Apa itu Rumah Pendidikan? Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan 8 Ruangnya

Minggu-minggu sibuk di ruang tata usaha sekolah biasanya terlihat sama: belasan tab terbuka sekaligus. Dapodik untuk sinkronisasi data, ARKAS untuk penganggaran BOSP, SIPLah untuk belanja, Rapor Pendidikan untuk perencanaan berbasis data, lalu Info GTK dan portal guru untuk urusan tunjangan dan kinerja. Di ponsel guru, ceritanya tidak jauh berbeda: aplikasi lama yang belum dihapus, tautan baru dari grup WhatsApp, dan pertanyaan yang tak kunjung selesai. Mana yang masih dipakai, mana yang sudah digabung?
Kebingungan itu punya dasar. Pusdatin Kemendikdasmen pernah menggambarkan layanan pendidikan digital yang tersebar di hampir 300 aplikasi, dipakai sekitar 4 juta guru dan puluhan juta murid di lebih dari 17 ribu pulau. Rumah Pendidikan, yang dirilis pada Januari 2025, adalah upaya merapikan kekusutan itu dari hulunya.
Bagi yang masih bertanya-tanya apa itu Rumah Pendidikan, atau sekadar ingin memastikan rumah pendidikan itu apa dan bedanya dengan PMM, jawabannya lebih berlapis daripada “aplikasi baru pengganti PMM”. Artikel ini membahas pengertian, sejarah, tujuan, kedelapan ruangnya, cara akses, sampai catatan kritis dari sisi praktisi, sebagai bagian dari gerakan besar digitalisasi sekolah di Indonesia.



