Rapor Digital Sekolah: Pengertian, Manfaat, dan Perkembangannya

Setiap akhir semester, ribuan guru di seluruh Indonesia menghadapi rutinitas yang hampir sama: mengumpulkan nilai dari berbagai sumber, merekap satu per satu, menyusun deskripsi capaian setiap siswa, mencetak rapor, lalu memeriksa ulang seluruh isiannya sebelum akhirnya diserahkan kepada orang tua. Prosesnya panjang, rawan salah rekap, dan menyita waktu yang sebetulnya bisa dipakai guru untuk mempersiapkan pembelajaran.
Beban ini bukan sekadar keluhan personal. Sejumlah survei terhadap guru di Indonesia menunjukkan bahwa urusan administratif memang menjadi salah satu sumber tekanan kerja yang nyata di sekolah, mulai dari pengisian dokumen awal semester hingga pelaporan kinerja digital. Ketika beban administrasi menumpuk, waktu dan energi guru untuk fokus mengajar pun ikut berkurang.



