Modul Ajar Kurikulum Merdeka: Pengertian, Komponen, Contoh, dan Cara Menyusunnya

ilustrasi modul ajar kurikulum-merdeka hero

Dulu, guru terbiasa menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) sebagai dokumen utama sebelum mengajar di kelas. Sekarang, dalam Kurikulum Merdeka, muncul istilah baru: Modul Ajar. Pertanyaan yang paling sering muncul di kalangan guru adalah, apakah modul ajar hanya RPP dengan nama baru, atau benar-benar sesuatu yang berbeda?

Pertanyaan ini wajar muncul, sebab pergantian perangkat pembelajaran bukan sekadar pergantian istilah administratif. Perubahan ini mencerminkan pergeseran cara pandang dalam merancang pembelajaran โ€” dari fokus pada dokumen perencanaan menuju rancangan pengalaman belajar yang lebih fleksibel dan berorientasi pada kebutuhan siswa.

Pada artikel sebelumnya, kita sudah membahas Kurikulum Merdeka secara umum, mengapa Indonesia beralih ke kurikulum ini, hingga bagaimana Capaian Pembelajaran (CP) menjadi acuan baru pengganti Kompetensi Dasar (KD). Nah, artikel ini akan menjawab pertanyaan lanjutannya: setelah guru memahami CP, bagaimana caranya menerjemahkan capaian tersebut menjadi rencana pembelajaran yang benar-benar bisa dipakai di kelas? Jawabannya ada pada Modul Ajar.


Mengapa Kurikulum Merdeka Membutuhkan Modul Ajar?

Untuk memahami posisi modul ajar, ada baiknya kita bandingkan dulu alur perencanaan pembelajaran di kurikulum lama dan kurikulum baru.

Pada Kurikulum 2013, alurnya kurang lebih seperti ini:

Kompetensi Inti / Kompetensi Dasar (KI/KD)
              โ†“
          Indikator
              โ†“
             RPP
              โ†“
        Pembelajaran

Sementara pada Kurikulum Merdeka, alurnya menjadi:

Capaian Pembelajaran (CP)
              โ†“
   Tujuan Pembelajaran (TP)
              โ†“
Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
              โ†“
          Modul Ajar
              โ†“
        Pembelajaran
              โ†“
           Asesmen

Perbedaan paling mendasar terletak pada titik awalnya. RPP disusun berdasarkan KD per kelas dengan struktur kompetensi yang lebih rinci, sementara modul ajar disusun berdasarkan CP yang berlaku per fase (rentang dua hingga tiga tahun), sehingga memberikan ruang lebih besar bagi guru untuk menyesuaikan pembelajaran dengan konteks lokal dan kebutuhan siswa.

Kenapa perubahan ini penting? Karena persoalan mutu pembelajaran di Indonesia bukan hanya soal kurikulum di atas kertas, tetapi bagaimana kurikulum itu diterjemahkan guru menjadi kegiatan belajar sehari-hari. Berbagai laporan internasional menunjukkan bahwa tantangan pendidikan Indonesia masih berkaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi peserta didik โ€” misalnya hasil PISA 2022 yang dirilis OECD mencatat skor matematika siswa Indonesia berada di angka 366, masih jauh di bawah rata-rata negara OECD yang mencapai 472. Karena itu, perubahan kurikulum tidak cukup hanya berhenti pada dokumen kebijakan, tetapi juga membutuhkan perangkat pembelajaran yang membantu guru menerjemahkan kompetensi menjadi aktivitas belajar nyata di kelas.

Tantangan tersebut menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan dokumen kurikulum. Yang lebih penting adalah bagaimana guru menerjemahkan tujuan pembelajaran menjadi pengalaman belajar yang membantu siswa memahami konsep, berpikir kritis, dan mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata.

Di sinilah modul ajar berperan โ€” bukan sekadar dokumen administrasi, melainkan desain pembelajaran yang menjadi jembatan antara tujuan kompetensi (CP) dan aktivitas belajar siswa sehari-hari.


Apa Itu Modul Ajar Kurikulum Merdeka?

Menurut laman resmi Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek, modul ajar merupakan salah satu bentuk perangkat ajar โ€” bersama buku teks โ€” yang membantu guru mengimplementasikan Kurikulum Merdeka agar pembelajaran semakin bermakna dan sesuai kebutuhan peserta didik.

Secara sederhana:

Modul Ajar adalah perangkat pembelajaran yang berisi rancangan kegiatan pembelajaran untuk membantu guru mencapai tujuan pembelajaran berdasarkan Capaian Pembelajaran.

Dalam banyak penjelasan populer, modul ajar sering disebut secara informal sebagai “RPP Plus” karena memiliki fungsi yang mirip dengan RPP, tetapi dengan komponen yang lebih lengkap dan fleksibel. Ketentuan mengenai perangkat ajar ini merujuk pada beberapa payung regulasi, di antaranya Kepmendikbudristek Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran, serta Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan sebagai payung besarnya.

Ada tiga karakter utama yang membedakan modul ajar dari sekadar “daftar materi ajar”:

1. Berbasis kompetensi Modul ajar tidak disusun sebagai kumpulan materi yang harus dihabiskan, melainkan dirancang untuk mengantarkan siswa mencapai kompetensi tertentu sesuai CP dan TP yang sudah ditetapkan.

2. Fleksibel Guru diberi kebebasan untuk menyusun, memodifikasi, atau bahkan mengadaptasi modul ajar yang sudah tersedia di Platform Merdeka Mengajar, disesuaikan dengan kondisi kelas masing-masing.

3. Berorientasi pada kebutuhan siswa Modul ajar dirancang dengan memperhatikan karakteristik, kesiapan belajar, minat, dan kebutuhan peserta didik โ€” bukan hanya mengejar penyelesaian materi.


Hubungan CP, TP, ATP, dan Modul Ajar

Bagi guru yang sudah membaca artikel kami sebelumnya tentang Capaian Pembelajaran (CP), penting untuk memahami bahwa modul ajar tidak berdiri sendiri. Ia adalah mata rantai terakhir sebelum pembelajaran benar-benar terjadi di kelas.

CAPAIAN PEMBELAJARAN (CP)
     Target akhir yang harus dicapai siswa di akhir fase
                         โ†“
TUJUAN PEMBELAJARAN (TP)
     Penjabaran CP menjadi kemampuan yang lebih spesifik
                         โ†“
ALUR TUJUAN PEMBELAJARAN (ATP)
     Urutan logis TP dari awal hingga akhir fase
                         โ†“
MODUL AJAR
     Rencana aktivitas belajar untuk mencapai TP secara nyata di kelas
                         โ†“
ASESMEN
     Alat ukur untuk mengetahui sejauh mana TP tercapai

Dengan alur ini, kita bisa melihat bahwa modul ajar adalah titik pertemuan antara konsep besar kurikulum (CP) dan praktik nyata guru di kelas (kegiatan belajar harian). Setelah aktivitas belajar berlangsung, hasilnya kemudian diukur lewat asesmen dalam Kurikulum Merdeka untuk memastikan TP benar-benar tercapai.

Infografis

Infografis modul ajar Kurikulum Merdeka yang menjelaskan hubungan CP, TP, ATP, modul ajar, dan asesmen serta langkah penyusunannya oleh guru.

Komponen Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Berdasarkan panduan yang tersedia di Platform Merdeka Mengajar dan Pusat Informasi Kemendikbudristek, modul ajar umumnya tersusun dari tiga bagian besar: informasi umum, komponen inti, dan lampiran. Berikut rangkumannya dalam bentuk tabel agar lebih mudah dipahami:

KomponenFungsi
Informasi umumIdentitas modul, kompetensi awal, Profil Pelajar Pancasila, sarana-prasarana, target peserta didik, dan model pembelajaran
Tujuan pembelajaranKompetensi spesifik yang ingin dicapai siswa, diturunkan dari CP dan ATP
Pemahaman bermaknaMembantu siswa memahami alasan pentingnya konsep yang dipelajari
Pertanyaan pemantikMembantu siswa mulai berpikir dan menghubungkan konsep dengan pengalaman
Kegiatan pembelajaranLangkah-langkah aktivitas guru dan siswa dalam proses belajar
AsesmenCara mengukur pencapaian tujuan pembelajaran, termasuk pengayaan dan remedial
Media pembelajaranSumber belajar, alat, dan bahan ajar pendukung kegiatan
RefleksiEvaluasi proses pembelajaran, baik dari sisi guru maupun peserta didik

Satu hal penting yang perlu digarisbawahi: tidak semua komponen di atas wajib ada dalam setiap modul ajar. Kurikulum Merdeka secara sengaja memberi ruang adaptasi, sehingga satuan pendidikan dan guru bisa menyesuaikan format modul dengan kondisi lingkungan belajar dan kebutuhan peserta didiknya masing-masing. Prinsipnya, modul ajar yang baik bersifat esensial, menarik, bermakna, menantang, relevan, kontekstual, dan berkesinambungan sesuai fase belajar siswa.


Perbedaan RPP dan Modul Ajar

Banyak guru bertanya, apa sebenarnya yang membedakan RPP dari Kurikulum 2013 dengan modul ajar di Kurikulum Merdeka? Berikut perbandingannya:

RPP (Kurikulum 2013)Modul Ajar (Kurikulum Merdeka)
Berbasis Kompetensi Dasar (KD) per kelasBerbasis Capaian Pembelajaran (CP) per fase
Format cenderung seragam dan bakuLebih fleksibel, dapat dimodifikasi sesuai kebutuhan
Fokus pada rencana pembelajaranFokus pada pengalaman dan proses belajar siswa
Umumnya disusun untuk satu pertemuanDapat mencakup rangkaian aktivitas dalam satu topik/unit berdasarkan ATP

Penting dicatat, perbedaan ini bukan berarti RPP “kurang baik” dibanding modul ajar. Keduanya memiliki karakteristik yang berbeda karena memang dirancang untuk kerangka kurikulum yang berbeda pula. Modul ajar hadir untuk menjawab kebutuhan Kurikulum Merdeka yang menuntut fleksibilitas dan pendekatan yang lebih berpusat pada siswa.


Cara Menyusun Modul Ajar Kurikulum Merdeka

Bagi guru yang baru pertama kali menyusun modul ajar, berikut langkah-langkah praktis yang bisa diikuti secara berurutan:

Langkah 1 โ€” Memahami Capaian Pembelajaran (CP) Pastikan Anda sudah membaca dan memahami CP mata pelajaran yang diampu untuk fase yang relevan.

Langkah 2 โ€” Menentukan Tujuan Pembelajaran (TP) Jabarkan CP menjadi TP yang lebih konkret dan terukur, sesuai kebutuhan siswa di kelas Anda.

Langkah 3 โ€” Menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Urutkan TP secara logis, dari yang paling dasar hingga paling kompleks, sesuai tahapan belajar siswa.

Langkah 4 โ€” Merancang kegiatan belajar Tentukan aktivitas, metode, dan media pembelajaran yang paling sesuai untuk mencapai TP tersebut.

Langkah 5 โ€” Menentukan asesmen Rancang cara mengukur ketercapaian TP, baik melalui asesmen formatif maupun sumatif.

Langkah 6 โ€” Melakukan refleksi Setelah pembelajaran berlangsung, lakukan refleksi untuk menilai efektivitas modul ajar dan memperbaikinya di pertemuan berikutnya.

Keenam langkah ini sebaiknya tidak dipandang sebagai proses satu arah yang kaku. Guru dapat kembali ke langkah sebelumnya jika ditemukan ketidaksesuaian, misalnya saat refleksi menunjukkan bahwa kegiatan belajar kurang efektif untuk mencapai TP yang ditetapkan.


Contoh Sederhana Modul Ajar

Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana penerapan alur di atas pada mata pelajaran Matematika tingkat SMP:

Mata pelajaran: Matematika SMP

BagianContoh
Mata pelajaranMatematika SMP
FaseFase D
TopikPerbandingan dan pecahan
Capaian Pembelajaran (CP)Siswa memahami konsep pecahan
Tujuan Pembelajaran (TP)Siswa mampu menyelesaikan masalah perbandingan dan pecahan dalam konteks kehidupan sehari-hari
Aktivitas pembelajaranSimulasi pembagian resep makanan, perhitungan diskon, dan pembagian proporsi
AsesmenSiswa menjelaskan strategi dan alasan di balik cara mereka menyelesaikan masalah tersebut

Contoh sesederhana ini sengaja ditampilkan karena guru umumnya lebih mudah memahami konsep abstrak seperti CP dan TP ketika melihatnya diterapkan dalam aktivitas nyata, dibandingkan hanya membaca definisinya saja.


Tantangan Guru dalam Menyusun Modul Ajar

Meski fleksibilitas modul ajar membawa banyak manfaat, penerapannya di lapangan tidak lepas dari tantangan, di antaranya:

1. Perubahan pola pikir Guru perlu bergeser dari kebiasaan menyusun dokumen administratif menjadi berpikir sebagai perancang pengalaman belajar.

2. Waktu penyusunan Menyusun modul ajar yang benar-benar kontekstual membutuhkan waktu adaptasi, terutama bagi guru yang baru mengenal Kurikulum Merdeka.

3. Pembelajaran berdiferensiasi Modul ajar idealnya mengakomodasi kebutuhan siswa yang beragam, sesuatu yang membutuhkan keterampilan tambahan dalam merancang aktivitas belajar.

4. Ketersediaan sumber belajar digital Tidak semua satuan pendidikan memiliki akses yang sama terhadap sumber belajar digital, sehingga kualitas modul ajar yang dihasilkan bisa bervariasi antarwilayah.

Tantangan-tantangan ini erat kaitannya dengan proses transformasi digital pendidikan yang sedang berjalan di Indonesia.


Modul Ajar dan Transformasi Digital Pendidikan

Kehadiran teknologi memberi peran penting dalam mendukung penyusunan dan penerapan modul ajar secara lebih efektif. Beberapa hal yang bisa dimanfaatkan guru antara lain:

  • Platform Merdeka Mengajar (PMM) sebagai kanal resmi untuk mengunduh, memodifikasi, dan berbagi modul ajar, Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), serta bahan ajar digital dari berbagai fase pendidikan.
  • Dokumentasi digital yang membantu guru menyimpan, mengelola, dan memperbarui modul ajar secara lebih rapi dibanding dokumen fisik.
  • Asesmen digital yang dapat mendukung proses evaluasi pembelajaran secara lebih efisien, mulai dari asesmen diagnostik di awal pembelajaran hingga asesmen sumatif di akhir topik.

Teknologi di sini berperan sebagai alat bantu, bukan pengganti peran guru sebagai perancang pembelajaran. Modul ajar yang baik tetap lahir dari pemahaman guru terhadap kebutuhan siswanya, sementara teknologi membantu proses tersebut menjadi lebih terdokumentasi dan terukur.


Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apa itu modul ajar Kurikulum Merdeka? Modul ajar adalah perangkat pembelajaran yang berisi rencana pelaksanaan pembelajaran, dirancang untuk membantu guru mencapai tujuan pembelajaran yang mengacu pada Capaian Pembelajaran (CP).

Apakah modul ajar menggantikan RPP? Ya, dalam Kurikulum Merdeka, modul ajar berfungsi menggantikan peran RPP, namun dengan komponen yang lebih lengkap dan pendekatan yang lebih fleksibel.

Apakah guru wajib membuat modul ajar sendiri? Tidak selalu. Guru dapat menggunakan, memodifikasi, atau mengembangkan modul ajar yang sudah tersedia di Platform Merdeka Mengajar sesuai kebutuhan kelasnya masing-masing.

Apa saja komponen modul ajar? Secara umum terdiri dari informasi umum, tujuan pembelajaran, kegiatan pembelajaran, asesmen, media pembelajaran, dan refleksi โ€” meski tidak semua komponen wajib ada dalam setiap modul.

Apakah modul ajar bisa dimodifikasi? Bisa. Kurikulum Merdeka secara khusus memberi ruang bagi guru dan satuan pendidikan untuk menyesuaikan modul ajar dengan kondisi lingkungan belajar dan karakteristik peserta didik.

Apa hubungan CP dengan modul ajar? CP adalah target akhir yang harus dicapai siswa di akhir fase, sementara modul ajar adalah rencana aktivitas belajar yang dirancang guru untuk membantu siswa mencapai target tersebut, melalui penjabaran TP dan ATP.

Apakah modul ajar wajib dibuat setiap pertemuan? Tidak. Modul ajar tidak harus selalu dibuat untuk setiap pertemuan. Guru dapat menyusun modul berdasarkan tujuan pembelajaran atau rangkaian kegiatan belajar sesuai kebutuhan.

Apa perbedaan modul ajar dan bahan ajar? Modul ajar adalah rancangan pembelajaran lengkap yang mengatur tujuan, aktivitas, dan asesmen, sedangkan bahan ajar merupakan materi atau sumber yang digunakan untuk membantu proses belajar.


Kesimpulan

Modul ajar Kurikulum Merdeka bukan sekadar dokumen administrasi pengganti RPP. Ia adalah penghubung penting antara Capaian Pembelajaran yang bersifat konseptual dengan praktik pembelajaran yang nyata dirasakan siswa di kelas. Kualitas modul ajar yang disusun guru pada akhirnya akan sangat menentukan bagaimana kurikulum diterjemahkan menjadi pengalaman belajar sehari-hari.

Data PISA yang telah dibahas di atas menjadi pengingat bahwa perubahan kurikulum saja tidak cukup โ€” dibutuhkan perangkat pembelajaran yang benar-benar membantu guru merancang pembelajaran bermakna. Perubahan terbesar sebenarnya terjadi ketika konsep kurikulum tersebut mampu diterjemahkan menjadi pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa. Di sinilah modul ajar mengambil peran sentral, sekaligus menjadi keterampilan yang perlu terus diasah oleh setiap guru di era Kurikulum Merdeka.


Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Perangkat Ajar dalam Kurikulum Merdeka. Laman resmi Kurikulum Merdeka Kemendikbudristek. kurikulum.kemdikbud.go.id
  2. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Peringkat Indonesia pada PISA 2022 Naik 5โ€“6 Posisi Dibanding 2018. Siaran pers Kemdikbud, Desember 2023.
  3. OECD. PISA 2022 Results. Organisation for Economic Co-operation and Development, 2023.
  4. Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam rangka Pemulihan Pembelajaran.
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan.
  6. tirto.id. Isi Modul Ajar Kurikulum Merdeka dan Prosedur Penyusunannya, 2023.