Apa itu Rumah Pendidikan? Pengertian, Sejarah, Tujuan, dan 8 Ruangnya

Ilustrasi rumah digital Rumah Pendidikan Kemendikdasmen yang menyatukan Ruang GTK, Murid, Sekolah, dan Bahasa dalam satu akun belajar.id

Minggu-minggu sibuk di ruang tata usaha sekolah biasanya terlihat sama: belasan tab terbuka sekaligus. Dapodik untuk sinkronisasi data, ARKAS untuk penganggaran BOSP, SIPLah untuk belanja, Rapor Pendidikan untuk perencanaan berbasis data, lalu Info GTK dan portal guru untuk urusan tunjangan dan kinerja. Di ponsel guru, ceritanya tidak jauh berbeda: aplikasi lama yang belum dihapus, tautan baru dari grup WhatsApp, dan pertanyaan yang tak kunjung selesai. Mana yang masih dipakai, mana yang sudah digabung?

Kebingungan itu punya dasar. Pusdatin Kemendikdasmen pernah menggambarkan layanan pendidikan digital yang tersebar di hampir 300 aplikasi, dipakai sekitar 4 juta guru dan puluhan juta murid di lebih dari 17 ribu pulau. Rumah Pendidikan, yang dirilis pada Januari 2025, adalah upaya merapikan kekusutan itu dari hulunya.

Bagi yang masih bertanya-tanya apa itu Rumah Pendidikan, atau sekadar ingin memastikan rumah pendidikan itu apa dan bedanya dengan PMM, jawabannya lebih berlapis daripada “aplikasi baru pengganti PMM”. Artikel ini membahas pengertian, sejarah, tujuan, kedelapan ruangnya, cara akses, sampai catatan kritis dari sisi praktisi, sebagai bagian dari gerakan besar digitalisasi sekolah di Indonesia.

Pengertian Rumah Pendidikan

Apa itu Rumah Pendidikan? Singkatnya, ini superaplikasi layanan pendidikan milik Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menghimpun berbagai layanan digital pendidikan dalam satu pintu akses. Pengembangnya Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin), dan sasarannya luas: guru, tenaga kependidikan, murid, orang tua, sekolah, dinas pendidikan, mitra, hingga masyarakat umum.

Yang sering luput dipahami, Rumah Pendidikan bukan aplikasi baru yang menggantikan isi layanan lama. Kepala Pusdatin, Yudhistira Nugraha, menegaskan bahwa layanan yang sudah berjalan tidak dihapus, melainkan dihimpun. Ia menggambarkannya seperti folder besar yang menaungi folder-folder lain. Karena itu, banyak layanan yang sudah Anda kenal, dari Rapor Pendidikan, ARKAS, dan SIPLah sampai fitur Ruang GTK, tetap ada. Yang berubah adalah alamat masuknya, yang kini seragam.

Soal arti rumah pendidikan, penamaannya bukan kebetulan. Kemendikdasmen menyebut dirinya “Rumah Pendidikan” dan menempatkan nilai RAMAH sebagai fondasi budaya kerja. Dalam sosialisasi budaya kerja pada September 2025, Sekretaris Jenderal Suharti menyampaikan bahwa Menteri kerap membayangkan kementerian sebagai rumah yang harus baik, dengan penghuni yang santun. Superaplikasinya adalah wujud digital dari gagasan itu: satu rumah dengan banyak ruang, dan setiap pemangku kepentingan punya ruangnya sendiri.

Layanan ini dapat dibuka lewat web di rumah.pendidikan.go.id, aplikasi Android di Google Play, dan aplikasi iOS di App Store.

Sejarah Singkat Rumah Pendidikan

Rumah Pendidikan diluncurkan secara resmi pada 21 Januari 2025 oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Kantor Pusdatin, Tangerang Selatan, bersamaan dengan Cetak Biru Transformasi Digital Pendidikan. Statusnya saat itu masih versi beta. Kemendikdasmen menempatkannya sebagai bagian dari kebijakan digitalisasi pemerintah, sejalan dengan Asta Cita dan visi Indonesia Emas 2045 yang disebut Sekjen Suharti dalam acara peluncuran.

Latar yang paling sering dibicarakan guru adalah nasib Platform Merdeka Mengajar (PMM). PMM berevolusi menjadi Ruang GTK di dalam Rumah Pendidikan, dan Dirjen GTKPG Nunuk Suryani menyatakan hal-hal baik dari platform lama akan dilanjutkan sambil memperbaiki kekurangannya. Keluhan terhadap PMM sendiri terekam dalam penelitian. Survei terhadap 211 guru di 27 provinsi (Haeri & Afriansyah, 2024) menemukan 79,1% responden menilai PMM menambah beban administrasi, dan 51% mengerjakan tugas PMM di luar jam sekolah. Survei daring itu berskala terbatas sehingga bukan potret nasional, tetapi cukup menjelaskan mengapa kata “sederhana” begitu ditekankan saat Ruang GTK diperkenalkan.

Cetak biru merinci perjalanan Rumah Pendidikan dalam tiga fase. Tahap pertama, 2025, adalah integrasi layanan menjadi portal informasi dengan fokus pada Ruang GTK, Murid, Sekolah, dan Bahasa. Tahap kedua, 2026–2027, memperkuat ekosistem lewat teknologi API dan interoperabilitas data. Tahap ketiga, 2028–2029, menargetkan layanan penuh, termasuk otomatisasi dokumen administratif dan layanan yang dipersonalisasi. Artinya, kita sekarang berada di fase kedua: pintunya makin seragam, sementara penyambungan data antarlayanan masih berproses. Buktinya, per Juni 2026 aplikasi Ruang GTK yang semula berdiri terpisah disatukan ke dalam aplikasi Rumah Pendidikan, dengan pembaruan yang dirilis bertahap. Di sisi lain, beberapa layanan di halaman resmi, seperti Rapor Digital dan Riwayat Pendidikan di Ruang Murid, bahkan masih berlabel dalam pengembangan.

Satu catatan tentang angka. Saat peluncuran, Kemendikdasmen menyebut lebih dari 986 aplikasi dan laman pendidikan dipadatkan menjadi delapan ruang. Rilis-rilis berikutnya lebih sering memakai “lebih dari 950 aplikasi”, sementara rilis WSIS pada Juli 2026 menyebut 66 layanan pendidikan yang terintegrasi. Istilah yang dipakai berbeda, yakni aplikasi dan laman di satu sisi, layanan di sisi lain, sehingga angka-angka itu tidak bisa dibandingkan begitu saja. Bila Anda mengutipnya untuk laporan atau materi sosialisasi sekolah, sebutkan sumber dan tanggalnya.

Dari sisi capaian, Pusdatin mencatat Rumah Pendidikan dikunjungi 31,5 juta kali oleh 3,3 juta pengunjung unik pada tahun pertamanya. Per pertengahan 2026, Kemendikdasmen menyebut lebih dari 6,9 juta pengguna, 4.843 sumber belajar gratis, dan lebih dari 104 ribu guru di daerah 3T yang terbantu. Pengakuan eksternal menyusul: dua medali perak di International Customer Experience Awards 2025 di London, Top Digital Awards 2025, masuk Top 10 Global EdTech Prize di World Schools Summit 2025 di Dubai, dan puncaknya predikat Winner kategori e-Government di WSIS Prizes 2026 yang digelar ITU di Jenewa pada 9 Juli 2026. Rumah Pendidikan mengungguli 1.596 inovasi digital dari 122 negara, dan itu kemenangan pertama Indonesia di kategori tersebut sejak ajang ini dimulai pada 2012.

Bacaan kritisnya, angka 6,9 juta pengguna perlu diletakkan di samping cakupan potensial yang disebut Pusdatin, yakni sekitar 51 juta murid dan 4 juta guru. Rilis tidak merinci definisi “pengguna”, tetapi selisihnya menunjukkan pekerjaan adopsi masih panjang.

Tujuan Utama Rumah Pendidikan

Jika dirangkum dalam satu kalimat, tujuan utama menggunakan Rumah Pendidikan adalah mengurangi fragmentasi: satu akun, satu pintu, dan data yang saling terhubung untuk semua pemangku kepentingan. Kemendikdasmen merinci manfaatnya ke empat hal.

Pertama, efektivitas sistem lewat integrasi layanan, sehingga pelaku pendidikan tidak lagi berpindah-pindah aplikasi. Kedua, efisiensi anggaran. Konsolidasi pengembangan teknologi dari pusat hingga dinas daerah diharapkan menghemat lebih dari 60% biaya pengembangan teknologi pendidikan, dan perlu dicatat ini masih berupa harapan, bukan capaian yang sudah diverifikasi. Ketiga, berkurangnya beban administratif agar guru dan operator bisa lebih fokus pada proses belajar. Keempat, partisipasi aktor pendidikan, termasuk mitra penyedia konten, dalam pengembangan layanan.

Di atas itu ada tiga prinsip pengembangan yang tercantum di laman resmi: kebijakan integrasi data, partisipasi semesta dalam pengembangan layanan, dan integrasi layanan publik. Prinsip pertama paling berdampak bagi sekolah, sebab kualitas data yang diinput operator akan makin menentukan layanan apa saja yang bisa diakses.

Semua itu dibungkus nilai RAMAH, akronim dari Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis. Nilai ini awalnya diperkenalkan Mendikdasmen sebagai budaya kerja kementerian, dan kini dicantumkan sebagai landasan Rumah Pendidikan. Supaya tidak berhenti sebagai slogan, berikut padanannya di sisi layanan:

  • Responsif: cepat, tepat, dan bermartabat menjawab aspirasi serta tantangan pendidikan. Wujudnya terlihat pada pusat bantuan resmi yang menampung kendala pengguna, dari verifikasi akun belajar.id sampai error sinkronisasi e-Kinerja.
  • Akuntabel: transparan dalam tata kelola dan manfaat layanan. Contohnya profil sekolah serta Rapor Pendidikan Indonesia yang dapat diakses masyarakat tanpa akun tertentu.
  • Melayani: memberi kemudahan sebagai bentuk pengabdian. Wujud paling nyata adalah satu akun belajar.id untuk banyak layanan.
  • Adaptif: siap menghadapi perubahan dengan solusi yang relevan. Pusat bantuan, misalnya, memuat panduan penggunaan dana BOSP Reguler yang mengacu pada Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan, termasuk catatan bahwa penerapannya menunggu pembaruan ARKAS dan MARKAS.
  • Harmonis: kerja sama yang hangat, profesional, dan saling menghargai. Contohnya kolaborasi lewat Ruang Mitra dan Ruang Pemerintah, serta komunitas relawan seperti Duta Teknologi, Komunitas Belajar.id, dan Komunitas Bergema. Pusdatin mencatat 1.068 kegiatan pengimbasan dengan 58.843 peserta pada tahun pertama, dan ketiga komunitas itu terlibat aktif di dalamnya.

8 Ruang Utama di Rumah Pendidikan

Rumah Pendidikan mengelompokkan seluruh layanannya ke dalam delapan ruang yang terbagi atas dua pilar. Pilar Utama berisi Ruang GTK, Ruang Murid, Ruang Sekolah, dan Ruang Bahasa, keempatnya juga menjadi fokus fase integrasi awal dalam cetak biru. Pilar Pendukung mencakup Ruang Orang Tua, Ruang Pemerintah, Ruang Mitra, dan Ruang Publik. Pembagian ini menjawab pertanyaan yang sangat praktis: peran Anda di ekosistem pendidikan menentukan ruang mana yang paling sering dibuka.

Infografis 8 ruang Rumah Pendidikan Kemendikdasmen: Pilar Utama (GTK, Murid, Sekolah, Bahasa) dan Pilar Pendukung (Orang Tua, Pemerintah, Mitra, Publik), transisi PMM ke Ruang GTK, nilai RAMAH, dan 3 jalur akses

Ruang GTK

Ruang GTK adalah kelanjutan Platform Merdeka Mengajar bagi guru, kepala sekolah, pengawas, dan tenaga kependidikan. Isinya mencakup pelatihan mandiri, diklat, sertifikasi pendidik, komunitas belajar, hingga pengelolaan kinerja yang tersambung ke e-Kinerja BKN. Uraian fitur dan alurnya lebih lengkap di artikel kami tentang Ruang GTK, sehingga di sini cukup posisinya saja: ia pintu utama urusan profesi guru di Rumah Pendidikan.

Ruang Murid: Fitur, Manfaat, dan Batasannya

Deskripsi resmi aplikasi menempatkan Ruang Murid sebagai pintu pembelajaran mendalam, terutama di bidang Matematika, Sains, dan Teknologi. Cakupan di laman Ruang Murid sendiri lebih luas. Bagi guru yang menelusuri rumah pendidikan ruang murid untuk bahan mengajar, portal Sumber Belajar melayani semua jenjang dengan materi interaktif, lab maya, video pembelajaran, dan gim edukasi. Kontennya ditambah berkala; pusat bantuan resmi mencatat edisi konten terbaru yang terbit setiap bulan dari Juni hingga September 2026.

Layanan lainnya meliputi Latihan Soal (sebelumnya bernama Bank Soal), Sumber Buku Pendidikan yang memuat buku teks dan nonteks resmi Pusat Perbukuan, serta Pendidikan Jarak Jauh untuk jenjang menengah. Di kelompok pendukung ada Akun Belajar.id, Rapor Digital, dan Riwayat Pendidikan. Pada peluncuran awal, Kemendikdasmen juga menyebut keterhubungan Ruang Murid dengan Buku Bacaan Digital (BUDI).

Latihan Soal patut dilihat lebih dekat karena paling sering dikira sebagai bank soal ujian. Menurut panduan resminya, layanan ini ditujukan untuk latihan dan pendalaman materi. Paket yang tercantum adalah Paket Soal Ki Hajar STEM untuk jenjang SD, SMP, SMA, dan SMK, berupa soal pilihan ganda dengan penilaian otomatis dan pembahasan, dan bisa dibagikan lewat tautan. Pada panduan yang terakhir diperbarui April 2026, hasil pengerjaan belum dapat disimpan karena fitur penyimpanan nilai masih dikembangkan.

Manfaatnya berbeda menurut peran. Murid mendapat ruang belajar mandiri di luar jam sekolah. Guru mendapat sumber materi dan koleksi soal digital untuk latihan serta pengayaan di kelas. Untuk kepala sekolah dan admin, fungsi pemantauan capaian belajar secara terpusat baru akan terasa penuh ketika Rapor Digital dan Riwayat Pendidikan benar-benar dirilis, sebab keduanya masih berstatus dalam pengembangan di halaman resmi. Untuk saat ini, gambaran mutu satuan pendidikan lebih tepat dibaca lewat Rapor Pendidikan di Ruang Sekolah.

Ruang Sekolah

Bisa dibilang, inilah dapur administrasi Rumah Pendidikan. Menurut pusat bantuan resminya, Ruang Sekolah memuat Profil Sekolah (pusat informasi data seluruh sekolah di Indonesia), Rapor Satuan Pendidikan untuk perencanaan berbasis data, ARKAS untuk rencana kegiatan dan belanja, portal Bantuan Operasional untuk pengelolaan dan pelaporan BOSP, Akun Pendidikan (belajar.id), serta SIPLah untuk pengadaan barang dan jasa. Kepala sekolah, guru, bendahara, dan operator adalah pengguna utamanya, tetapi masyarakat juga bisa mengaksesnya. Satu hal yang perlu diketahui: sebagian besar layanan di sini masih membuka situs atau aplikasi masing-masing, jadi Rumah Pendidikan lebih berperan sebagai pintu masuk ketimbang satu sistem tunggal.

Ruang Bahasa

Layanan kebahasaan dikumpulkan di Ruang Bahasa: portal Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), akses ke produk penerjemahan Badan Bahasa, portal Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI), dan program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA). Ruang ini paling relevan bagi guru bahasa, dosen, penyelenggara kursus, dan siapa pun yang membutuhkan rujukan kebahasaan resmi.

Empat Ruang Pendukung: Orang Tua, Pemerintah, Mitra, dan Publik

Bagi keluarga, Ruang Orang Tua disiapkan sebagai ruang pendampingan digital untuk memantau capaian murid dan mendukung belajar di rumah, lewat portal informasi pendampingan, panduan penguatan pendidikan karakter, serta layanan pengaduan dan penyampaian masukan.

Di tingkat daerah, Ruang Pemerintah berfungsi sebagai pusat informasi dan analisis untuk perencanaan dan evaluasi. Menu utamanya adalah Neraca Pendidikan Daerah, Rapor Pendidikan Daerah, akun belajar.id, dan MARKAS (Manajemen ARKAS), sistem yang membantu dinas mengawasi tata kelola anggaran sekolah, sehingga kebijakan dinas pendidikan bisa bersandar pada data.

Perusahaan swasta, organisasi sosial, dan organisasi internasional punya pintu sendiri di Ruang Mitra. Mitra dapat memilih lokasi, program, dan dampak yang ingin dicapai. Menu yang tampil saat ini mencakup publikasi dan inisiasi program kemitraan, kemitraan pengadaan barang dan jasa pendidikan, portal relawan, serta deretan produk mitra teknologi pendidikan, dari aplikasi e-learning sampai platform edukasi berbasis 3D/AR. Pemilik bimbel, PKBM, atau penyedia konten yang ingin berkolaborasi dengan program pemerintah bisa mulai menelusuri ruang ini.

Terakhir, Ruang Publik melayani masyarakat umum: portal buku pendidikan resmi, informasi bantuan dan beasiswa pendidikan nasional, layanan pengaduan dan masukan, data resmi pendidikan dan kebahasaan dalam satu portal, serta pusat dokumentasi peraturan dan informasi hukum bidang pendidikan.

Ringkasan kedelapan ruang tersebut dapat dilihat pada tabel berikut.

RuangPilarPengguna utamaContoh layanan
Ruang GTKUtamaGuru, kepala sekolah, pengawas, tenaga kependidikanPelatihan mandiri, diklat, sertifikasi pendidik, komunitas, pengelolaan kinerja
Ruang MuridUtamaMurid dan guruSumber Belajar, Latihan Soal, Sumber Buku Pendidikan, Pendidikan Jarak Jauh
Ruang SekolahUtamaKepala sekolah, bendahara, operator, guruProfil Sekolah, Rapor Pendidikan, ARKAS, BOSP, SIPLah
Ruang BahasaUtamaPelajar, pengajar, masyarakat, penutur asingKBBI, produk penerjemahan Badan Bahasa, UKBI, BIPA
Ruang Orang TuaPendukungOrang tua atau wali muridPortal pendampingan, panduan pendidikan karakter, pengaduan dan masukan
Ruang PemerintahPendukungPemerintah pusat dan daerah, dinas pendidikanNeraca Pendidikan Daerah, Rapor Pendidikan Daerah, MARKAS
Ruang MitraPendukungSwasta, organisasi sosial, organisasi internasionalKemitraan program, kemitraan barjas, portal relawan, produk mitra teknologi pendidikan
Ruang PublikPendukungMasyarakat umumPortal buku, bantuan dan beasiswa, pengaduan, data resmi, dokumentasi peraturan

Cara Mengakses Rumah Pendidikan

Ada tiga jalur masuk: situs resmi rumah.pendidikan.go.id (yang di mesin pencari sering diketik sebagai “rumah pendidikan go id”), aplikasi Android di Google Play, dan aplikasi iOS di App Store. Ketiganya memakai akun yang sama. Bila aplikasi Ruang GTK lama masih terpasang di ponsel, periksa pembaruan karena penyatuannya ke aplikasi Rumah Pendidikan dirilis bertahap.

Pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik masuk dengan akun belajar.id atau akun madrasah Kemenag. Pengguna di luar peran itu bisa memakai email pribadi, dan pengguna iOS juga mendapat opsi Masuk dengan Apple. Pengertian serta aktivasi akun Belajar.id kami bahas terpisah, karena di situlah kendala paling sering muncul.

Panduan lengkap login beserta troubleshooting-nya bisa dibaca di cara login Rumah Pendidikan.

Rumah Pendidikan dari Sisi Praktisi: Dampak dan Catatan Kritis

Bagi guru ASN, dampak paling nyata ada di Ruang GTK yang kini menjadi pintu tunggal pengelolaan kinerja. Mulai 2026, siklus penilaiannya dijalankan setahun sekali dan tersambung ke e-Kinerja BKN.

Bagi operator dan kepala sekolah, hitungannya lebih sederhana: satu titik masuk untuk ARKAS, SIPLah, Rapor Pendidikan, dan akun belajar.id mengurangi waktu mencari tautan yang benar. Namun pintu yang menyatu belum tentu berarti datanya ikut menyatu. Layanan di baliknya masih berdiri di domain masing-masing, dan kelancaran akses tetap bergantung pada data Dapodik yang valid. Cetak biru menempatkan interoperabilitas data sebagai agenda 2026–2027, jadi wajar bila sebagian proses masih terasa terpisah.

Ada pula agenda yang layak masuk rapat sekolah: perlindungan data. Syarat dan ketentuan resmi merujuk pada Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi, dan untuk pengguna di bawah 18 tahun, penggunaan layanan termasuk pemberian data pribadi harus dengan persetujuan dan pengawasan orang tua atau wali. Sekolah yang mengelola akun murid perlu memastikan alur persetujuan itu jelas.

Catatan kritis terakhir menyangkut jarak antara rencana dan kesiapan. Sejumlah layanan masih berlabel dalam pengembangan, angka penggunaan baru sebagian dari cakupan potensial, dan ukuran keberhasilan sesungguhnya sangat sederhana: apakah operator dan guru benar-benar merasa beban administrasinya berkurang. Itu yang patut dipantau sepanjang fase kedua cetak biru.

FAQ Seputar Rumah Pendidikan

Rumah Pendidikan itu apa dan apa artinya?

Rumah Pendidikan adalah superaplikasi Kemendikdasmen yang menghimpun layanan digital pendidikan ke dalam delapan ruang. Namanya mencerminkan gagasan kementerian sebagai “rumah pendidikan”: satu rumah, banyak ruang, dengan nilai RAMAH sebagai landasannya.

Apa tujuan utama menggunakan Rumah Pendidikan?

Mengurangi fragmentasi layanan: satu akun dan satu pintu untuk banyak layanan, beban administrasi yang lebih ringan, data pendidikan yang saling terhubung, serta efisiensi anggaran pengembangan teknologi yang ditargetkan lebih dari 60%.

Apa perbedaan Rumah Pendidikan dengan PMM (Platform Merdeka Mengajar)?

PMM tidak lagi berjalan sebagai aplikasi terpisah. Ia bertransformasi menjadi Ruang GTK di dalam Rumah Pendidikan, dan sejak Juni 2026 aplikasi Ruang GTK pun menyatu ke aplikasi Rumah Pendidikan, sehingga pelatihan mandiri, pengelolaan kinerja, dan sertifikasi tetap diakses lewat jalur tersebut. Rumah Pendidikan sendiri lebih luas karena memuat tujuh ruang lain untuk murid, sekolah, orang tua, pemerintah, dan seterusnya.

Siapa saja yang bisa menggunakan Rumah Pendidikan?

Guru dan tenaga kependidikan, murid, kepala sekolah dan operator, orang tua, pemerintah daerah, mitra dunia usaha, hingga masyarakat umum. Pendidik dan peserta didik masuk dengan akun belajar.id atau akun madrasah, sedangkan pengguna lain dapat memakai email pribadi.

Apakah Rumah Pendidikan berbayar?

Tidak. Syarat dan ketentuan menyatakan seluruh layanan tersedia gratis bagi pengguna yang memenuhi persyaratan akses. Layanan tambahan berbayar dari pihak ketiga, bila ada, berada di luar tanggung jawab Kementerian.

Apakah Rumah Pendidikan wajib digunakan sekolah?

Tidak ada kewajiban umum untuk “memakai Rumah Pendidikan” sebagai satu aplikasi, tetapi sejumlah proses di dalamnya bersifat wajib bagi kelompok tertentu. Contohnya pengelolaan kinerja bagi guru ASN yang dijalankan lewat Ruang GTK dan mensyaratkan data Dapodik yang valid; alurnya kami bahas di pengelolaan kinerja guru 2026. Sumber belajar di Ruang Murid, sebaliknya, bersifat pendukung. Guru juga akan bertemu tugas pelatihan dan survei yang menyertai penerapan platform. Termasuk di dalamnya Jelajah Mandiri dan survei Rumah Pendidikan, yang kami uraikan di Jelajah Mandiri dan survei Rumah Pendidikan.


Rumah Pendidikan kuat di wilayah yang memang menjadi urusan negara: administrasi, kinerja guru, data, dan materi belajar nasional. Namun rutinitas sekolah punya kebutuhan yang lebih membumi dan sangat lokal, seperti ujian tengah semester dengan soal yang disusun guru sendiri, kelas daring yang dikelola per mata pelajaran, atau halaman informasi sekolah yang bisa diperbarui tanpa menunggu siapa pun. Di titik itulah sistem mandiri melengkapi Rumah Pendidikan, bukan menggantikannya. Sekolah yang ingin menggelar UTS, UAS, atau try out internal dengan peserta, jadwal, dan rekap nilai yang dikelola sendiri dapat memakai Ujian Online (CBT). Guru yang ingin mengelola materi dan tugas kelasnya sendiri bisa melihat e-Learning 3B sebagai pelengkap sumber belajar di Ruang Murid. Adapun sekolah yang ingin melengkapi profil standar di Ruang Sekolah dengan informasi yang dikelola mandiri dapat membangun Web Sekolah versinya sendiri.

Referensi

Seluruh sumber diakses pada 21 September 2026. Angka dan status layanan dapat berubah seiring pembaruan Kemendikdasmen.

  1. Kemendikdasmen (9 Juli 2026). Rumah Pendidikan Diakui PBB, Raih Juara Pertama WSIS Prizes 2026 sebagai Solusi e-Government Terbaik. Siaran Pers Nomor 568/sipers/A6/VII/2026.
  2. Kemendikdasmen (23 Januari 2026). Satu Tahun Rumah Pendidikan: Kemendikdasmen Raih Pencapaian Nasional dan Global Signifikan.
  3. Kemendikdasmen (14 November 2025). Kemendikdasmen Raih Dua Penghargaan Internasional ICXA 2025 di London.
  4. Kemendikdasmen (November 2025). Kemendikdasmen Perkenalkan Rumah Pendidikan pada Forum EduTech Asia 2025 di Singapura.
  5. Kemendikdasmen (4 September 2025). Upaya Kemendikdasmen Internalisasikan Budaya RAMAH dan SANTUN.
  6. Kemendikdasmen, Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat. Budaya Kerja RAMAH.
  7. Rumah Pendidikan. Tentang Rumah Pendidikan.
  8. Rumah Pendidikan (berlaku 1 Oktober 2025). Syarat dan Ketentuan.
  9. Rumah Pendidikan. Ruang Murid.
  10. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (diperbarui 3 Desember 2025). Mengenal Ruang Sekolah.
  11. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (diperbarui 17 April 2026). Mengenal Latihan Soal Ruang Murid.
  12. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (3 September 2026). Banyak Cara Siap Ujian di Ruang Murid.
  13. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (Juli 2026). Cara Login ke Rumah Pendidikan.
  14. Pusat Informasi Rumah Pendidikan. Apa Itu Ruang GTK?
  15. Pusat Informasi Rumah Pendidikan. Cara Mengakses Rapor Pendidikan Indonesia.
  16. Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikdasmen. Rumah Pendidikan, Solusi Layanan Informasi Terintegrasi (peta jalan tiga fase).
  17. ANTARA (23 Januari 2025). Kemendikdasmen satukan 986 aplikasi jadi “superapps” Rumah Pendidikan.
  18. Haeri & Afriansyah (2024). Eksplorasi Beban Digital Guru: Survei Pemanfaatan Platform Merdeka Mengajar (PMM) oleh Guru. Aspirasi: Jurnal Masalah-masalah Sosial.
  19. Kompas (14 Februari 2025). Ruang GTK Pengganti PMM Diklaim Bisa Mengurangi Beban Guru.
  20. InfoPublik. Transformasi Digital Pendidikan, Platform Merdeka Mengajar Berubah Jadi Ruang GTK.
  21. Medcom (April 2026). Aturan Baru Kemendikdasmen 2026: Nilai Kinerja Guru Cukup Sekali Setahun, Tanpa Poin.
  22. Badan Pemeriksa Keuangan. Permendikdasmen Nomor 8 Tahun 2026 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Satuan Pendidikan.
  23. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (31 Maret 2026). Implementasi Permendikdasmen No 8/2026 (Juknis BOSP 2026) dalam Penggunaan Dana BOSP Reguler.
  24. Pusat Informasi Rumah Pendidikan (Juni 2026). Apa itu Rumah Pendidikan? dan Cara Mengakses Rumah Pendidikan (Ruang GTK).
  25. Rumah Pendidikan. Laman resmi ruang: Pemerintah, Mitra, Publik, Orang Tua, dan Bahasa.
  26. Google Play. Rumah Pendidikan (deskripsi aplikasi resmi).