Archives November 2022

Cara Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online

Cara Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online

Cara Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online – Ujian online CBT memiliki banyak keunggulan dibandingkan manual dengan menggunakan kertas, di antaranya adalah kemudahan meng-koreksi hasil ujian hingga ujian yang bisa dilakukan kapan dan dimana saja. Namun, masih banyak sekolah di Indonesia yang masih enggan menggunakan sistem ujian CBT dengan berbagai alasan, di antaranya:

  • Tidak memiliki aplikasi ujian cbt dan sulit membuatnya – Benar, membuat aplikasi ujian CBT online yang handal tidaklah mudah dan membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih. Terdapat banyak source code aplikasi ujian CBT online karnya anak bangsa yang dijual di internet, namun untuk men-setupnya tetap membutuhkan keahlian teknis.
  • Aplikasi CBT Sering Down – Aplikasi ujian cbt sering akan mengalami masalah atau overload atau down karena diakses oleh banyak siswa sekaligus. Banyak hal yang menjadi penyebabnya dan umumnya karena code aplikasi dan konfigurasi server yang tidak optimize.
  • Sulit untuk mengembangkan – Mengembangkan sebuah aplikasi ujian cbt bukan hanya sulit dan memerlukan keahlian teknis namun juga waktu.
  • Siswa Melakukan Kecurangan – Faktanya, siswa jaman sekarang sudah banyak yang paham IT bahkan tak jarang lebih mengerti dibandingkan oleh para guru sehingga seringkali mereka dapat dengan mudah melakukan kecurangan. Lihat fitur e-ujain.id untuk mencegah kecurangan siswa.

Alasan atau keluhan di atas memang tidak sepenuhnya salah karena sejatinya sekolah dan guru hanya wajib untuk melakukan kegiatan belajar mengajar dan tidak disulitkan dengan sistem. Untuk itu, e-ujian.id hadir guna menyelesaikan permasalahan di atas dimana Sekolah atau Guru tidak perlu khawatir dengan kesulitan membuat aplikasi hingga pengembangannya.

Cara Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online

Terdapat banyak fitur yang telah dikembangkan oleh e-ujian.id guna mengurangi tingkat kecurangan siswa selama ujian CBT mulai dari penggunakan timer, acak urutan soal, cegah copy paste hingga penggunakan exam browser.

Tidak cukup sampai disitu, untuk membantu para guru meyakinkan dengan hasil ujian para siswa, maka e-ujian.id menambahkan fitur aktitivas siswa selama ujian cbt online dilakukan. Aktivitas ini akan berfungsi untuk mengetahui berapa kali siswa login ke aplikasi dalam periode waktu tertentu.

Berikut adalah Cara Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online e-ujian.id:

Yang pertama harus dilakukan adalah login ke aplikasi e-ujian.id sebagai admin atau guru dan kemudian pilih menu Ujian CBT Ruang Ujian dan pilih kode ujian atau klik menu Detail

Selanjutnya, klik menu Aktivitas untuk meng-export data keluar masuk siswa selama periode tertentu

Selanjutnya, akan ada info untuk memilih periode tanggal aktivitas siswa yang akan di download

Klik Save dan data aktivitas keluar masuk siswa ke aplikasi e-ujian.id akan di download dalam bentuk format excel seperti berikut

Dari data tersebut, guru bisa melihat apakah siswa melakukan keluar masuk aplikasi beberapa kali selama ujian atau tidak. Ada banyak hal mengapa siswa keluar masuk ujian yang mungkin karena masalah pada jaringan atau ingin membuka aplikasi lain selama ujian.

Note:

Pastikan siswa mengubah password setelah login pertama kali untuk alasan keamanan.

Semoga bermanfaat! Dengan penambahan fitur-fitur terbaru berdasarkan feedback dari sekolah (seperti Melihat Aktivitas Siswa Ujian CBT Online), e-ujian.id berharap dapat menjadi partner yang tepat untuk menerapkan IT di dalam dunia pendidikan.

Pro Kontra pemberian PR untuk siswa

Pro Kontra pemberian PR untuk siswa

Pro Kontra pemberian PR untuk siswa – Sebagian siswa dan para orang tua siswa sering mengeluhkan adanya Pekerjaan Rumah (PR) dari sekolah (guru) dan menganggapnya sebagai beban tambahan bagi anak-anak mereka. Hal ini karena siswa dirasa telah menghabiskan banyak waktu di sekolah untuk belajar dengan mendalami materi baik pengetahuan umum hingga perhitungan yang tentu saja menguras banyak energi dan pikiran.

Pro Kontra pemberian PR untuk siswa

Tanpa adanya PR, siswa berharap akan lebih memiliki banyak waktu untuk bermain bersama teman-teman dan beristirahat. Hal ini juga senada dengan harapan dari orang tua siswa yang menginginkan anaknya memiliki waktu beristirahat, bercengkrama dengan keluarga atau sekedar bersantai-santai bersama di rumah.

Karena merasa terlalu banyak beban dan tidak menikmati mengerjakan PR di rumah maka sering siswa akhirnya mencontek dalam mengerjakan tugasnya dan bahkan tak jarang orang tua siswa malah yang mengerjakan tugas dari anaknya tersebut dengan berbagai alasan dan tujuan.

Padahal sejatinya, tujuan utama dari Guru memberikan PR adalah untuk mengasah dan mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang telah diajarkan di dalam kelas. PR yang diberikan oleh guru-pun tentu tidak akan jauh berbeda dengan apa yang telah diajarkan Guru di dalam kelas.

Selain itu, PR yang diberikan oleh guru juga memiliki tujuan baik lainnya yaitu mengurangi kecanduan siswa dalam menggunakan gadget seperti bermain game dan lain-lain. Faktanya, hampir semua siswa saat ini lebih menikamati bermain smartphone baik menonton Youtube, Tiktok, Game dan lain-lain daripada membaca buku. Hal ini juga di-perparah dengan ketidak mampuan para orang tua meng-kontrol anaknya dalam menggunakan gadget bahkan tak jarang mereka sengaja memberikan gadget agar anaknya diam dan tidak menganggu mereka yang sedang asyik bermain gadget atau melakukan pekerjaan lainnya.

Dampak kecanduan gadget sangat-lah buruk bagi para siswa atau anak dan jika orang tua siswa tidak mem-filter konten yang dilihat, maka dampak buruk dari teknologi akan sangat mudah masuk kepada para siswa/anak-anak seperti konten pornografti, kekerasan, LGBT dll. Konten-konten buruk di internet saat ini sangat mudah diakses oleh anak-anak baik melalui melalui media sosial seperti Tiktok, Youtube atau langsung ber-selancar melalui mesin pencari Google.

Kecanduan teknologi setidaknya juga akan membuat siswa beranggapan bahwa memainkan gadget akan jauh lebih menyenangkan dibandingkan harus belajar.

Dengan memberikan pekerjaan tambahan di rumah (PR) maka diharapkan siswa dapat memiliki rasa tanggung jawab yang lebih dan juga mengurangi kecanduan bermain gadget yang saat ini sayangnya lebih banyak mengarah kepada hal negatif.

Tantangannya adalah bagaimana agar PR yang diberikan dapat dikerjakan dengan menyenangkan oleh siswa sehingga siswa akan merasa belajar sambil bermain sehingga menyenangkan untuk dilakukan.

Kesimpulan

Terdapat Pro Kontra pemberian PR untuk siswa adalah benar adanya, namun secara singkat dapat kita dapat mengambil kesimpulan bahwasannya PR seharusnya akan memberikan dampak yang positif bagi siswa baik secara kreatifitas, intelektualitas serta memberikan rasa tanggung jawab yang lebih jika diberikan dengan porsi dan cara yang tepat.

PR dapat digunakan sebagai sarana guru untuk mengukur kemampuan siswa terhadap materi yang diajarkan di sekolah serta mengurangi kebiasaan buruk siswa yang kecanduan menggunakan gadget yang bahkan para orang tua tidak dapat atau enggan meng-kontrolnya karena mereka juga kecanduan menggunakan gadget.

Tips:

Sekolah dapat memanfaatkan fitur e-learning untuk memberikan tugas kepada siswa serta set kapan batas maksimal pengumpulan tugas oleh siswa dengan sekali klik saja!