KKTP Adalah: Pengertian, Kepanjangan, dan Perbedaannya dengan KKM di Kurikulum Merdeka

KKTP adalah singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran. Ini adalah kriteria yang digunakan guru untuk menilai apakah peserta didik sudah mencapai suatu Tujuan Pembelajaran (TP) yang dirumuskan dalam modul ajar. KKTP dipakai guru di Kurikulum Merdeka sebagai acuan objektif saat melakukan asesmen formatif maupun sumatif, menggantikan peran Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dulu dipakai di Kurikulum 2013.
Bagi guru yang baru pertama kali menyusun modul ajar di Kurikulum Merdeka, istilah ini sering membingungkan karena terdengar mirip KKM tapi cara menyusunnya sama sekali berbeda. Artikel ini membahas tuntas pengertian KKTP, kedudukannya dalam Kurikulum Merdeka, hingga perbedaannya dengan KKM secara sistematis, agar Anda punya gambaran yang lengkap dan akurat sebelum mulai menyusunnya sendiri.

Apa Itu KKTP dalam Kurikulum Merdeka?
Kedudukan KKTP dalam Kurikulum Merdeka tidak berdiri sendiri. Ia muncul sebagai bagian dari rangkaian asesmen yang mengalir dari Capaian Pembelajaran (CP), diturunkan menjadi Tujuan Pembelajaran (TP), lalu disusun urutannya dalam Alur Tujuan Pembelajaran (ATP). KKTP inilah yang menjadi “penanda” apakah TP tersebut sudah dikuasai peserta didik atau belum.
Secara regulasi, dasar hukum penilaian berbasis kriteria ini tercantum dalam Permendikbudristek Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan. Pasal 9 ayat (8) peraturan tersebut menegaskan bahwa penilaian pencapaian hasil belajar peserta didik dilakukan dengan membandingkan pencapaian hasil belajar peserta didik dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran โ bukan lagi dengan angka KKM tunggal seperti sebelumnya.
KKTP disusun langsung oleh guru mata pelajaran, biasanya di awal semester atau tahun ajaran, bersamaan dengan penyusunan modul ajar atau RPP. Penetapan KKTP dilakukan pada tahap perencanaan asesmen, sebelum guru menentukan instrumen atau bentuk soal yang akan dipakai โ sebab instrumen asesmen yang dipilih harus sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan, bukan sebaliknya.
Untuk memahami konteks yang lebih luas, Anda bisa membaca dulu apa itu Kurikulum Merdeka sebagai dasar dari seluruh perubahan sistem pembelajaran ini. KKTP sendiri disusun berdasarkan Capaian Pembelajaran yang telah dijabarkan menjadi Tujuan Pembelajaran spesifik di tiap mata pelajaran, sehingga memahami CP lebih dulu akan sangat membantu saat menyusun KKTP.
Fungsi dan Tujuan KKTP bagi Guru
KKTP bukan sekadar formalitas administratif dalam modul ajar. Ada beberapa fungsi konkret yang membuat kriteria ini penting untuk dikuasai guru:
- Alat ukur ketercapaian tujuan pembelajaran โ KKTP memberi patokan yang jelas untuk menilai apakah seorang peserta didik sudah menguasai TP tertentu atau belum, sehingga penilaian tidak lagi bersifat subjektif.
- Dasar pengambilan keputusan pembelajaran lanjutan โ hasil pemetaan KKTP membantu guru menentukan siapa yang perlu remedial, siapa yang siap lanjut ke TP berikutnya, dan siapa yang bisa diberi pengayaan.
- Acuan objektif dalam proses asesmen โ baik asesmen formatif (selama proses belajar) maupun sumatif (di akhir periode), guru punya rujukan yang sama untuk menilai semua peserta didik secara konsisten.
- Dokumentasi pertanggungjawaban pedagogis โ KKTP yang tertulis di modul ajar menjadi bukti bahwa proses penilaian guru punya dasar yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, baik ke kepala sekolah maupun ke orang tua peserta didik.
KKTP menjadi salah satu komponen penting dalam rangkaian asesmen Kurikulum Merdeka secara keseluruhan, karena tanpa kriteria yang jelas, hasil asesmen apa pun akan sulit dimaknai secara konsisten antarkelas maupun antarguru.
Perbedaan KKTP dan KKM
Banyak guru masih menganggap KKTP sebagai “KKM dengan nama baru” โ anggapan ini keliru. Perubahan dari KKM ke KKTP bukan sekadar ganti istilah, tapi pergeseran filosofi penilaian: dari yang tadinya berbasis angka tunggal seragam, menjadi berbasis kriteria yang lebih deskriptif dan kontekstual.
| Aspek | KKM (Kurikulum 2013) | KKTP (Kurikulum Merdeka) |
|---|---|---|
| Kepanjangan | Kriteria Ketuntasan Minimal | Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran |
| Sifat penilaian | Angka tunggal (skor minimal, misal 75) | Kualitatif/deskriptif, bisa berbentuk interval nilai atau rubrik |
| Fokus | Ketuntasan nilai per mata pelajaran | Ketercapaian tujuan pembelajaran yang spesifik |
| Fleksibilitas | Ditetapkan relatif seragam per sekolah/mapel | Ditentukan guru sesuai konteks kelas dan tujuan pembelajaran masing-masing |
| Pendekatan | Berbasis skor kuantitatif | Bisa berupa deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai |
| Dasar regulasi | Permendikbud No. 23 Tahun 2016 (sudah dicabut) | Permendikbudristek No. 21 Tahun 2022 |
Dari tabel di atas terlihat jelas bahwa KKTP bukan sekadar “KKM dengan nama baru”. Secara filosofis, KKTP dirancang lebih personal karena mempertimbangkan karakteristik tiap Tujuan Pembelajaran, lebih fleksibel karena guru diberi ruang menentukan pendekatan penilaiannya sendiri, dan lebih berbasis proses karena menilai ketercapaian kompetensi, bukan sekadar angka akhir.
Cara Menyusun KKTP (Gambaran Umum)
Secara garis besar, penyusunan KKTP mengikuti alur berikut: guru menetapkan Tujuan Pembelajaran terlebih dahulu, memilih pendekatan penilaian yang paling sesuai dengan karakteristik TP tersebut, merumuskan kriteria ketercapaian secara konkret, lalu menuliskannya di dalam modul ajar sebagai acuan asesmen.
Berdasarkan Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka, ada tiga pendekatan yang umum dipakai guru untuk merumuskan KKTP:
- Deskripsi kriteria โ guru menetapkan beberapa kriteria (misalnya 4 kriteria), lalu peserta didik dianggap tuntas jika memenuhi sejumlah minimal kriteria tersebut.
- Rubrik โ guru menyusun deskripsi tingkat capaian secara lebih rinci dan berjenjang, cocok untuk menilai kompetensi yang kompleks seperti proyek atau presentasi.
- Interval nilai โ guru menetapkan skor dalam rentang tertentu (misalnya 0โ100) untuk menggambarkan level ketercapaian, sering dikombinasikan dengan rubrik agar lebih objektif.
Ketiga pendekatan ini tidak saling eksklusif โ guru bisa memilih salah satu atau mengombinasikannya, tergantung karakteristik mata pelajaran dan jenis kompetensi yang dinilai. Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh KKTP Kurikulum Merdeka untuk berbagai mata pelajaran yang bisa Anda jadikan referensi dan unduh langsung. Kami juga sudah menyiapkan contoh KKTP per jenjang kelas SD dari kelas 1 hingga kelas 6 untuk memudahkan penyusunan di kelas Anda.
FAQ Seputar KKTP
Apa Itu KKTP?
KKTP adalah kriteria yang digunakan guru untuk menentukan apakah peserta didik sudah mencapai Tujuan Pembelajaran yang dirumuskan dalam modul ajar. Kriteria ini disusun guru sendiri, bisa berbentuk deskripsi, rubrik, atau interval nilai, dan menjadi acuan utama dalam asesmen di Kurikulum Merdeka.
KKTP Artinya Apa?
KKTP artinya patokan atau standar yang menunjukkan seberapa jauh seorang peserta didik telah menguasai suatu tujuan pembelajaran tertentu, bukan sekadar angka batas kelulusan seperti pada sistem penilaian sebelumnya.
Apa Kepanjangan dari KKTP?
KKTP adalah singkatan dari Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran.
Apakah KKTP Sama dengan KKM?
Tidak. Meskipun sama-sama berfungsi sebagai acuan penilaian, KKTP dan KKM berbeda secara filosofi dan teknis โ KKM berupa angka tunggal yang seragam, sementara KKTP bersifat deskriptif, fleksibel, dan disesuaikan dengan tiap Tujuan Pembelajaran. Detail perbandingannya bisa dilihat pada tabel di bagian sebelumnya.
Kesimpulan
KKTP adalah salah satu elemen kunci dalam sistem asesmen Kurikulum Merdeka yang menggeser cara guru menilai peserta didik โ dari sekadar angka ketuntasan menjadi kriteria ketercapaian yang lebih bermakna dan kontekstual. Memahami konsep ini dengan benar akan membantu guru menyusun modul ajar yang lebih terarah sekaligus menilai peserta didik secara lebih adil dan objektif.
Setelah menyusun KKTP, langkah selanjutnya adalah menerapkannya dalam proses penilaian harian. Sekolah Anda bisa memanfaatkan platform e-Learning 3B dari e-Ujian.id untuk mengelola pembelajaran dan penilaian berbasis kriteria ketercapaian secara digital dan gratis.
Referensi
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2022 tentang Standar Penilaian Pendidikan pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
- Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2024 tentang penetapan Kurikulum Merdeka sebagai kurikulum nasional.
- Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen โ Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka, Edisi Revisi 2024.
- Portal Guru Kemendikdasmen (guru.kemendikdasmen.go.id) โ dokumen Standar Penilaian Pendidikan.
(Catatan untuk tim editorial: mohon lakukan verifikasi akhir pada isi tabel Bagian “Perbedaan KKTP dan KKM” langsung ke dokumen resmi Panduan Pembelajaran dan Asesmen sebelum publish, sesuai catatan akurasi di brief.)