KKO Taksonomi Bloom Lengkap (Revisi & Terbaru): Tabel Kata Kerja Operasional C1-C6

Menyusun tujuan pembelajaran atau indikator pencapaian kompetensi (IPK) sering berhenti di kata kerja yang itu-itu saja: “memahami”, “mengetahui”, “mengerti”. Padahal saat divalidasi ulang dengan kisi-kisi atau saat direview kepala sekolah, level kognitif yang diminta ternyata lebih tinggi atau lebih spesifik dari kata kerja yang dipakai. Masalah ini muncul terus-menerus setiap semester, terutama saat menyusun RPP, modul ajar, atau kisi-kisi soal dalam waktu terbatas.
Berikut tabel kata kerja operasional (KKO) taksonomi Bloom revisi terbaru untuk tiga ranah โ kognitif, afektif, dan psikomotor โ lengkap dengan contoh penerapannya dalam kalimat tujuan pembelajaran. Kalau Anda butuh penjelasan konsep di balik tingkatan C1-C6, cek dulu tingkatan taksonomi Bloom; halaman ini fokus pada kata kerjanya saja, siap pakai.
- Tabel KKO Ranah Kognitif C1-C6 (Revisi Anderson-Krathwohl)
- Tabel KKO Ranah Afektif (A1-A5) dan Psikomotor (P1-P5)
- Infografis KKO Tiga Ranah (Kognitif, Afektif, Psikomotor)
- Contoh Penerapan KKO dalam Kalimat Tujuan Pembelajaran
- Menerapkan KKO ke RPP dan Modul Ajar
- Langkah Berikutnya: Dari Tujuan Pembelajaran ke Perangkat Ajar Digital
Tabel KKO Ranah Kognitif C1-C6 (Revisi Anderson-Krathwohl)
Kerangka enam tingkat di bawah ini mengikuti revisi taksonomi Bloom oleh Anderson & Krathwohl (2001), yang mengubah penamaan tiap level dari kata benda (pengetahuan, pemahaman, sintesis) menjadi kata kerja (mengingat, memahami, mencipta). Daftar kata kerja operasional berbahasa Indonesia sendiri โ “mengidentifikasi”, “menyebutkan”, dan seterusnya โ mengacu pada adaptasi yang lazim dipakai di lingkup pendidikan Indonesia, salah satunya dirujuk dari Buku Pegangan Pembelajaran HOTS terbitan Ditjen GTK Kemendikbud (2018), karena publikasi asli Anderson & Krathwohl tidak memuat daftar kata kerja versi Indonesia.
| Level | Kata Kerja Operasional (contoh) |
|---|---|
| C1 โ Mengingat | mengidentifikasi, menyebutkan, mendaftar, menunjukkan, menghafal, mengulang, memilih, melafalkan, menuliskan, mendefinisikan |
| C2 โ Memahami | menjelaskan, menafsirkan, mengklasifikasi, membandingkan, mencontohkan, merangkum, menyimpulkan, menguraikan, mengartikan, memperkirakan |
| C3 โ Menerapkan | menerapkan, menggunakan, melaksanakan, mengoperasikan, menghitung, mendemonstrasikan, memecahkan (masalah), mengimplementasikan, memodifikasi, menyelesaikan |
| C4 โ Menganalisis | menganalisis, membedakan, mengorganisasikan, merinci, mengaitkan, menyeleksi, mendiagnosis, membandingkan, mengurutkan, memilah |
| C5 โ Mengevaluasi | menilai, mengkritik, membuktikan, memprediksi, mempertahankan (pendapat), memvalidasi, menyimpulkan, membandingkan, mengetes, menafsirkan |
| C6 โ Mencipta | merancang, menyusun, mengembangkan, merumuskan, mengombinasikan, menciptakan, membangun, merencanakan, memformulasikan, mengarang |
Perlu dicatat: beberapa kata kerja di atas โ misalnya “membandingkan” atau “menyimpulkan” โ muncul di lebih dari satu level. Ini bukan kesalahan tabel, melainkan konsekuensi wajar dari sifat kontekstual KKO: kata kerja yang sama bisa menuntut proses kognitif berbeda tergantung objek dan kompleksitas tugasnya. “Membandingkan dua jenis tumbuhan berdasarkan ciri fisik” ada di level C2, sementara “membandingkan efektivitas dua kebijakan berdasarkan data” jelas menuntut C4 atau C5. Yang menentukan levelnya adalah tuntutan kognitif di balik kata kerja, bukan kata kerjanya semata โ prinsip yang sama dipakai Tim Pusat Penilaian Pendidikan (Puspendik) Kemendikbud dalam Panduan Penulisan Soal (2019) saat menentukan level kognitif suatu butir soal berdasarkan stimulus dan tuntutan pertanyaannya, bukan sekadar kata kerja yang tertulis di kisi-kisi. Penjelasan lebih detail soal tingkatan ini ada di artikel tingkatan taksonomi Bloom.
Tabel KKO Ranah Afektif (A1-A5) dan Psikomotor (P1-P5)
Selain kognitif, taksonomi Bloom juga mencakup ranah afektif (sikap dan nilai) yang dirumuskan Krathwohl, Bloom, & Masia (1964), serta ranah psikomotor (keterampilan gerak) yang salah satu rumusannya disusun oleh Dave (1970). Dua ranah ini kerap terlewat saat menyusun tujuan pembelajaran, padahal keduanya wajib muncul terutama untuk mapel praktik, PJOK, seni budaya, atau capaian sikap dalam kurikulum merdeka.
Tabel KKO Ranah Afektif:
| Level | Kata Kerja Operasional (contoh) |
|---|---|
| A1 โ Menerima | menerima, mengikuti, memilih, menanyakan, mendengarkan |
| A2 โ Menanggapi | menjawab, membantu, mendiskusikan, melaporkan, menceritakan |
| A3 โ Menilai | meyakini, melengkapi, memprakarsai, mengambil bagian, mengusulkan |
| A4 โ Mengorganisasikan | mengubah, mengatur, menggabungkan, membandingkan, menyusun |
| A5 โ Menghayati/Karakterisasi | membiasakan, melayani, mempertimbangkan, mengelola, menunjukkan (sikap konsisten) |
Tabel KKO Ranah Psikomotor:
| Level | Kata Kerja Operasional (contoh) |
|---|---|
| P1 โ Peniruan | meniru, mengikuti, mengulangi, mematuhi |
| P2 โ Manipulasi | mempraktikkan, mengulangi (sesuai instruksi), membangun, mengikuti (prosedur) |
| P3 โ Presisi | menunjukkan, melengkapi, mendemonstrasikan (dengan akurasi), mengkalibrasi |
| P4 โ Artikulasi | mengoordinasikan, mengintegrasikan, menyesuaikan, mengombinasikan (gerakan) |
| P5 โ Naturalisasi | merancang (gerakan otomatis), menciptakan, mengelola, menyempurnakan |
Kata kerja psikomotor di atas adalah starter bank โ tingkat presisinya sangat bergantung konteks mapel. “Mendemonstrasikan” pada P3 untuk PJOK bisa berarti teknik lempar bola yang akurat, sementara untuk mapel TIK bisa berarti mengoperasikan software sesuai prosedur standar tanpa kesalahan. Sesuaikan pilihan kata kerja dengan aktivitas nyata di kelas, bukan sekadar menyalin dari tabel.
Infografis KKO Tiga Ranah (Kognitif, Afektif, Psikomotor)
Supaya lebih praktis disimpan dan tidak perlu bolak-balik scroll setiap butuh referensi cepat, tabel kognitif, afektif, dan psikomotor di atas juga akan tersedia dalam satu infografis ringkas yang bisa langsung diunduh. Kalau Anda mencari versi PDF untuk disimpan atau dicetak, infografis di bawah ini bisa jadi alternatif yang lebih ringkas โ tanpa perlu mengunduh file terpisah.

Contoh Penerapan KKO dalam Kalimat Tujuan Pembelajaran
Daftar kata kerja saja sering kurang membantu kalau belum terbiasa merangkainya jadi kalimat tujuan pembelajaran (TP) atau IPK yang utuh. Polanya secara umum:
“Melalui [aktivitas], siswa dapat [KKO] [objek pembelajaran] dengan [kriteria/kondisi].”
Berikut contoh dari beberapa level berbeda, sengaja dicampur antara ranah kognitif, afektif, dan psikomotor supaya terlihat variasinya:
- C3 (Menerapkan): Melalui praktikum sederhana, siswa dapat menerapkan konsep gaya gesek untuk menjelaskan mengapa sepeda yang direm mendadak tetap tergelincir di jalan basah.
- C5 (Mengevaluasi): Setelah membandingkan dua artikel berita dari media berbeda, siswa dapat menilai kredibilitas masing-masing sumber berdasarkan kejelasan data dan rekam jejak penulis.
- P3 (Presisi): Melalui latihan berulang di kolam renang, siswa dapat mendemonstrasikan teknik pernapasan gaya bebas dengan tingkat kesalahan minimal saat diamati guru.
Perhatikan bahwa kata kerja saja tidak cukup โ objek pembelajaran dan kriteria keberhasilan sama pentingnya, karena keduanya yang membuat tujuan pembelajaran bisa diukur, bukan sekadar bisa dibaca. Kalau ingin melihat contoh soal per level kognitif (bukan contoh TP/IPK seperti di atas), itu sudah dibahas tuntas di tingkatan taksonomi Bloom.
Menerapkan KKO ke RPP dan Modul Ajar
Setelah KKO dan tujuan pembelajarannya terumuskan, langkah selanjutnya biasanya menuangkannya ke perangkat ajar. Kalau Anda masih menyusun dari nol, dua referensi berikut bisa membantu:
- Contoh RPP Kurikulum Merdeka โ untuk format dan struktur RPP lengkap.
- Modul Ajar Kurikulum Merdeka โ untuk penyusunan modul ajar yang selaras dengan capaian pembelajaran.
Kalau proses menyusun RPP terasa memakan waktu, ada juga opsi mempercepatnya dengan bantuan AI โ dibahas di cara membuat RPP dengan AI.
Langkah Berikutnya: Dari Tujuan Pembelajaran ke Perangkat Ajar Digital
Dokumen RPP yang rapi idealnya tidak berhenti di atas kertas atau file Word saja. Begitu tujuan pembelajaran dan IPK-nya final, langkah berikutnya adalah menuangkannya ke perangkat ajar yang bisa diakses siswa langsung dan progresnya bisa dipantau guru โ di sinilah aplikasi e-learning berbasis web e-ujian.id bisa membantu, mulai dari distribusi modul ajar, penugasan berbasis tujuan pembelajaran, sampai pemantauan capaian belajar per siswa secara real-time.
Referensi
- Anderson, L. W., & Krathwohl, D. R. (2001). A Taxonomy for Learning, Teaching, and Assessing: A Revision of Bloom’s Taxonomy of Educational Objectives. New York: Longman.
- Bloom, B. S. (1956). Taxonomy of Educational Objectives: The Classification of Educational Goals. New York: David McKay.
- Krathwohl, D. R., Bloom, B. S., & Masia, B. B. (1964). Taxonomy of Educational Objectives, Handbook II: Affective Domain. New York: David McKay.
- Dave, R. H. (1970). Psychomotor levels. Dalam R. J. Armstrong (Ed.), Developing and Writing Behavioral Objectives. Tucson, AZ: Educational Innovators Press.
- Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Buku Pegangan Pembelajaran Berorientasi pada Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Jakarta: Kemendikbud. Tersedia di repositori.kemdikbud.go.id.
- Tim Pusat Penilaian Pendidikan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2019). Panduan Penulisan Soal.