Contoh RPP Deep Learning (Pembelajaran Mendalam): SD, SMP, dan SMA/SMK

Mencari contoh RPP Deep Learning yang benar-benar bisa dijadikan referensi, bukan sekadar RPP biasa yang judulnya diganti? Artikel ini menyajikan empat contoh RPP Pembelajaran Mendalam untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK, lengkap dengan penerapan nyata mindful, meaningful, dan joyful learning di tiap tahap kegiatan. Perlu dicatat, pendekatan ini merujuk pada Pembelajaran Mendalam yang digagas Kemendikdasmen — bukan istilah “deep learning” di dunia kecerdasan buatan. Sebagaimana diberitakan Tirto.id, wacana penerapan pendekatan ini bermula dari kajian ulang Kemendikdasmen atas Kurikulum Merdeka, yang kemudian dikenal luas lewat tiga elemen mindful, meaningful, dan joyful learning. Bila belum familiar dengan konsepnya, silakan pelajari dulu selengkapnya di RPP Deep Learning atau pahami dulu dasar-dasarnya di apa itu RPP.
- Komponen RPP Deep Learning Secara Singkat
- Contoh RPP Deep Learning SD
- Contoh RPP Deep Learning SMP
- Contoh RPP Deep Learning SMA/SMK
- Tips Menyesuaikan Contoh RPP Deep Learning Ini dengan Kelas Anda
- Beda RPP Deep Learning dengan RPP Kurikulum Merdeka Biasa
- Cara Menyusun RPP Deep Learning Lebih Cepat dengan Bantuan AI
- Kesimpulan
- FAQ
- Referensi
Komponen RPP Deep Learning Secara Singkat
Sebelum masuk ke contoh, berikut ringkasan empat komponen utama RPP Deep Learning agar setiap contoh di bawah lebih mudah dipahami strukturnya.
| Komponen | Penjelasan Singkat |
|---|---|
| Identifikasi | Memetakan kesiapan belajar siswa dan Dimensi Profil Lulusan yang ingin dikembangkan sebelum menyusun kegiatan. |
| Desain Pembelajaran | Merumuskan tujuan pembelajaran, materi, dan strategi mengajar berdasarkan hasil identifikasi. |
| Pengalaman Belajar | Kegiatan inti yang menghadirkan tiga pilar: berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful). |
| Asesmen | Penilaian awal (diagnostik), proses (formatif), dan akhir (sumatif) untuk mengukur pencapaian sekaligus bahan refleksi. |
Kerangka empat komponen ini merujuk pada Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam yang diterbitkan Kemendikdasmen pada awal 2025 sebagai acuan resmi penerapan pendekatan ini di sekolah. Latar belakang kebijakan dan filosofi tiga pilar ini dijelaskan lebih tuntas di Deep Learning dalam Pendidikan.
Contoh RPP Deep Learning SD
Jenjang SD mendapat porsi paling detail di artikel ini karena kebutuhan referensinya paling tinggi. Berikut dua contoh dari mapel yang berbeda karakter: Matematika (eksakta) dan Bahasa Indonesia (non-eksakta).
Contoh 1: Matematika Fase B (Kelas 4) — Pecahan Sederhana
| Item | Detail |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Matematika |
| Fase / Kelas | Fase B / Kelas 4 |
| Alokasi Waktu | 2 x 35 menit |
| Dimensi Profil Lulusan | Penalaran Kritis, Kemandirian |
Tujuan Pembelajaran: Melalui kegiatan membagi benda nyata, siswa dapat menjelaskan konsep pecahan sederhana (1/2, 1/4, 1/3) dan menuliskannya dalam bentuk lambang pecahan dengan tepat.
| Tahap | Pilar Utama | Uraian Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|---|
| Pembuka | Mindful | Guru mengajak siswa menyebutkan apa yang sudah mereka ketahui tentang “membagi sama rata”, lalu menuliskan tujuan belajar hari ini di papan tulis agar siswa sadar arah belajarnya. | 10 menit |
| Inti — Memahami | Meaningful | Siswa membagi kue atau buah (bisa gambar/alat peraga) menjadi beberapa bagian sama besar, mengaitkannya dengan pengalaman membagi makanan di rumah. | 15 menit |
| Inti — Mengaplikasi | Meaningful & Joyful | Siswa bekerja berpasangan menyelesaikan soal cerita pecahan sederhana menggunakan kartu warna-warni sebagai media, sambil berdiskusi santai. | 15 menit |
| Penutup — Merefleksi | Joyful | Siswa menceritakan bagian mana yang paling menyenangkan sambil bermain tebak pecahan, lalu guru memberi apresiasi ringan atas usaha mereka. | 10 menit |
| Jenis Asesmen | Bentuk | Kapan |
|---|---|---|
| Awal | Tanya jawab lisan tentang pengalaman membagi benda | Sebelum kegiatan inti |
| Proses | Observasi saat diskusi berpasangan | Selama kegiatan inti |
| Akhir | Lembar kerja sederhana menuliskan lambang pecahan | Penutup |
Contoh 2: Bahasa Indonesia Fase A (Kelas 2) — Menulis Cerita Sederhana
| Item | Detail |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Bahasa Indonesia |
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 2 |
| Alokasi Waktu | 2 x 35 menit |
| Dimensi Profil Lulusan | Komunikasi, Kreativitas |
Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menulis 3–5 kalimat sederhana yang menceritakan pengalaman pribadinya dengan runtut dan menggunakan huruf kapital serta tanda titik secara tepat.
| Tahap | Pilar Utama | Uraian Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|---|
| Pembuka | Mindful | Guru mengajak siswa memejamkan mata sebentar mengingat satu momen menyenangkan minggu ini, lalu menyampaikan bahwa hari ini mereka akan menuliskannya. | 10 menit |
| Inti — Memahami | Meaningful | Guru membacakan contoh cerita pendek pengalaman pribadi, siswa mengidentifikasi bagian awal, isi, dan akhir cerita. | 15 menit |
| Inti — Mengaplikasi | Meaningful & Joyful | Siswa menulis pengalamannya sendiri di kertas bergambar, boleh menambahkan coretan ilustrasi agar suasana menulis lebih santai dan tidak menegangkan. | 15 menit |
| Penutup — Merefleksi | Joyful | Beberapa siswa membacakan ceritanya secara sukarela di depan kelas, diikuti tepuk tangan dan komentar positif dari teman-teman. | 10 menit |
| Jenis Asesmen | Bentuk | Kapan |
|---|---|---|
| Awal | Tanya jawab tentang pengalaman yang berkesan | Sebelum kegiatan inti |
| Proses | Observasi proses menulis dan bimbingan individual | Selama kegiatan inti |
| Akhir | Penilaian hasil tulisan berdasarkan rubrik sederhana (isi, ejaan, kerapian) | Penutup |
Contoh RPP Deep Learning SMP
IPA Fase D (Kelas 7) — Interaksi dalam Ekosistem
| Item | Detail |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) |
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
| Alokasi Waktu | 3 x 40 menit |
| Dimensi Profil Lulusan | Kolaborasi, Penalaran Kritis |
Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menganalisis hubungan saling ketergantungan antarkomponen ekosistem di lingkungan sekolah dan mengaitkannya dengan dampak aktivitas manusia sehari-hari.
| Tahap | Pilar Utama | Uraian Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|---|
| Pembuka | Mindful | Siswa diajak mengamati foto/video kondisi lingkungan sekolah, lalu menuliskan pertanyaan apa yang ingin mereka ketahui tentang ekosistem tersebut. | 15 menit |
| Inti — Memahami | Meaningful | Siswa berkelompok mengamati langsung area sekitar sekolah (taman, kolam, atau lahan kosong) untuk mencatat komponen biotik dan abiotik yang ditemukan. | 40 menit |
| Inti — Mengaplikasi | Meaningful | Setiap kelompok menyusun bagan rantai makanan sederhana dari hasil pengamatan, lalu mendiskusikan dampak sampah plastik terhadap ekosistem tersebut — dikaitkan langsung dengan kondisi nyata di sekolah mereka. | 45 menit |
| Penutup — Merefleksi | Joyful | Kelompok mempresentasikan bagan secara bergantian dengan gaya bebas (boleh drama singkat atau yel-yel), diakhiri refleksi tertulis tentang aksi kecil yang bisa mereka lakukan. | 20 menit |
| Jenis Asesmen | Bentuk | Kapan |
|---|---|---|
| Awal | Pertanyaan pemantik dan daftar pertanyaan siswa | Sebelum pengamatan |
| Proses | Lembar observasi kerja kelompok saat pengamatan lapangan | Selama kegiatan inti |
| Akhir | Presentasi bagan rantai makanan dan refleksi tertulis | Penutup |
Contoh RPP Deep Learning SMA/SMK
Ekonomi Fase F (Kelas 11) — Literasi Keuangan dan Kewirausahaan
| Item | Detail |
|---|---|
| Mata Pelajaran | Ekonomi |
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
| Alokasi Waktu | 2 x 45 menit |
| Dimensi Profil Lulusan | Kemandirian, Kreativitas |
Tujuan Pembelajaran: Siswa dapat menyusun rencana pengelolaan keuangan sederhana untuk sebuah ide usaha kecil, termasuk memperkirakan modal, biaya, dan potensi keuntungan.
| Tahap | Pilar Utama | Uraian Kegiatan | Waktu |
|---|---|---|---|
| Pembuka | Mindful | Siswa menuliskan satu kebiasaan mengelola uang saku mereka sendiri, lalu guru mengaitkannya dengan topik literasi keuangan yang akan dipelajari. | 10 menit |
| Inti — Memahami | Meaningful | Siswa mendiskusikan studi kasus usaha kecil di sekitar mereka (warung, jasa titip, konten kreator) dan mengidentifikasi komponen modal serta biaya operasionalnya. | 30 menit |
| Inti — Mengaplikasi | Meaningful & Joyful | Siswa merancang rencana usaha sederhana versi mereka sendiri dalam kelompok kecil, dipresentasikan seperti sesi “pitching” santai layaknya acara wirausaha di televisi. | 40 menit |
| Penutup — Merefleksi | Joyful | Kelas memberikan apresiasi berupa “vote” ide usaha paling kreatif, ditutup dengan refleksi tertulis tentang tantangan mengelola uang yang mereka temukan. | 10 menit |
| Jenis Asesmen | Bentuk | Kapan |
|---|---|---|
| Awal | Refleksi kebiasaan mengelola uang saku | Sebelum kegiatan inti |
| Proses | Observasi diskusi kelompok dan draf rencana usaha | Selama kegiatan inti |
| Akhir | Presentasi rencana usaha dan refleksi tertulis | Penutup |
Catatan untuk SMK: Untuk SMK, studi kasus dapat disesuaikan dengan program keahlian masing-masing — misalnya siswa Tata Boga membuat rencana usaha katering kecil, atau siswa Rekayasa Perangkat Lunak merancang rencana monetisasi aplikasi sederhana — sehingga materi tetap relevan dengan kompetensi kejuruan yang mereka pelajari.
Tips Menyesuaikan Contoh RPP Deep Learning Ini dengan Kelas Anda
- Kenali kesiapan siswa lebih dulu (Identifikasi). Jangan langsung memakai contoh di atas apa adanya — sesuaikan tingkat kesulitan materi dengan kemampuan awal siswa di kelas Anda. Portal Ruang GTK milik Kemendikdasmen juga menyediakan modul pelatihan yang bisa membantu guru memahami tahap identifikasi ini lebih dalam.
- Sesuaikan bentuk kegiatan mindful, meaningful, dan joyful dengan karakter kelas. Kelas yang cenderung pendiam mungkin butuh kegiatan joyful yang lebih tenang, bukan selalu permainan ramai.
- Tetap berpijak pada CP/ATP (Capaian Pembelajaran/Alur Tujuan Pembelajaran) mata pelajaran Anda, jangan sampai kegiatan yang menyenangkan justru menggeser fokus materi.
- Jangan paksakan ketiga pilar dalam waktu yang tidak realistis. Lebih baik satu pilar diterapkan mendalam daripada tiga pilar dijalankan terburu-buru dalam durasi yang sempit.
- Manfaatkan konteks lokal sekolah Anda — lingkungan, budaya daerah, atau kegiatan sehari-hari siswa — supaya unsur meaningful benar-benar terasa dekat, bukan sekadar contoh dari buku.
- Gunakan hasil refleksi siswa untuk memperbaiki RPP berikutnya. Catat respons siswa di setiap pertemuan sebagai bahan evaluasi sebelum menyusun RPP untuk topik selanjutnya.
Beda RPP Deep Learning dengan RPP Kurikulum Merdeka Biasa
Secara format, RPP Deep Learning dan RPP Kurikulum Merdeka pada umumnya tidak jauh berbeda — keduanya tetap memuat tujuan pembelajaran, kegiatan, dan asesmen. Perbedaan utamanya terletak pada penekanan eksplisit terhadap tiga pilar (mindful, meaningful, joyful) serta rujukan pada Dimensi Profil Lulusan, yang menjadi ciri khas pendekatan Pembelajaran Mendalam dari Kemendikdasmen.
| Aspek | RPP Deep Learning | RPP Kurikulum Merdeka Umum |
|---|---|---|
| Fokus kegiatan | Eksplisit menonjolkan mindful, meaningful, joyful di tiap tahap | Tidak selalu ditandai secara eksplisit, lebih fleksibel |
| Acuan capaian | CP/ATP + Dimensi Profil Lulusan | CP/ATP + Profil Pelajar Pancasila |
| Struktur komponen | Identifikasi, Desain Pembelajaran, Pengalaman Belajar, Asesmen | Tujuan, Kegiatan, Asesmen (format lebih umum) |
Cara Menyusun RPP Deep Learning Lebih Cepat dengan Bantuan AI
Menyusun RPP dengan detail label mindful, meaningful, dan joyful di setiap tahap memang membutuhkan waktu lebih dibanding RPP biasa. Untungnya, proses ini bisa dipercepat dengan bantuan AI sebagai asisten penyusun draf awal, sehingga guru bisa fokus menyesuaikan hasilnya dengan karakter siswa di kelas masing-masing tanpa harus menulis semuanya dari nol.
Jika Anda ingin tahu langkah praktisnya, termasuk contoh prompt yang bisa langsung dipakai, silakan simak panduan lengkapnya di Cara Membuat RPP dengan AI.
Kesimpulan
Keempat contoh di atas adalah titik awal untuk memahami wujud nyata RPP Deep Learning, bukan dokumen jadi yang bisa dipakai tanpa penyesuaian. Inti dari pendekatan ini bukan sekadar mengganti judul dokumen menjadi “Deep Learning”, melainkan benar-benar menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan di dalam kelas sehari-hari. Semakin sering dicoba dan direfleksikan, semakin terasa pula manfaatnya bagi siswa maupun guru.
FAQ
Apa itu RPP Deep Learning?
RPP Deep Learning adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan pendekatan Pembelajaran Mendalam dari Kemendikdasmen, dengan menonjolkan tiga pilar utama: berkesadaran (mindful), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Apakah contoh RPP Deep Learning ini bisa langsung dipakai?
Contoh di atas bisa dijadikan referensi, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan CP/ATP, karakter siswa, dan kondisi kelas Anda masing-masing agar benar-benar sesuai kebutuhan.
Bagaimana cara menerapkan 3 pilar (mindful, meaningful, joyful) dalam RPP?
Mindful biasanya diterapkan di pembuka melalui kesadaran tujuan belajar, meaningful di kegiatan inti dengan mengaitkan materi ke pengalaman nyata siswa, dan joyful tersebar di berbagai tahap melalui suasana belajar yang menyenangkan dan tidak menekan.
Apa beda RPP Deep Learning dengan RPP Kurikulum Merdeka biasa?
Perbedaan utamanya ada pada penekanan eksplisit tiga pilar Pembelajaran Mendalam dan rujukan pada Dimensi Profil Lulusan, sementara struktur dasar RPP-nya secara umum tetap serupa.
Apakah RPP Deep Learning wajib untuk semua jenjang, termasuk SD?
Ya, pendekatan Pembelajaran Mendalam dirancang untuk diterapkan di semua jenjang pendidikan, termasuk SD, dengan penyesuaian bentuk kegiatan sesuai usia dan tahap perkembangan siswa.
Referensi
- Tirto.id. (2025). 8 Dimensi Profil Lulusan Deep Learning. Diakses dari https://tirto.id/dimensi-profil-lulusan-deep-learning-hekl
