Mengapa Ceramah Masih Dominan di Sekolah? Memahami Alasan Guru Masih Menggunakannya

Hampir semua guru pernah mendengar bahwa pembelajaran sebaiknya berpusat pada siswa. Seminar, pelatihan, hingga dokumen kurikulum resmi berulang kali menyebutnya. Namun begitu masuk ke ruang kelas sehari-hari, kenyataannya sering berbeda: guru berdiri di depan, menjelaskan materi, siswa duduk mencatat. Ceramah, metode yang kerap dianggap “kuno”, tetap menjadi cara mengajar yang paling sering dipakai — bahkan di kelas-kelas yang gurunya sudah akrab dengan istilah pembelajaran aktif.
Pertanyaannya bukan lagi apakah ceramah masih dipakai, karena jawabannya sudah jelas. Yang lebih menarik untuk digali adalah: mengapa metode yang sering dikritik ini tetap bertahan begitu kuat, di tengah dorongan kuat menuju pembelajaran yang lebih aktif?



