Digital Learning: Pengertian, Manfaat, Model, Teknologi, dan Implementasinya di Sekolah Indonesia

Dua puluh tahun lalu, “belajar” hampir selalu berarti duduk di bangku kelas, mendengarkan guru, dan mencatat di buku tulis. Hari ini, gambaran itu sudah jauh bergeser. Siswa bisa menonton video pembelajaran di ponsel saat perjalanan pulang, mengerjakan latihan soal lewat aplikasi, atau berdiskusi dengan teman sekelas melalui grup daring di luar jam sekolah. Ruang belajar tidak lagi dibatasi empat dinding kelas.
Tiga faktor utama mendorong pergeseran ini. Pertama, perluasan akses internet. Berdasarkan Survei Penetrasi Internet Indonesia 2024 yang dirilis Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), tingkat penetrasi internet nasional mencapai 79,5 persen dari total populasi, naik konsisten dari 64,8 persen pada 2018. Data Badan Pusat Statistik (BPS) dalam publikasi Statistik Telekomunikasi Indonesia 2024 mencatat angka yang selaras: 72,78 persen penduduk usia 5 tahun ke atas telah mengakses internet, meningkat dari 69,21 persen pada tahun sebelumnya.



