RPP Deep Learning: Pengertian, Komponen, dan Cara Menyusunnya (Pembelajaran Mendalam)

alt="RPP Deep Learning: ilustrasi dokumen rencana pembelajaran dengan tiga pilar mindful, meaningful, dan joyful learning"

Belakangan ini banyak guru diminta menyusun “RPP Deep Learning” untuk kegiatan belajar mengajar, tapi bingung apa bedanya dengan RPP yang selama ini dipakai. Perlu ditegaskan sejak awal: istilah ini tidak ada hubungannya dengan kecerdasan buatan atau machine learning. “Deep Learning” di sini adalah padanan bahasa Inggris dari Pembelajaran Mendalam, pendekatan pembelajaran baru yang digagas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI.

Artikel ini membahas tuntas apa itu RPP Deep Learning, tiga pilar yang membentuknya, komponen wajib yang harus ada, sampai langkah praktis menyusunnya — supaya kamu tidak lagi meraba-raba saat diminta membuatnya.

Apa Itu RPP Deep Learning (RPP Pembelajaran Mendalam)?

RPP Deep Learning adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (PM) — bukan lagi hanya berisi “apa yang akan diajarkan”, tapi juga merancang bagaimana siswa mengalami, memaknai, dan merefleksikan proses belajarnya. Bila RPP konvensional cenderung berhenti di penyampaian materi dan evaluasi hasil, RPP Deep Learning secara sengaja menyisipkan tiga prinsip belajar — berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan — ke dalam setiap tahapan pembelajaran.

Bagi kamu yang masih perlu memahami dasar-dasar RPP secara umum, termasuk perbedaannya dengan Modul Ajar di Kurikulum Merdeka, ada baiknya membaca dulu apa itu RPP sebagai fondasi sebelum melanjutkan ke bagian khusus Deep Learning ini.

Perlu dicatat juga soal istilah: dalam sejumlah dokumen resmi, RPP dalam konteks Pembelajaran Mendalam kadang disebut RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam). Keduanya merujuk pada dokumen perencanaan yang sama; artikel ini konsisten memakai istilah “RPP Deep Learning” karena itulah istilah yang paling umum dicari dan dipakai guru di lapangan.

Kenapa RPP Perlu Disesuaikan dengan Pendekatan Deep Learning?

Selama ini banyak proses belajar di kelas terjebak pada surface learning — siswa menghafal untuk ujian, lalu lupa begitu materi berganti. Gejala ini terlihat dari hasil PISA 2022: skor literasi membaca siswa Indonesia berada di angka 359, sementara skor matematika 366 dan sains 383 — turun dari capaian 2018, meski secara peringkat Indonesia justru naik 5–6 posisi karena penurunan skor negara lain rata-rata lebih dalam. Meski begitu, hanya sekitar 18 persen siswa yang mencapai level kompetensi minimum di matematika, jauh di bawah rata-rata negara OECD. Data semacam ini menjadi salah satu alasan mengapa pendekatan pembelajaran perlu diperbarui — bukan sekadar menambah jam belajar, tapi mengubah cara siswa berinteraksi dengan materi supaya benar-benar dipahami, bukan sekadar dihafal.

Dengan RPP yang dirancang mengikuti prinsip Pembelajaran Mendalam, guru punya panduan konkret untuk membangun pembelajaran yang lebih kritis, reflektif, dan bertahan lama dalam ingatan siswa — bukan sekadar transfer informasi satu arah. Pembahasan lebih dalam soal latar belakang kebijakan dan riset di baliknya bisa dibaca di Deep Learning dalam Pendidikan.

Tiga Pilar Utama dalam RPP Deep Learning

Menurut Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam yang diterbitkan Kemendikdasmen, ada tiga prinsip yang harus tercermin dalam setiap rencana pembelajaran. Ketiganya bukan tahapan berurutan, melainkan suasana yang harus hadir bersamaan sepanjang proses belajar.

Mindful Learning (Berkesadaran)

Mindful learning berarti siswa dan guru sama-sama hadir secara utuh dan sadar terhadap apa yang sedang dipelajari — bukan sekadar duduk mendengarkan tanpa benar-benar memperhatikan. Istilah ini berkaitan dengan metakognisi, yaitu kemampuan seseorang menyadari proses berpikirnya sendiri. Contoh penerapannya di RPP: pada bagian apersepsi, guru mengajak siswa merumuskan sendiri apa yang sudah mereka ketahui dan apa yang ingin mereka pelajari hari itu, bukan langsung masuk ke materi.

Meaningful Learning (Bermakna)

Prinsip ini menekankan keterkaitan materi pelajaran dengan pengalaman atau kehidupan nyata siswa, sehingga belajar terasa relevan, bukan sekadar teori di buku. Contoh penerapannya: pada kegiatan inti pelajaran matematika tentang pecahan, guru mengajak siswa menghitung pembagian bahan kue yang biasa mereka lihat di rumah, bukan hanya mengerjakan soal abstrak di papan tulis.

Joyful Learning (Menyenangkan)

Joyful learning berarti menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari tekanan berlebihan, sehingga rasa ingin tahu siswa bisa tumbuh secara alami. Contoh penerapannya: menyisipkan permainan edukatif, ice breaking, atau kerja kelompok yang kompetitif secara sehat di sela-sela kegiatan belajar agar siswa tidak jenuh.

Selain tiga pilar tersebut, Pembelajaran Mendalam juga mendorong pengembangan siswa secara holistik lewat empat dimensi: olah pikir (kemampuan bernalar dan berpikir kritis), olah hati (nilai, empati, dan karakter), olah rasa (kepekaan estetika dan kreativitas), serta olah raga (kesehatan fisik dan keterampilan motorik). Keempatnya menjadi pelengkap yang memastikan RPP tidak hanya mengejar aspek kognitif semata.

alt="Infografis RPP Deep Learning: 3 pilar pembelajaran mendalam, 4 komponen RPP, dan tahapan memahami-mengaplikasi-merefleksi"

Komponen RPP Deep Learning

Setelah memahami pilar-pilarnya, mari lihat komponen apa saja yang perlu ada dalam RPP Deep Learning. Berdasarkan format yang dianjurkan Kemendikdasmen, perencanaan pembelajaran mendalam terbagi ke dalam empat bagian besar:

NoKomponenIsi Utama
1IdentifikasiKesiapan peserta didik, karakteristik materi pelajaran, dan Dimensi Profil Lulusan (kualitas/kompetensi yang ingin dibentuk pada siswa) yang ditargetkan
2Desain PembelajaranCapaian Pembelajaran (CP), topik yang kontekstual, integrasi lintas disiplin ilmu, tujuan pembelajaran, dan kerangka pembelajaran (praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan belajar, pemanfaatan digital)
3Pengalaman BelajarRancangan kegiatan awal, inti, dan penutup yang memuat prinsip berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan, serta tahapan memahami–mengaplikasi–merefleksi
4AsesmenPenilaian pada awal, proses, dan akhir pembelajaran — mencakup asesmen sebagai pembelajaran (siswa menilai proses belajarnya sendiri), untuk pembelajaran (guru memantau kemajuan), dan hasil pembelajaran (evaluasi akhir)

Empat komponen ini saling berkaitan: hasil Identifikasi menjadi dasar Desain Pembelajaran, yang kemudian diterjemahkan menjadi Pengalaman Belajar konkret di kelas, dan seluruh prosesnya diukur lewat Asesmen yang berkelanjutan — bukan hanya tes di akhir pertemuan.

Perbedaan RPP Deep Learning dengan RPP Kurikulum Merdeka

RPP Deep Learning bukan pengganti RPP atau Modul Ajar Kurikulum Merdeka, melainkan cara pandang baru dalam menyusunnya. Pendekatan Pembelajaran Mendalam sendiri dirancang agar bisa diterapkan dalam kerangka kurikulum apa pun, termasuk Kurikulum Merdeka yang sudah berjalan. Berikut perbandingan singkatnya:

AspekRPP Deep LearningRPP/Modul Ajar Kurikulum Merdeka (umum)
Fokus utamaPengalaman belajar berkesadaran, bermakna, menyenangkanPencapaian tujuan pembelajaran berbasis CP dan ATP
Struktur intiIdentifikasi → Desain Pembelajaran → Pengalaman Belajar → AsesmenIdentitas, tujuan, kegiatan pembelajaran, asesmen
Penekanan prosesMemahami → mengaplikasi → merefleksi secara eksplisitBervariasi tergantung model pembelajaran yang dipilih guru
SifatPendekatan yang bisa disisipkan ke kurikulum yang berlakuFormat perencanaan resmi Kurikulum Merdeka

Bila kamu ingin melihat referensi format RPP dalam Kurikulum Merdeka secara umum, silakan cek Contoh RPP Kurikulum Merdeka atau Modul Ajar Kurikulum Merdeka.

Contoh Struktur RPP Deep Learning (Ringkas)

Berikut gambaran kerangka RPP Deep Learning secara garis besar — bukan contoh lengkap, hanya outline untuk memberi gambaran visual:

  • A. Identifikasi — profil kesiapan siswa, karakteristik materi, target dimensi profil lulusan
  • B. Desain Pembelajaran — CP, topik kontekstual, tujuan pembelajaran, kerangka pembelajaran
  • C. Pengalaman Belajar — kegiatan awal (mindful), kegiatan inti (meaningful), kegiatan penutup (joyful), disertai tahap memahami–mengaplikasi–merefleksi
  • D. Asesmen — instrumen penilaian awal, proses, dan akhir, termasuk refleksi diri siswa

Untuk melihat contoh RPP Deep Learning lengkap yang siap dijadikan referensi per mata pelajaran, baca Contoh RPP Deep Learning.

Langkah-Langkah Menyusun RPP Deep Learning

Berikut langkah praktis yang bisa langsung diikuti, terutama bagi guru yang baru pertama kali menyusun RPP Deep Learning:

  1. Identifikasi kesiapan siswa dan karakteristik materi — kenali kemampuan awal siswa dan tingkat kesulitan materi yang akan diajarkan.
  2. Tentukan Dimensi Profil Lulusan yang relevan — pilih dimensi mana yang ingin dikuatkan lewat pembelajaran ini (misalnya penalaran kritis atau kolaborasi).
  3. Susun tujuan pembelajaran berdasarkan CP dan ATP (Alur Tujuan Pembelajaran) — pastikan tujuan tetap mengacu pada capaian resmi yang berlaku.
  4. Rancang kegiatan pembelajaran dengan tiga pilar — sisipkan unsur mindful pada pembuka, meaningful pada inti, dan joyful sepanjang proses.
  5. Tentukan bentuk asesmen awal, proses, dan akhir — sertakan ruang refleksi diri siswa, bukan hanya penilaian dari guru.
  6. Tinjau ulang kesesuaian dengan prinsip holistik — cek apakah RPP sudah menyentuh olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olah raga.
  7. Uji coba dan revisi — setelah diterapkan di kelas, catat bagian yang perlu disesuaikan untuk pertemuan berikutnya.

Cara Lebih Cepat Menyusun RPP Deep Learning dengan Bantuan AI

Menyusun RPP dengan komponen selengkap ini tentu memakan waktu, apalagi di tengah beban administratif guru yang sudah padat. Beberapa guru mulai memanfaatkan bantuan AI untuk mempercepat proses penyusunan draf awal, sebelum disempurnakan sesuai konteks kelas masing-masing.

Kalau kamu tertarik mencoba cara ini, panduan lengkap beserta contoh prompt yang bisa dipakai ada di Cara Membuat RPP dengan AI.

Kesimpulan

RPP Deep Learning pada dasarnya adalah RPP biasa yang disusun dengan menyisipkan tiga pilar Pembelajaran Mendalam — mindful, meaningful, dan joyful learning — ke dalam setiap tahapan pembelajaran, mulai dari Identifikasi, Desain Pembelajaran, Pengalaman Belajar, hingga Asesmen. Tujuannya bukan menambah beban administratif guru, melainkan membuat pembelajaran lebih bermakna dan bertahan lama dalam ingatan siswa.

Untuk memperdalam pemahaman, kamu bisa lanjut membaca Deep Learning dalam Pendidikan untuk filosofi lengkapnya, Contoh RPP Deep Learning untuk referensi siap pakai, atau Cara Membuat RPP dengan AI jika ingin mempercepat proses penyusunannya.

FAQ

Apa itu RPP Deep Learning? RPP Deep Learning adalah rencana pelaksanaan pembelajaran yang disusun berdasarkan pendekatan Pembelajaran Mendalam dari Kemendikdasmen, dengan mengintegrasikan prinsip berkesadaran, bermakna, dan menyenangkan ke dalam proses belajar.

Apa bedanya RPP Deep Learning dengan RPP biasa? RPP biasa umumnya fokus pada penyampaian materi dan evaluasi hasil belajar, sementara RPP Deep Learning secara eksplisit merancang bagaimana siswa memahami, mengaplikasi, dan merefleksikan proses belajarnya.

Apa saja 3 pilar Pembelajaran Mendalam dalam RPP? Tiga pilarnya adalah mindful learning (berkesadaran), meaningful learning (bermakna), dan joyful learning (menyenangkan), yang harus hadir bersamaan sepanjang proses pembelajaran.

Apakah RPP Deep Learning sama dengan RPM? Ya, RPM (Rencana Pembelajaran Mendalam) adalah istilah lain yang kadang dipakai dalam dokumen resmi untuk merujuk pada dokumen perencanaan yang sama dengan RPP Deep Learning.

Di mana bisa melihat contoh RPP Deep Learning? Contoh RPP Deep Learning lengkap per mata pelajaran dan jenjang bisa dilihat di artikel Contoh RPP Deep Learning.

Apakah RPP Deep Learning wajib menggantikan Modul Ajar Kurikulum Merdeka? Tidak. Pembelajaran Mendalam adalah pendekatan yang bisa diterapkan dalam kerangka kurikulum apa pun, termasuk Kurikulum Merdeka, sehingga RPP Deep Learning bisa menjadi format alternatif, bukan pengganti wajib.


Referensi

  1. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. (2025). Naskah Akademik Pembelajaran Mendalam: Menuju Pendidikan Bermutu untuk Semua. Pusat Kurikulum dan Pembelajaran.
  2. OECD. (2023). PISA 2022 Results — Indonesia Country Note.
  3. Kemdikbudristek. (2023). Siaran Pers: Peringkat Indonesia pada PISA 2022 Naik 5–6 Posisi Dibanding 2018.