50+ Contoh Kesepakatan Kelas SD, SMP, SMA + Ide Poster Kreatif

Ilustrasi 50+ contoh kesepakatan kelas SD, SMP, SMA lengkap ide poster kreatif dari e-ujian.id

Mencari contoh kesepakatan kelas yang siap dipakai atau tinggal disesuaikan? Berikut kumpulan contoh untuk jenjang SD, SMP, dan SMA — lengkap dengan variasi format kreatif dan ide poster yang bisa langsung dicetak dan dipajang di dinding kelas. Belum familiar dengan konsepnya? Baca dulu pengertian dan cara membuat kesepakatan kelas di sini.

Satu hal yang sering luput: menurut catatan Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), kasus kekerasan di lingkungan sekolah melonjak dari 285 kasus pada 2023 menjadi 573 kasus pada 2024 — naik lebih dari 100 persen, dan sekitar sepertiganya berupa perundungan. Angka ini jadi pengingat bahwa kesepakatan kelas bukan sekadar tempelan formalitas di dinding. Supaya benar-benar dihayati, isinya perlu terasa dekat dengan keseharian siswa di jenjang masing-masing — itulah kenapa contoh di bawah ini sengaja dibedakan nuansa dan fokusnya untuk SD, SMP, dan SMA, bukan daftar generik yang sama untuk semua umur.

Read More

Cara Login EMIS 4.0 Kemenag: Panduan Akun Lembaga dan PTK Lengkap dengan Solusi Error

Cara login EMIS 4.0 Kemenag untuk operator madrasah dan PTK guru, panduan akun lembaga dan solusi error emis.kemenag.go.id

EMIS 4.0 punya dua jalur login yang sering bikin bingung: satu untuk operator lembaga (madrasah), satu lagi untuk PTK atau guru lewat modul EMIS GTK — dan alurnya tidak sama persis. EMIS sendiri adalah sistem pendataan pendidikan Islam milik Kemenag — baca penjelasan lengkapnya di sini jika belum familiar. Di artikel ini kita langsung masuk ke praktiknya: cara login untuk kedua jenis akun, plus solusi untuk error-error yang paling sering muncul.

Read More

Dapodik Adalah: Pengertian, Fungsi, Data, dan Perannya dalam Digitalisasi Sekolah

Ilustrasi hero artikel dapodik adalah fondasi digital sekolah

Dapodik adalah Data Pokok Pendidikan, yaitu sistem pendataan nasional yang digunakan pemerintah Indonesia untuk mengelola data satuan pendidikan, peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta sarana prasarana sekolah secara terintegrasi.

Setiap sekolah di Indonesia mengelola banyak data penting setiap harinya — data siswa, data guru, kondisi sarana prasarana, hingga profil kelembagaan sekolah itu sendiri. Data-data ini bukan sekadar arsip administratif. Data yang akurat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan, memverifikasi tunjangan guru, hingga merencanakan kebijakan pendidikan secara nasional.

Ringkasan Singkat Dapodik adalah basis data pendidikan nasional yang menghubungkan data sekolah, siswa, guru, dan sarana prasarana untuk mendukung perencanaan pendidikan serta berbagai layanan digital sekolah.

Read More

AI untuk Administrasi Guru: Cara Mengurangi Beban Kerja Guru dengan Kecerdasan Buatan

Ilustrasi pada artikel AI untuk Administrasi Guru

Menjadi guru bukan hanya tentang berdiri di depan kelas dan menyampaikan materi. Di balik setiap jam pembelajaran, ada rangkaian pekerjaan lain yang harus diselesaikan: menyusun perangkat pembelajaran, mengisi jurnal harian, membuat laporan perkembangan siswa, mengolah data kelas, hingga menyiapkan berbagai dokumen administrasi sekolah. Pekerjaan-pekerjaan ini sering kali memakan waktu tidak kalah banyak dibandingkan waktu mengajar itu sendiri.

Pemerintah sendiri mengakui persoalan ini. Melalui Permendikdasmen Nomor 11 Tahun 2025 tentang Pemenuhan Beban Kerja Guru, total jam kerja guru ditetapkan selama 37 jam 30 menit per minggu, dan sejak awal 2025 Kemendikdasmen juga meluncurkan sistem pengelolaan kinerja guru yang lebih sederhana agar guru “tidak dipersulit dengan tugas-tugas administrasi”. Ini menunjukkan bahwa beban administratif guru bukan sekadar keluhan personal, melainkan isu nasional yang sedang coba dijawab lewat kebijakan.

Read More

Cara Membuat Kisi-Kisi Soal dengan AI: Panduan Lengkap Guru Membuat Blueprint Asesmen Lebih Cepat

Ilustrasi Cara membuat kisi kisi soal dengan ai

Modul ajar sudah selesai disusun. Materi pembelajaran sudah rapi. Tujuan pembelajaran sudah jelas di kepala. Tetapi begitu seorang guru duduk untuk mulai membuat soal ulangan harian atau penilaian sumatif, pertanyaan-pertanyaan kecil mulai muncul satu per satu.

Indikator apa saja yang sebenarnya harus diukur dari materi ini? Berapa jumlah soal yang proporsional untuk setiap sub-materi? Mana yang harus HOTS (Higher Order Thinking Skills), mana yang cukup LOTS (Lower Order Thinking Skills)? Apakah sebaran soal ini sudah benar-benar mencerminkan Capaian Pembelajaran (CP), atau hanya soal yang “terpikirkan saat itu”?

Read More