Sulingjar 2026 (Survei Lingkungan Belajar): Panduan Lengkap Pengisian, Jadwal, dan Cara Memanfaatkan Hasilnya untuk Meningkatkan Mutu Sekolah

hero artikel sulingjar 2026 survei lingkungan belajar

Setiap tahun, sekolah di seluruh Indonesia mengikuti berbagai evaluasi pendidikan untuk mengetahui kondisi pembelajaran dan lingkungan belajar di satuan pendidikan masing-masing. Salah satu evaluasi yang paling banyak dicari informasinya belakangan ini adalah Survei Lingkungan Belajar, atau yang lebih akrab disebut Sulingjar.

Pada pelaksanaan Sulingjar 2026, banyak guru dan kepala sekolah mencari informasi mengenai jadwal pengisian, link login resmi, cara mengisi survei, serta apakah Sulingjar berpengaruh terhadap penilaian guru.

Namun, masih banyak guru dan kepala sekolah yang bertanya-tanya: apakah Sulingjar itu semacam ujian? Apa saja yang harus disiapkan? Apakah jawaban yang diberikan akan memengaruhi penilaian pribadi seorang guru?

Artikel ini membahas secara lengkap tentang Sulingjar 2026, mulai dari pengertian, tujuan, jadwal resmi, cara login dan mengisi, apa saja yang diukur, hingga bagaimana hasilnya bisa dimanfaatkan sekolah untuk benar-benar meningkatkan mutu pendidikan β€” bukan sekadar formalitas tahunan.

Ringkasan Sulingjar 2026

InformasiDetail
NamaSurvei Lingkungan Belajar (Sulingjar)
Tahun2026
PesertaGuru dan kepala sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK
Periode Pengisian20 Juli 2026 – 17 Agustus 2026
TujuanMemotret kualitas lingkungan belajar di satuan pendidikan
LoginPortal resmi Kemendikdasmen
HasilMenjadi bagian dari Rapor Pendidikan

1. Apa Itu Sulingjar 2026?

Sulingjar adalah singkatan dari Survei Lingkungan Belajar, yaitu instrumen daring yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) sebagai bagian dari rangkaian Asesmen Nasional. Survei ini dirancang untuk memotret kondisi nyata iklim belajar di sekolah, mulai dari budaya belajar, praktik mengajar guru, kepemimpinan kepala sekolah, hingga iklim keamanan dan kenyamanan di lingkungan sekolah.

Yang penting untuk dipahami sejak awal, berikut adalah beberapa hal yang bukan merupakan tujuan dari Sulingjar:

Sulingjar BukanPenjelasan
Ujian untuk siswaSulingjar diisi oleh guru dan kepala sekolah, bukan oleh siswa
Tes kompetensi guruTidak mengukur kemampuan akademik atau profesional guru secara individu
Penilaian kinerja individuTidak memberikan nilai atau skor pribadi kepada guru maupun kepala sekolah

Sulingjar justru lebih tepat disebut sebagai bentuk evaluasi mandiri (self-assessment) yang dilakukan bersama-sama oleh warga sekolah, untuk menggambarkan bagaimana kondisi sesungguhnya di satuan pendidikan tempat mereka bertugas selama satu tahun ajaran terakhir. Hasilnya dilaporkan sebagai potret satu sekolah secara keseluruhan, bukan sebagai nilai atau rapor pribadi seorang guru maupun kepala sekolah.

Pada pelaksanaan tahun 2026, Sulingjar diikuti oleh kepala satuan pendidikan dan guru pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK yang datanya sudah tercatat di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) atau Education Management Information System (EMIS).


2. Tujuan Pelaksanaan Sulingjar 2026

Ada tiga tujuan besar yang ingin dicapai lewat pelaksanaan Sulingjar setiap tahunnya.

a. Mengukur Kualitas Lingkungan Belajar

Survei ini melihat suasana sekolah secara umum, termasuk rasa aman siswa dan guru, kenyamanan selama proses belajar-mengajar, serta hubungan antarwarga sekolah.

b. Memahami Praktik Pembelajaran

Sulingjar juga menggali bagaimana proses pembelajaran berlangsung di kelas, sejauh mana guru mendapat dukungan dalam mengajar, serta bagaimana kepemimpinan kepala sekolah memengaruhi kualitas belajar-mengajar.

c. Mendukung Perencanaan dan Perbaikan Mutu Sekolah

Data hasil Sulingjar nantinya diolah menjadi bagian dari Rapor Pendidikan, yang kemudian digunakan sekolah sebagai dasar evaluasi, perencanaan program, dan perbaikan mutu pendidikan secara berkelanjutan.


3. Siapa yang Wajib Mengisi Sulingjar 2026?

Responden Sulingjar terdiri atas kepala satuan pendidikan dan guru yang terdaftar dalam Dapodik atau EMIS pada satuan pendidikannya masing-masing.

PesertaPeran dalam Survei
Kepala SekolahMemberikan gambaran tentang pengelolaan sekolah, kepemimpinan, dan iklim satuan pendidikan
GuruMemberikan pengalaman tentang proses pembelajaran, praktik mengajar, dan dukungan yang diterima
Siswa (pada beberapa instrumen Asesmen Nasional lain)Memberikan perspektif peserta didik terhadap lingkungan belajar

Karena hasil Sulingjar dilaporkan sebagai potret satuan pendidikan, partisipasi seluruh guru dan kepala sekolah sangat menentukan akurasi gambaran yang dihasilkan. Semakin banyak yang mengisi secara jujur dan objektif, semakin representatif pula data yang diperoleh sekolah.


4. Jadwal Sulingjar 2026

Ini bagian yang paling banyak dicari, karena jadwal Sulingjar 2026 sempat mengalami perubahan dari rencana awal.

Kapan Sulingjar 2026 Dilaksanakan?

Pelaksanaan Sulingjar 2026 berlangsung pada 20 Juli 2026 – 17 Agustus 2026, setelah jadwalnya dimajukan dari rencana awal. Berikut rincian lengkapnya:

InformasiKeterangan
Nama KegiatanSurvei Lingkungan Belajar (Sulingjar)
Tahun Pelaksanaan2026
Periode Pengisian20 Juli 2026 – 17 Agustus 2026
PesertaKepala satuan pendidikan dan guru jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK
MetodeDaring (online) melalui portal resmi Kemendikdasmen
Dasar Perubahan JadwalSurat Edaran Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026

Rencana awal, Sulingjar 2026 dijadwalkan berlangsung pada 3–31 Agustus 2026. Namun, jadwal tersebut kemudian dimajukan menjadi 20 Juli–17 Agustus 2026 agar proses pengolahan data dapat selesai lebih awal, sehingga hasilnya bisa lebih cepat dimanfaatkan dalam penyusunan Rapor Pendidikan dan Perencanaan Berbasis Data (PBD) di setiap satuan pendidikan.

Peserta tidak diwajibkan mengisi survei pada hari pertama periode pelaksanaan. Pengisian bisa dilakukan kapan saja selama masih dalam rentang waktu tersebut. Meski demikian, sebaiknya jangan menunda hingga mendekati batas akhir, mengingat kemungkinan lonjakan trafik server dan kendala teknis lain menjelang penutupan.

Catatan: Selalu cek pengumuman resmi dari sekolah atau dinas pendidikan setempat karena jadwal teknis di lapangan bisa saja disesuaikan mengikuti jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional pada masing-masing jenjang.

Disclaimer: Jadwal pelaksanaan Sulingjar 2026 di atas dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan resmi Kemendikdasmen. Sekolah, guru, dan kepala sekolah disarankan untuk selalu memeriksa pengumuman terbaru melalui kanal resmi Kemendikdasmen sebelum bertindak berdasarkan informasi jadwal ini.


Guru dan kepala sekolah dapat melakukan pengisian Sulingjar 2026 melalui portal resmi:

surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id/login

Sementara itu, untuk operator sekolah, pemantauan progres pengisian dapat dilakukan melalui dashboard:

dashboardslb.kemdikbud.go.id

Pastikan selalu menggunakan portal resmi Kemendikdasmen di atas untuk menghindari kesalahan saat memasukkan data login maupun risiko mengakses situs tidak resmi.


6. Cara Mengisi Sulingjar 2026 (Langkah demi Langkah)

Bagian ini penting untuk dipahami secara detail, sebab kesalahan kecil saat login sering membuat proses pengisian tertunda.

Langkah 1: Siapkan Kartu Login

Setiap responden akan menerima kartu login yang biasanya dicetak dan dibagikan oleh operator atau proktor sekolah. Kartu ini memuat data penting yang dibutuhkan untuk masuk ke sistem, yaitu:

  • Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN)
  • Token/kode akses
  • Nomor Induk Kependudukan (NIK)
  • Tanggal lahir sesuai data Dapodik/EMIS

Kartu login dapat dicetak ulang oleh operator sekolah melalui laman dashboard Sulingjar apabila hilang atau belum diterima.

Kunjungi portal resmi pengisian Sulingjar 2026 di:

surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id/login

Sementara itu, operator atau proktor sekolah dapat memantau progres pengisian melalui laman dashboard di dashboardslb.kemdikbud.go.id.

Langkah 3: Login Menggunakan Data yang Tersedia

Masukkan data sesuai urutan berikut:

  1. Isikan NPSN sesuai yang tertera di kartu login
  2. Isikan token sesuai yang tertera di kartu login
  3. Isikan NIK sesuai data Dapodik/EMIS
  4. Isikan tanggal lahir sesuai data yang terdaftar

Langkah 4: Mengisi Instrumen Survei

Setelah berhasil login, responden akan disajikan sejumlah pertanyaan yang tersusun dalam beberapa halaman. Jawablah setiap pertanyaan sesuai kondisi nyata di sekolah, bukan berdasarkan jawaban “ideal” yang dianggap paling aman. Nomor halaman biasanya akan berubah warna sebagai tanda bahwa seluruh pertanyaan pada halaman tersebut sudah terjawab.

Langkah 5: Pastikan Seluruh Pertanyaan Terjawab dan Kirim

Periksa kembali seluruh halaman sebelum mengirimkan jawaban akhir. Sebelum sekolah dapat mengisi survei ini, penting juga untuk memastikan data Dapodik dan EMIS sudah terverifikasi dan tervalidasi dengan baik, karena data tersebutlah yang menjadi dasar pencocokan saat login.


7. Persiapan Sebelum Mengisi Sulingjar 2026

Agar proses pengisian berjalan lancar tanpa kendala teknis di tengah jalan, ada beberapa hal yang sebaiknya disiapkan lebih dulu oleh guru, kepala sekolah, maupun operator sekolah:

  • Pastikan data Dapodik/EMIS sudah benar dan termutakhirkan, terutama NIK dan tanggal lahir, karena data inilah yang dicocokkan sistem saat proses login.
  • Siapkan kartu login (NPSN, token, NIK, tanggal lahir) sebelum jadwal pengisian dimulai, agar tidak tertunda hanya karena menunggu kartu dicetak ulang oleh operator.
  • Gunakan perangkat yang stabil, baik komputer maupun laptop, untuk menghindari proses pengisian yang terputus di tengah jalan.
  • Pastikan koneksi internet stabil, idealnya bukan jaringan yang dipakai bersama banyak pengguna sekaligus, terutama mendekati batas akhir periode pengisian.
  • Isi berdasarkan kondisi nyata sekolah, bukan jawaban yang dianggap paling “aman”, karena akurasi data sangat memengaruhi kualitas Rapor Pendidikan yang dihasilkan.

Dengan persiapan yang matang, guru dan kepala sekolah bisa mengisi Sulingjar 2026 dengan lebih tenang dan minim kendala teknis.


8. Apa Saja yang Diukur dalam Sulingjar 2026?

Bagian ini yang sering luput dibahas artikel lain, padahal justru inilah inti dari Sulingjar. Secara umum, survei ini mencakup beberapa aspek utama yang diasumsikan memengaruhi hasil belajar murid:

Iklim Keamanan dan Kebinekaan

Meliputi rasa aman siswa dan guru di lingkungan sekolah, hubungan antarwarga sekolah, serta sejauh mana sekolah menghargai keragaman dan bersikap inklusif terhadap seluruh peserta didik.

Proses dan Praktik Pembelajaran

Meliputi strategi mengajar guru, interaksi selama kegiatan belajar, dan sejauh mana pembelajaran berpusat pada kebutuhan murid.

Kepemimpinan dan Pengelolaan Sekolah

Meliputi peran kepala sekolah dalam mendorong perbaikan berkelanjutan, dukungan terhadap guru, serta pengelolaan sumber daya sekolah secara partisipatif dan transparan.

Dukungan terhadap Kualitas Pembelajaran

Meliputi ketersediaan fasilitas, dukungan pengembangan profesional guru, hingga kolaborasi antarpendidik di sekolah.

Instrumen Sulingjar dirancang untuk memahami faktor-faktor yang mendukung kualitas pembelajaran, bukan hanya melihat hasil akhir belajar siswa. Secara teknis, hasil Sulingjar difokuskan untuk mengisi dua dimensi utama dalam Rapor Pendidikan, yaitu Dimensi D (Mutu dan Relevansi Pembelajaran) dan Dimensi E (Pengelolaan Sekolah yang Partisipatif, Transparan, dan Akuntabel).


9. Contoh Pertanyaan Sulingjar 2026

Untuk memberi gambaran lebih konkret, berikut contoh bentuk pertanyaan yang biasanya berkaitan dengan kondisi sekolah pada setiap aspek yang diukur:

AspekContoh Pertanyaan
Iklim belajarApakah siswa merasa aman selama berada di lingkungan sekolah?
PembelajaranApakah guru mendapat dukungan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran?
KepemimpinanApakah kepala sekolah mendorong kolaborasi antar guru?
Budaya sekolahApakah sekolah menghargai keberagaman antarwarga sekolah?

Perlu dicatat, contoh di atas bukan soal resmi dari Sulingjar 2026, melainkan gambaran umum jenis informasi yang digali survei ini. Bentuk dan urutan pertanyaan sesungguhnya dapat berbeda dan hanya dapat dilihat setelah responden login ke portal resmi.


10. Mengapa Lingkungan Belajar Penting?

Berbagai penelitian pendidikan menunjukkan bahwa kualitas lingkungan belajar memiliki hubungan kuat dengan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan kualitas proses pembelajaran secara keseluruhan.

Dalam konteks Indonesia, pendekatan evaluasi seperti Sulingjar menjadi penting karena mutu sekolah tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik siswa, tetapi juga oleh faktor lingkungan seperti keamanan, budaya belajar, kepemimpinan sekolah, dan praktik pembelajaran guru. Dengan memotret kondisi ini secara berkala, sekolah memiliki data objektif untuk merancang perbaikan yang lebih tepat sasaran, bukan sekadar berdasarkan asumsi.


11. Apakah Sulingjar 2026 Menilai Kinerja Guru?

Tidak. Ini poin yang paling penting untuk diluruskan, karena kekhawatiran ini yang paling banyak membuat guru ragu-ragu menjawab secara jujur.

Sulingjar tidak dirancang untuk memberikan nilai atau skor kepada individu guru maupun kepala sekolah. Hasil survei dilaporkan sebagai gambaran kondisi satu satuan pendidikan secara keseluruhan, bukan sebagai catatan performa personal.

Fungsinya murni untuk melihat kondisi sekolah secara utuh β€” mulai dari input, proses, hingga suasana pembelajaran β€” agar sekolah bisa mengenali kekuatan dan area yang perlu diperbaiki. Justru karena itu, guru dan kepala sekolah didorong untuk mengisi survei secara objektif dan sesuai kondisi nyata, bukan jawaban yang dianggap paling “aman” secara politis.


12. Perbedaan Sulingjar, ANBK, dan Rapor Pendidikan

Banyak yang masih tertukar antara ketiga istilah ini. Berikut perbedaannya secara sederhana:

ProgramFokus Utama
ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer)Mengukur hasil belajar dan kompetensi siswa, seperti literasi dan numerasi
SulingjarMengukur kondisi lingkungan belajar di sekolah, dari sudut pandang guru dan kepala sekolah
Rapor PendidikanMenyajikan gambaran mutu pendidikan satuan pendidikan secara menyeluruh, mengolah data dari ANBK, Sulingjar, dan sumber data lain

Sederhananya, ANBK memotret sisi hasil belajar murid, sementara Sulingjar memotret sisi iklim dan proses di baliknya. Keduanya kemudian digabung dan diringkas dalam Rapor Pendidikan agar sekolah punya gambaran mutu yang lebih utuh β€” bukan hanya dari sisi angka, tetapi juga dari sisi lingkungan yang membentuk angka tersebut.

Tren pemanfaatan teknologi untuk mendukung berbagai bentuk evaluasi seperti ini bisa dibaca selengkapnya di Digital Assessment.


13. Hubungan Sulingjar dengan Rapor Pendidikan

Data yang dikumpulkan lewat Sulingjar tidak berhenti begitu saja setelah periode pengisian selesai. Alurnya kurang lebih seperti ini:

Sulingjar β†’ Data Lingkungan Belajar β†’ Rapor Pendidikan β†’ Perencanaan Berbasis Data β†’ Perbaikan Mutu Sekolah

(Alur ini akan divisualisasikan pada infografis di bagian akhir artikel.)

Setelah periode pengisian selesai, jawaban dari seluruh responden diolah menjadi bagian dari Rapor Pendidikan satuan pendidikan tersebut. Kepala sekolah dan dinas pendidikan kemudian dapat mengunduh dan mempelajari hasilnya untuk menyusun Perencanaan Berbasis Data β€” semacam peta jalan perbaikan yang disusun berdasarkan akar masalah nyata, bukan asumsi.

Agar proses ini berjalan efektif, sekolah tentu membutuhkan sistem pengelolaan yang rapi sejak awal, mulai dari pengolahan data hingga penyusunan rencana perbaikan berdasarkan temuan yang ada.


14. Bagaimana Sekolah Memanfaatkan Hasil Sulingjar?

Inilah bagian yang sering terlewat oleh banyak sekolah: hasil Sulingjar sebenarnya bisa menjadi alat yang sangat berguna, bukan sekadar laporan yang berhenti di atas kertas.

a. Menentukan Prioritas Perbaikan

Misalnya, jika hasil survei menunjukkan skor iklim keamanan yang masih rendah, sekolah bisa mulai merancang program penguatan budaya positif dan pencegahan perundungan sebagai prioritas utama.

b. Meningkatkan Kualitas Pembelajaran

Data dari Sulingjar dapat membantu sekolah merancang pelatihan guru yang lebih tepat sasaran, sesuai kebutuhan nyata yang teridentifikasi dari hasil survei β€” bukan pelatihan yang sifatnya seragam untuk semua sekolah.

c. Membuat Keputusan Berbasis Data

Alih-alih mengandalkan intuisi semata, kepala sekolah dapat menggunakan hasil Sulingjar sebagai salah satu rujukan dalam menyusun kebijakan sekolah. Proses ini akan jauh lebih mudah jika sekolah sudah memiliki sistem pemantauan data yang terintegrasi, seperti yang dibahas di Dashboard Sekolah Digital.


15. Peran Digitalisasi Sekolah dalam Mendukung Evaluasi Pendidikan

Evaluasi pendidikan seperti Sulingjar menghasilkan data yang sangat berharga bagi sekolah. Namun, data ini baru benar-benar bermanfaat apabila dikelola dengan sistem yang rapi dan terintegrasi, mulai dari data siswa, data guru, hingga data hasil evaluasi seperti Sulingjar dan Rapor Pendidikan.

Di sinilah pentingnya digitalisasi pengelolaan sekolah. Dengan sistem yang terhubung, sekolah dapat lebih mudah melacak perkembangan dari tahun ke tahun, membandingkan hasil evaluasi antar periode, serta menyusun program perbaikan yang lebih terarah.

Transformasi digital sekolah tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi pembelajaran, tetapi juga bagaimana sekolah mengelola data untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis bukti. Anda bisa mempelajari lebih lanjut mengenai topik ini melalui Transformasi Digital Sekolah.


Kesimpulan

Sulingjar bukan sekadar kegiatan pengisian survei tahunan yang harus buru-buru diselesaikan. Survei ini adalah bagian dari upaya memahami kondisi nyata sekolah β€” dari sisi keamanan, proses pembelajaran, hingga kepemimpinan di dalamnya. Ketika hasilnya benar-benar dimanfaatkan, bukan hanya diisi lalu dilupakan, data tersebut bisa menjadi dasar yang kuat untuk membangun lingkungan belajar yang lebih baik bagi guru maupun siswa.

Bagi guru dan kepala sekolah, cara terbaik untuk berkontribusi pada perbaikan mutu pendidikan lewat Sulingjar 2026 sebenarnya sederhana: isi dengan jujur, sesuai kondisi sebenarnya di sekolah masing-masing.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

1. Apa itu Sulingjar 2026? Sulingjar 2026 adalah Survei Lingkungan Belajar yang diselenggarakan Kemendikdasmen untuk memotret kondisi iklim belajar, praktik mengajar, dan pengelolaan sekolah, sebagai bagian dari rangkaian Asesmen Nasional.

2. Kapan jadwal Sulingjar 2026? Sulingjar 2026 dilaksanakan mulai 20 Juli hingga 17 Agustus 2026, setelah jadwalnya dimajukan dari rencana awal 3–31 Agustus 2026.

3. Siapa yang wajib mengisi Sulingjar 2026? Kepala satuan pendidikan dan guru pada jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK yang datanya tercatat di Dapodik atau EMIS.

4. Bagaimana cara login Sulingjar 2026? Login dilakukan melalui portal surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id/login dengan memasukkan NPSN, token, NIK, dan tanggal lahir sesuai kartu login.

5. Apakah Sulingjar 2026 merupakan ujian guru? Bukan. Sulingjar merupakan evaluasi mandiri terhadap kondisi lingkungan belajar di sekolah, bukan tes kompetensi atau ujian individu guru.

6. Apakah hasil Sulingjar memengaruhi penilaian kinerja guru? Tidak. Hasil Sulingjar dilaporkan sebagai gambaran satuan pendidikan secara keseluruhan, bukan sebagai catatan performa individu guru atau kepala sekolah.

7. Apa hubungan Sulingjar dengan Rapor Pendidikan? Data Sulingjar menjadi salah satu sumber utama pengisian Dimensi D dan Dimensi E dalam Rapor Pendidikan, yang selanjutnya digunakan sekolah untuk menyusun Perencanaan Berbasis Data.

8. Apakah guru harus menjawab Sulingjar dengan jujur? Ya. Tujuan utama Sulingjar adalah mendapatkan gambaran kondisi nyata sekolah, sehingga kejujuran responden sangat menentukan akurasi data yang dihasilkan dan kualitas rekomendasi perbaikan mutu sekolah selanjutnya.

9. Apa yang terjadi jika tidak mengisi Sulingjar? Jika guru atau kepala sekolah tidak mengisi, data sekolah menjadi kurang lengkap sehingga gambaran kondisi lingkungan belajar yang dihasilkan menjadi kurang optimal dan kurang mewakili kondisi sesungguhnya.

10. Apakah siswa ikut mengisi Sulingjar? Tidak. Sulingjar ditujukan khusus untuk guru dan kepala sekolah, sedangkan perspektif siswa terhadap lingkungan belajar dikumpulkan melalui instrumen Asesmen Nasional lainnya.

11. Apakah Sulingjar 2026 wajib diisi? Ya, bagi guru dan kepala sekolah yang ditetapkan sebagai responden Sulingjar 2026, pengisian survei diharapkan dilakukan sesuai periode yang telah ditentukan, agar data sekolah dapat menggambarkan kondisi sebenarnya secara akurat.

12. Apakah ada contoh soal Sulingjar 2026? Instrumen Sulingjar berisi pertanyaan mengenai kondisi lingkungan belajar, praktik pembelajaran, dukungan sekolah, dan kepemimpinan. Pertanyaan tidak bertujuan menguji kemampuan individu guru, melainkan menggambarkan kondisi satuan pendidikan secara keseluruhan.


Referensi

Sumber resmi dan regulasi:

  1. Inspektorat Jenderal Kemendikdasmen – Sulingjar: Instrumen Pemotret Kualitas Lingkungan Belajar. itjen.kemendikdasmen.go.id
  2. Pusat Informasi Rapor Pendidikan Kemendikdasmen – Dimensi dan Indikator dalam Rapor Pendidikan. pusatinformasi.raporpendidikan.kemendikdasmen.go.id
  3. Pusat Standar dan Kebijakan Pendidikan (PSKP) Kemendikdasmen – Rapor Pendidikan. pskp.kemendikdasmen.go.id
  4. Surat Edaran Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) Nomor 0212/B/F/SK.02.02/2026 tentang Perubahan Jadwal Survei Lingkungan Belajar 2026.
  5. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang – Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar). dikbud.malangkota.go.id

Media sebagai referensi tambahan:

  1. Detik.com – Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026: Jadwal, Tata Cara, dan Ketentuannya. detik.com/sumbagsel
  2. Medcom.id – Panduan Lengkap Pengisian Sulingjar 2026: Jadwal, Cara Login, dan Langkah Mengisi Kuesioner. medcom.id/pendidikan

Infografis

Infografis Sulingjar 2026 tentang Survei Lingkungan Belajar, jadwal pengisian, cara login, peserta, aspek yang diukur, dan manfaat hasil untuk meningkatkan mutu sekolah