Wayan Cahyono

Wayan Cahyono

Founder e-ujian.id

Wayan Cahyono adalah Founder e-ujian.id, platform Computer Based Test (CBT), e-learning, dan digitalisasi sekolah yang digunakan oleh 6000+ sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia.

Ia memulai karier di industri teknologi pada 2011 dan memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan produk digital berskala besar, termasuk menjabat sebagai Direktur Operasional (COO) di salah satu perusahaan web hosting di Indonesia.

Sejak 2023, ia berfokus pada pengembangan teknologi pendidikan (EdTech) melalui e-ujian.id. Tulisannya berfokus pada transformasi digital sekolah, asesmen digital, pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

📍 Yogyakarta, Indonesia | LinkedIn

Fokus Penulisan

Transformasi Digital Sekolah, Digital Learning, Asesmen Digital

Topik Keahlian

CBT, e-learning, LMS, Manajemen Sekolah Digital

Pengalaman

10+ tahun industri teknologi, fokus EdTech sejak 2023

Artikel

306 Artikel Edukasi

Artikel oleh Wayan Cahyono

Berbagai artikel seputar transformasi digital sekolah, e-learning, dan teknologi pendidikan.

Mengapa Ceramah Masih Dominan di Sekolah? Memahami Alasan Guru Masih Menggunakannya

Hero ilustrasi masih mengajar dengan ceramah

Hampir semua guru pernah mendengar bahwa pembelajaran sebaiknya berpusat pada siswa. Seminar, pelatihan, hingga dokumen kurikulum resmi berulang kali menyebutnya. Namun begitu masuk ke ruang kelas sehari-hari, kenyataannya sering berbeda: guru berdiri di depan, menjelaskan materi, siswa duduk mencatat. Ceramah, metode yang kerap dianggap “kuno”, tetap menjadi cara mengajar yang paling sering dipakai — bahkan di kelas-kelas yang gurunya sudah akrab dengan istilah pembelajaran aktif.

Pertanyaannya bukan lagi apakah ceramah masih dipakai, karena jawabannya sudah jelas. Yang lebih menarik untuk digali adalah: mengapa metode yang sering dikritik ini tetap bertahan begitu kuat, di tengah dorongan kuat menuju pembelajaran yang lebih aktif?

Read More

Mengapa CBSA Gagal Dipahami Banyak Guru? Pelajaran dari Cara Belajar Siswa Aktif

hero ilustrasi cbsa

Coba tanyakan pada guru-guru senior tentang CBSA, dan yang muncul biasanya bukan cerita bangga, melainkan senyum getir. Istilah yang dulu digadang-gadang sebagai terobosan besar dalam dunia pendidikan Indonesia ini, seiring waktu justru berubah jadi bahan sindiran di ruang guru: “ah, kayak CBSA dulu, ramai tapi nggak jelas arahnya.” Padahal kalau ditelusuri lebih jauh, gagasan di balik CBSA sebenarnya tidak seburuk reputasinya sekarang.

Read More

Pembelajaran Aktif: Pengertian, Ciri, Prinsip, dan Contoh Penerapannya di Kelas

Hero Ilustrasi Apa Itu Pembelajaran Aktif

Coba ingat-ingat kelas seperti apa yang paling membekas selama sekolah dulu. Kemungkinan besar bukan kelas yang gurunya paling banyak bicara, melainkan kelas yang membuat kita ikut mencoba, berdebat kecil dengan teman, atau bingung sebentar sebelum akhirnya “klik” paham sendiri. Momen semacam itulah inti dari pembelajaran aktif — istilah yang belakangan makin sering disebut seiring sekolah-sekolah mulai bergerak ke arah pembelajaran berpusat pada siswa, tapi sering kali dipahami setengah-setengah.

Read More

Pembelajaran Berpusat pada Siswa: Pengertian, Prinsip, Ciri, dan Penerapannya

hero ilustrasi pembelajaran berpusat pada siswa

Istilah “pembelajaran berpusat pada siswa” belakangan muncul di hampir setiap dokumen kurikulum, pelatihan guru, sampai obrolan santai di ruang guru. Tapi begitu ditanya lebih detail — apa sebenarnya yang membuat sebuah kelas layak disebut “berpusat pada siswa”? — jawabannya sering kabur. Sebagian orang mengira ini sekadar soal siswa duduk berkelompok. Sebagian lain menyamakannya dengan “guru tidak perlu mengajar lagi”.

Artikel ini mencoba meluruskan itu: apa definisinya secara tepat, prinsip apa yang mendasarinya, seperti apa wujudnya di kelas nyata, serta apa yang berubah ketika sebuah sekolah benar-benar menerapkannya. Pembahasan ini adalah bagian dari rangkaian artikel kami tentang Evolusi Metode Pembelajaran di Indonesia: 78 Tahun Perubahan Cara Belajar, yang membahas bagaimana arah pendidikan Indonesia bergerak menuju pendekatan ini selama tujuh dekade terakhir.

Read More

Mengapa Pendidikan Beralih dari Teacher-Centered ke Student-Centered Learning?

Ilustrasi pergerseran gaya mengajar dari Teacher-Centered ke Student-Centered Learning

Ada satu pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas dalam dunia pendidikan: mengapa gaya mengajar yang puluhan tahun lalu dianggap paling ideal, kini justru dipandang kurang memadai? Guru yang menjelaskan panjang lebar di depan kelas dulunya adalah gambaran guru yang kompeten. Hari ini, gambaran itu bergeser — guru yang baik justru sering terlihat lebih banyak memandu diskusi daripada berceramah, lebih banyak melempar pertanyaan daripada memberi jawaban.

Pergeseran dari teacher-centered menuju student-centered learning ini punya alasan yang jelas, bukan sekadar ikut tren. Artikel ini mengupasnya lapis demi lapis, sebagai pelengkap dari pembahasan yang lebih luas di artikel Evolusi Metode Pembelajaran di Indonesia: 78 Tahun Perubahan Cara Belajar.

Read More