Soal TKA SD Kelas 6 Matematika: Bank Soal & Pembahasan Lengkap

Adik-adik, Ayah, dan Bunda yang sedang menyiapkan diri menghadapi TKA SD Kelas 6, artikel ini khusus membahas Matematika secara mendalam. Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah kegiatan pengukuran capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum yang berlaku. Kalau Anda belum familiar dengan istilahnya, kami sudah membahas apa itu TKA dan bedanya dengan Ujian Nasional secara lengkap di artikel tersendiri. Di sini, kami fokus 100% pada soal dan pembahasan Matematika dengan penjelasan langkah demi langkah. Anda akan menemukan contoh soal dari berbagai topik materi, cara mengerjakannya yang mudah dipahami, hingga strategi agar tidak terjebak saat ujian.
- Materi Matematika yang Diuji dalam TKA SD Kelas 6
- Contoh Soal TKA SD Kelas 6 Matematika dan Pembahasannya
- Soal 1 — Operasi Hitung Campuran (Bilangan)
- Soal 2 — Operasi Pecahan dan Diskon (Bilangan)
- Soal 3 — KPK dan Kelipatan Persekutuan (Bilangan)
- Soal 4 — Pengukuran Satuan dan Konversi (Pengukuran)
- Soal 5 — Volume Bangun Ruang (Pengukuran & Geometri)
- Soal 6 — Identifikasi Bangun Datar dan Simetri (Geometri)
- Soal 7 — Membaca Diagram dan Analisis Data (Data dan Statistika)
- Soal 8 — Pola Bilangan (Aljabar Dasar) – HOTS
- Tips Mengerjakan Soal Matematika TKA agar Tidak Terjebak
- Download Kumpulan Soal TKA SD Kelas 6 Matematika (PDF)
- Latihan Soal TKA SD Kelas 6 Matematika secara Online
- FAQ Seputar Soal TKA SD Kelas 6 Matematika
- Referensi
Materi Matematika yang Diuji dalam TKA SD Kelas 6

Berdasarkan Kurikulum Merdeka Fase C (kelas 5–6) dan kisi-kisi resmi yang diterbitkan Pusmendik (Pusat Asesmen Pendidikan), TKA Matematika SD tidak hanya mengukur kemampuan menghitung, melainkan kemampuan siswa dalam memahami fakta, konsep, prinsip, dan prosedur matematika, serta kemampuan menyelesaikan masalah (problem solving). Materi yang diuji mencakup lima domain utama berikut:
Bilangan
Domain ini mencakup operasi hitung campuran pada bilangan cacah, pecahan dalam berbagai bentuk (biasa, desimal, persen), serta pemahaman tentang Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB). Siswa diharapkan tidak sekadar menghitung, tetapi memahami konsep bilangan dan dapat menerapkannya dalam soal cerita yang kontekstual. Misalnya, soal tentang membagi barang atau mengelola uang jajan dengan pecahan dan diskon persen.
Pengukuran
Pengukuran mencakup pemahaman satuan panjang, berat, waktu, luas, dan volume bangun ruang seperti kubus dan balok. Siswa perlu terampil mengonversi satuan (misalnya cm ke m, gram ke kg) dan menerapkannya untuk menghitung kebutuhan material, waktu perjalanan, atau kapasitas wadah. Soal-soal pengukuran sering disajikan dalam bentuk cerita yang memerlukan estimasi dan perhitungan yang cermat.
Geometri
Geometri menguji pemahaman siswa tentang sifat-sifat bangun datar (jumlah sisi, sudut, simetri) dan bangun ruang (visualisasi spasial, konstruksi bangun). Siswa harus dapat mengidentifikasi bangun dari ciri-ciri tertentu dan memahami bagaimana bangun dapat diputar atau dilipat serta simetri lipat dan simetri putar.
Data dan Statistika
Domain ini meliputi kemampuan membaca dan menyajikan data dalam berbagai bentuk: tabel, piktogram, diagram batang, dan diagram lingkaran. Siswa juga perlu dapat mencari informasi dari data (seperti kategori terbanyak, selisih data, rata-rata/mean sederhana). Soal data biasanya bersifat praktis dan dekat dengan kehidupan siswa, misalnya hasil survei hobi kelas atau penjualan barang.
Aljabar Dasar dan Pola Bilangan
Aljabar dasar mencakup kemampuan melanjutkan pola bilangan, memahami hubungan antar bilangan dalam pola, serta menyelesaikan kalimat matematika sederhana. Siswa perlu mengamati pola dengan teliti dan dapat mengidentifikasi aturan yang berlaku untuk memprediksi bilangan atau gambar berikutnya.
Contoh Soal TKA SD Kelas 6 Matematika dan Pembahasannya
Bagian ini adalah inti dari pembelajaran Anda. Setiap soal dilengkapi pembahasan step-by-step yang menunjukkan proses berpikir, bukan hanya jawaban akhir. Pahami cara berpikir di balik setiap langkah agar Anda bisa mengerjakan soal serupa dengan percaya diri.
Soal 1 — Operasi Hitung Campuran (Bilangan)
Soal: Ibu membeli 2 kg gula pasir seharga Rp 28.000 per kg. Ibu juga membeli 3 bungkus teh seharga Rp 5.500 per bungkus dan 4 botol minyak goreng seharga Rp 9.000 per botol. Berapa total uang yang harus dikeluarkan Ibu untuk semua pembelian tersebut?
Pembahasan:
Diketahui:
- Gula pasir: 2 kg × Rp 28.000/kg
- Teh: 3 bungkus × Rp 5.500/bungkus
- Minyak goreng: 4 botol × Rp 9.000/botol
Langkah 1: Hitung biaya masing-masing barang
- Biaya gula pasir = 2 × 28.000 = Rp 56.000
- Biaya teh = 3 × 5.500 = Rp 16.500
- Biaya minyak goreng = 4 × 9.000 = Rp 36.000
Langkah 2: Jumlahkan semua biaya Total = 56.000 + 16.500 + 36.000 = Rp 108.500
Jawaban: Ibu harus mengeluarkan Rp 108.500
Soal 2 — Operasi Pecahan dan Diskon (Bilangan)
Soal: Toko Buku “Cerdas” mengadakan diskon 20% untuk semua buku. Harga buku matematika adalah Rp 60.000. Buku cerita anak adalah 3/4 dari harga buku matematika. Berapa harga buku cerita anak setelah mendapatkan diskon 20%?
Pembahasan:
Diketahui:
- Harga buku matematika = Rp 60.000
- Harga buku cerita = 3/4 × harga buku matematika
- Diskon = 20%
Langkah 1: Hitung harga buku cerita sebelum diskon Harga buku cerita = 3/4 × 60.000 = (3 × 60.000) ÷ 4 = 180.000 ÷ 4 = Rp 45.000
Langkah 2: Hitung besar diskon Diskon 20% = 20/100 × 45.000 = 1/5 × 45.000 = Rp 9.000
Langkah 3: Hitung harga setelah diskon Harga akhir = 45.000 − 9.000 = Rp 36.000
Jawaban: Harga buku cerita anak setelah diskon adalah Rp 36.000
Soal 3 — KPK dan Kelipatan Persekutuan (Bilangan)
Soal: Lampu merah di jalan menyala setiap 8 detik, sementara lampu hijau menyala setiap 12 detik. Jika pada detik ke-0 kedua lampu menyala bersamaan, pada detik ke berapa kedua lampu akan menyala bersamaan lagi untuk pertama kalinya?
Pembahasan:
Diketahui:
- Lampu merah menyala: setiap 8 detik (kelipatan: 8, 16, 24, 32, 40, …)
- Lampu hijau menyala: setiap 12 detik (kelipatan: 12, 24, 36, 48, …)
- Mencari: waktu ketika kedua lampu menyala bersamaan
Langkah 1: Cari Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dari 8 dan 12
Faktor dari 8 = 2³ Faktor dari 12 = 2² × 3
KPK = 2³ × 3 = 8 × 3 = 24
Langkah 2: Verifikasi dengan kelipatan
- Kelipatan 8: 8, 16, 24, 32, …
- Kelipatan 12: 12, 24, 36, …
Kedua angka memiliki kesamaan di 24.
Jawaban: Kedua lampu akan menyala bersamaan lagi pada detik ke-24
Soal 4 — Pengukuran Satuan dan Konversi (Pengukuran)
Soal: Ayah ingin mengecat dinding rumah. Luas dinding yang akan dicat adalah 45 m². Satu kaleng cat dapat menutupi 15.000 cm². Berapa kaleng cat yang harus dibeli Ayah untuk mengecat seluruh dinding?
Pembahasan:
Diketahui:
- Luas dinding = 45 m²
- Daya tutup per kaleng = 15.000 cm²
- Perlu: jumlah kaleng cat
Langkah 1: Konversi satuan agar seragam (ubah m² ke cm²) Ingat: 1 m = 100 cm, maka 1 m² = 100 cm × 100 cm = 10.000 cm² Luas dinding = 45 m² = 45 × 10.000 cm² = 450.000 cm²
Langkah 2: Hitung jumlah kaleng cat yang dibutuhkan Jumlah kaleng = Luas dinding ÷ Daya tutup per kaleng = 450.000 ÷ 15.000 = 30 kaleng
Jawaban: Ayah harus membeli 30 kaleng cat
Soal 5 — Volume Bangun Ruang (Pengukuran & Geometri)
Soal: Sebuah kolam renang berbentuk balok dengan panjang 10 m, lebar 6 m, dan kedalaman 2 m. Jika kolam akan diisi air hingga penuh, berapa liter air yang dibutuhkan? (Catatan: 1 m³ = 1.000 liter)
Pembahasan:
Diketahui:
- Balok: panjang (p) = 10 m, lebar (l) = 6 m, tinggi (t) = 2 m
- Konversi: 1 m³ = 1.000 liter
Langkah 1: Rumus volume balok Volume = p × l × t
Langkah 2: Hitung volume dalam m³ Volume = 10 × 6 × 2 = 60 × 2 = 120 m³
Langkah 3: Konversi ke liter Volume dalam liter = 120 m³ × 1.000 = 120.000 liter
Jawaban: Dibutuhkan 120.000 liter air untuk mengisi kolam hingga penuh
Soal 6 — Identifikasi Bangun Datar dan Simetri (Geometri)
Soal: Berikut adalah sifat-sifat sebuah bangun datar:
- Memiliki 4 sisi yang sama panjang
- Memiliki 4 sudut yang semuanya siku-siku (90°)
- Memiliki 2 diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan tegak lurus
Bangun datar apakah itu? Berapa banyak sumbu simetri yang dimiliki bangun tersebut?
Pembahasan:
Diketahui: Sifat-sifat bangun: 4 sisi sama panjang, 4 sudut siku-siku, 2 diagonal sama panjang dan saling tegak lurus.
Langkah 1: Identifikasi bangun Cek sifat-sifat:
- Persegi panjang: 4 sisi, tetapi hanya sisi yang berhadapan yang sama panjang → tidak sesuai
- Belah ketupat: 4 sisi sama panjang, tetapi sudutnya bukan semua siku-siku → tidak sesuai
- Persegi: 4 sisi sama panjang ✓, 4 sudut siku-siku ✓, 2 diagonal sama panjang dan saling tegak lurus ✓
Jadi, bangun tersebut adalah Persegi.
Langkah 2: Hitung sumbu simetri persegi Persegi memiliki 4 sumbu simetri:
- 2 sumbu simetri dari garis yang menghubungkan titik tengah sisi yang berhadapan (horizontal dan vertikal)
- 2 sumbu simetri dari diagonal (garis miring)
Jawaban: Bangun tersebut adalah persegi, dan memiliki 4 sumbu simetri
Soal 7 — Membaca Diagram dan Analisis Data (Data dan Statistika)
Soal: Sebuah sekolah melakukan survei tentang makanan favorit siswa kelas 6. Hasilnya disajikan dalam diagram batang berikut:
| Jenis Makanan | Jumlah Siswa |
|---|---|
| Nasi Goreng | 8 |
| Gado-Gado | 6 |
| Soto Ayam | 10 |
| Bakso | 7 |
| Lumpia | 4 |
Berapa selisih jumlah siswa yang menyukai Soto Ayam dengan siswa yang menyukai Lumpia?
Pembahasan:
Diketahui: Dari tabel (diagram):
- Soto Ayam dipilih oleh 10 siswa
- Lumpia dipilih oleh 4 siswa
Langkah 1: Tentukan bilangan yang akan dicari selisihnya Bilangan besar = 10 (Soto Ayam) Bilangan kecil = 4 (Lumpia)
Langkah 2: Hitung selisih Selisih = 10 − 4 = 6 siswa
Jawaban: Selisih jumlah siswa yang menyukai Soto Ayam dan Lumpia adalah 6 siswa
Soal 8 — Pola Bilangan (Aljabar Dasar) – HOTS
Soal: Perhatikan pola bilangan berikut: 2, 5, 10, 17, 26, …
Bilangan apakah yang seharusnya menggantikan titik-titik tersebut?
Pembahasan:
Diketahui: Pola bilangan: 2, 5, 10, 17, 26, ?
Langkah 1: Cari selisih antar bilangan berurutan (beda tingkat pertama)
- 5 − 2 = 3
- 10 − 5 = 5
- 17 − 10 = 7
- 26 − 17 = 9
- ? − 26 = ?
Selisih antar bilangan: 3, 5, 7, 9, …
Langkah 2: Amati pola dari selisih-selisih tersebut 3, 5, 7, 9, … → ini adalah pola bilangan ganjil yang berurutan, dengan beda 2 untuk setiap selisih.
Selisih berikutnya = 9 + 2 = 11
Langkah 3: Cari bilangan yang dicari Bilangan berikutnya = 26 + 11 = 37
Langkah 4: Verifikasi dengan pola Periksa: apakah pola konsisten?
- 2 = 1² + 1
- 5 = 2² + 1
- 10 = 3² + 1
- 17 = 4² + 1
- 26 = 5² + 1
- 37 = 6² + 1 ✓
Jadi pola umumnya adalah: n² + 1 (dengan n = 1, 2, 3, 4, 5, 6, …)
Jawaban: Bilangan yang dicari adalah 37
Tips Mengerjakan Soal Matematika TKA agar Tidak Terjebak
Mengerjakan soal TKA dengan baik bukan sekadar soal keberuntungan atau hafal rumus. Ada strategi konkret yang dapat diterapkan untuk menghindari kesalahan umum dan meningkatkan akurasi. Berikut beberapa tips praktis:
Pahami Soal Cerita Sebelum Menghitung
Banyak siswa terburu-buru membaca soal cerita dan langsung menghitung tanpa benar-benar memahami apa yang ditanyakan. Akibatnya, mereka menghitung hal yang salah atau lupa mencari jawaban yang sesungguhnya diminta soal. Strategi: baca soal minimal dua kali. Pertama, baca untuk memahami cerita secara keseluruhan. Kedua, baca sambil menandai informasi penting dan pertanyaan. Tanyakan pada diri sendiri: “Apa yang diketahui? Apa yang dicari?”
Perhatikan Satuan dengan Seksama
Jebakan umum di soal pengukuran adalah pergantian satuan. Misalnya, soal menyebutkan luas dalam m², tetapi perhitungan harus dilakukan dalam cm². Jika Anda tidak teliti, hasil akhir akan berbeda jauh (hingga 10.000 kali lebih besar atau kecil!). Tips: sebelum menghitung, pastikan semua satuan seragam. Tulis konversi satuan di sisi kertas agar tidak lupa.
Coret Pilihan Ganda yang Sudah Pasti Salah
Untuk soal pilihan ganda, teknik eliminasi sangat membantu mengurangi opsi yang mungkin. Misalnya, jika hasil akhir harus positif, coret semua opsi negatif. Jika opsi berisi “jutaan”, tetapi Anda menghitung “ratusan”, coret opsi itu. Strategi ini menghemat waktu dan meningkatkan peluang menebak dengan benar jika Anda tidak yakin.
Latihan Rutin dengan Simulasi Waktu
Persiapan terbaik adalah latihan rutin yang mensimulasikan kondisi ujian nyata. Mengerjakan soal dengan rileks di rumah sangat berbeda dengan mengerjakan soal saat ujian berlangsung dengan tekanan waktu. Oleh karena itu, cobalah mengerjakan latihan soal TKA SD kelas 6 dengan simulasi timer secara berkala. Kebiasaan ini membuat Anda terbiasa dengan tekanan waktu dan meningkatkan kecepatan serta akurasi pengerjaan.
Download Kumpulan Soal TKA SD Kelas 6 Matematika (PDF)
Untuk siswa dan guru yang ingin berlatih secara lebih intensif atau mencetak soal untuk belajar offline, kami menyediakan kumpulan soal TKA SD Kelas 6 Matematika dalam format PDF. File PDF berisi 40 soal pilihan ganda dan isian singkat yang dibahas lengkap dengan kunci jawaban dan penjelasan step-by-step, jauh lebih banyak dari contoh-contoh yang kami sajikan di artikel ini.
Kumpulan soal PDF ini dirancang khusus untuk latihan mandiri dan dapat dicetak agar lebih mudah dipelajari tanpa perlu membuka layar komputer. Download soal TKA SD kelas 6 dalam format PDF dan mulai berlatih kapan saja, di mana saja.
Latihan Soal TKA SD Kelas 6 Matematika secara Online
Selain membaca pembahasan di artikel ini dan mengunduh PDF, cara terbaik untuk mempersiapkan diri adalah dengan berlatih melalui simulasi ujian online yang interaktif. Platform kami menyediakan simulasi latihan soal TKA SD kelas 6 online yang dilengkapi fitur:
- Timer otomatis yang menghitung mundur, sesuai dengan kondisi ujian sungguhan
- Koreksi langsung setelah Anda selesai mengerjakan, sehingga Anda langsung tahu jawaban mana yang benar atau salah
- Variasi soal yang berbeda setiap kali Anda berlatih, sehingga tidak terjadi hafal soal
Dengan berlatih secara rutin menggunakan simulasi online, Anda akan terbiasa dengan format soal, tipe pertanyaan, dan manajemen waktu—kunci utama sukses di TKA. Selain itu, sistem kami juga mendukung sekolah dan guru yang ingin menggunakan sistem ujian online berbasis CBT (Computer Based Test) untuk monitoring kemajuan siswa secara real-time.
FAQ Seputar Soal TKA SD Kelas 6 Matematika
Berikut pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan oleh siswa, orang tua, dan guru mengenai TKA Matematika SD kelas 6:
1. Apa saja materi Matematika yang keluar di TKA SD kelas 6?
Berdasarkan kisi-kisi resmi Pusmendik, materi Matematika TKA SD kelas 6 mencakup lima domain utama: Bilangan (operasi hitung campuran, pecahan, desimal, persen, FPB/KPK), Pengukuran (satuan panjang/berat/waktu, luas, volume), Geometri (sifat bangun datar/ruang, simetri, sudut), Data dan Statistika (tabel, diagram, rata-rata), serta Aljabar Dasar (pola bilangan, kalimat matematika). Semua materi ini mengacu pada Kurikulum Merdeka Fase C (kelas 5–6).
2. Apakah soal TKA Matematika sama dengan soal Ujian Nasional dulu?
Tidak. TKA berbeda signifikan dengan Ujian Nasional (UN) yang dulu pernah ada. Anda dapat melihat perbedaan detail antara TKA dan UN di artikel kami. Secara garis besar, TKA lebih menekankan penalaran dan pemecahan masalah (problem solving) daripada hafalan rumus. Soal TKA sering disajikan dalam bentuk cerita (kontekstual) yang dekat dengan kehidupan siswa, bukan soal kalkulasi telanjang.
3. Berapa jumlah soal Matematika dalam TKA SD?
Berdasarkan ketentuan resmi Kemendikdasmen untuk pelaksanaan TKA SD 2026, TKA Matematika SD terdiri dari 30 soal yang dikerjakan dalam waktu 75 menit. Soal dapat berupa pilihan ganda sederhana, pilihan ganda kompleks (multiple answer), atau isian singkat. Perlu dicatat, ketentuan jumlah soal dan durasi ini bisa saja disesuaikan pemerintah dari tahun ke tahun, jadi selalu cek informasi terbaru dari Pusmendik menjelang pelaksanaan TKA.
4. Bagaimana cara terbaik berlatih soal TKA Matematika di rumah?
Cara terbaik adalah kombinasi dari tiga metode: (a) membaca dan memahami pembahasan soal (seperti yang kami sajikan di artikel ini), (b) mengerjakan soal dari berbagai sumber dan mencatat kesalahan, (c) berlatih dengan simulasi online atau timer agar terbiasa dengan tekanan waktu ujian. Jangan hanya membaca atau menghafal—praktik langsung adalah kunci.
5. Apakah ada soal HOTS di TKA SD kelas 6 Matematika?
Ya, TKA Matematika SD mencakup soal-soal HOTS (Higher Order Thinking Skills). Soal HOTS menuntut siswa tidak hanya menghafal rumus, tetapi juga menganalisis, membandingkan, membuat kesimpulan, dan menyelesaikan masalah kompleks yang melibatkan kombinasi beberapa konsep. Contohnya adalah soal pola bilangan yang memerlukan identifikasi aturan terlebih dahulu sebelum menemukan jawaban. Persiapan untuk soal HOTS memerlukan latihan berkelanjutan dan pemahaman konsep yang kuat, bukan sekadar hafalan.
Persiapan TKA Matematika SD kelas 6 memerlukan dedikasi, pemahaman konsep yang kuat, dan latihan rutin. Artikel ini memberikan panduan lengkap: mulai dari memahami materi yang diuji, mempelajari contoh soal dengan pembahasan detail, menguasai tips pengerjaan, hingga berlatih dengan simulasi online. Ingat, tidak ada jalan pintas—yang ada hanya kerja keras yang terstruktur.
Untuk melihat topik mata pelajaran lain di TKA SD kelas 6, kunjungi kumpulan soal TKA SD kelas 6 semua mapel. Kombinasi belajar membaca pembahasan + mengunduh PDF + berlatih online adalah strategi paling efektif untuk mencapai skor maksimal di TKA. Selamat belajar, dan percayakan diri Anda untuk sukses!
Referensi
- Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik). (2025). Kisi-Kisi Tes Kemampuan Akademik (TKA) SD/MI/Sederajat. Kemendikdasmen Republik Indonesia.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2025). Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2024). Kurikulum Merdeka – Capaian Pembelajaran Fase C (Kelas V dan VI SD/MI). Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.