjil. Karena baru beberapa bulan mengenal siswa, gunakan kalimat yang bersifat observasi, bukan penilaian final terhadap karakter anak.
  • Manfaatkan data setahun penuh di semester genap. Pada periode ini, catatan boleh lebih spesifik karena pengamatan sudah dilakukan lebih lama, sehingga perbandingan dengan semester sebelumnya menjadi lebih bermakna.
  • Selalu sertakan sisi positif meski ada catatan perbaikan. Kalimat yang membangun akan lebih mudah diterima siswa dan orang tua dibandingkan kalimat yang hanya berisi kekurangan.
  • Sesuaikan bahasa dengan usia siswa. Untuk siswa SD, gunakan kalimat yang sederhana dan hangat; untuk SMP dan SMA, catatan bisa lebih reflektif dan mengarah pada persiapan jenjang berikutnya.

FAQ Seputar Catatan Wali Kelas per Semester

Apa bedanya catatan wali kelas semester 1 dan semester 2? Catatan semester 1 lebih bersifat observasi awal karena guru baru mengenal siswa dalam waktu singkat, sedangkan catatan semester 2 lebih reflektif karena sudah didasarkan pada pengamatan selama satu tahun ajaran penuh.

Apakah catatan wali kelas semester genap harus menyebut perkembangan dari semester ganjil? Tidak wajib, tetapi sangat disarankan. Menyebutkan perbandingan dengan semester sebelumnya membuat catatan terasa lebih personal dan menunjukkan bahwa wali kelas benar-benar memantau perkembangan siswa dari waktu ke waktu.

Bolehkah catatan wali kelas semester ganjil dan genap sama persis? Sebaiknya tidak. Karena kedua semester punya konteks yang berbeda — satu masih tahap penyesuaian, satu lagi sudah tahap evaluasi — menyalin catatan yang sama persis justru mengurangi makna catatan tersebut bagi siswa dan orang tua.

Berapa jumlah kata ideal untuk satu catatan wali kelas? Tidak ada aturan baku, tetapi umumnya cukup satu hingga dua kalimat (sekitar 15–30 kata) agar catatan tetap padat, jelas, dan mudah dipahami orang tua maupun siswa.

Penutup

Menulis catatan wali kelas semester 1 dan semester 2 dengan nuansa yang berbeda bukan sekadar soal variasi kalimat, tetapi cara guru menunjukkan bahwa perkembangan siswa benar-benar diperhatikan dari waktu ke waktu. Jika Anda butuh referensi dasar seputar pengertian dan manfaat catatan wali kelas, silakan baca artikel lengkap 100+ Contoh Catatan Wali Kelas sebagai rujukan awal.

Selain catatan di rapor, data kehadiran siswa sepanjang semester juga sering menjadi bahan evaluasi, terutama saat menulis catatan semester genap. Sekolah bisa memanfaatkan e-Absensi dari e-Ujian.id untuk merekap kehadiran siswa secara otomatis sepanjang tahun ajaran, sehingga data ini lebih mudah dijadikan bahan pertimbangan saat mengisi rapor.

Referensi

  • Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah. Peraturan ini menjadi dasar bahwa hasil penilaian peserta didik dapat dilaporkan dalam bentuk angka dan/atau deskripsi.
  • Direktorat Sekolah Dasar, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. e-Rapor Kurikulum Merdeka Dikembangkan Sesederhana Mungkin. Artikel resmi ini menjelaskan bahwa aplikasi e-Rapor Kurikulum Merdeka dikembangkan sebagai alat bantu pelaporan hasil belajar bagi guru dan wali kelas di seluruh jenjang, termasuk fitur pencatatan yang mendukung penulisan catatan wali kelas.
  • Dinas Pendidikan DKI Jakarta, melalui Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta Nomor 89 Tahun 2025 tentang Kalender Pendidikan Tahun Ajaran 2025/2026, sebagaimana dirangkum dalam Jadwal Libur Sekolah Semester Genap 2026 Resmi. Rujukan ini menjadi salah satu contoh konkret bahwa jadwal pembagian rapor tiap semester ditetapkan lewat kalender pendidikan resmi daerah, dan waktunya bisa berbeda antarprovinsi sesuai kewenangan dinas pendidikan setempat.