Contoh KKTP Kurikulum Merdeka: Matematika, B. Indonesia, IPA, dan IPS (Lengkap + Download)

Contoh KKTP Kurikulum Merdeka untuk Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS - e-ujian.id

Berikut kumpulan contoh KKTP Kurikulum Merdeka untuk mata pelajaran Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, dan IPS yang bisa langsung Anda jadikan referensi atau adaptasi untuk modul ajar. Jika Anda belum familiar dengan istilah ini, silakan baca dulu penjelasan lengkap KKTP adalah apa dan bedanya dengan KKM sebelum melanjutkan โ€” secara singkat, KKTP (Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran) adalah pedoman yang menjelaskan bukti konkret bahwa peserta didik sudah mencapai Tujuan Pembelajaran, dan menggantikan peran KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) yang dulu berupa angka tunggal.

Semua contoh di bawah disusun mengikuti tiga pendekatan resmi yang dijelaskan dalam Panduan Pembelajaran dan Asesmen Kurikulum Merdeka, yaitu deskripsi kriteria, rubrik, dan interval nilai. Ketiganya sengaja divariasikan di tiap mata pelajaran supaya Anda bisa melihat langsung bagaimana satu pendekatan lebih cocok untuk karakteristik materi tertentu dibanding pendekatan lain.

Cara Membaca dan Menggunakan Contoh KKTP di Artikel Ini

Supaya tidak bingung saat masuk ke tabel-tabel berikutnya, setiap contoh di artikel ini disusun dengan format yang sama: Tujuan Pembelajaran (apa yang ingin dicapai peserta didik) โ†’ Pendekatan yang digunakan (deskripsi kriteria, rubrik, atau interval nilai) โ†’ Kriteria Ketercapaian (bukti konkret dan terukur bahwa tujuan itu sudah tercapai).

Satu hal penting yang perlu diingat: contoh-contoh ini adalah ilustrasi yang bisa diadaptasi, bukan patokan baku yang wajib ditiru persis. KKTP memang sengaja dirancang fleksibel โ€” setiap guru berhak menyesuaikan kriteria dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan konteks daerah masing-masing. Jadi anggap saja contoh di bawah sebagai kerangka awal yang mempercepat pekerjaan Anda, bukan jawaban final yang harus disalin mentah-mentah.


Dua Pilihan Format Tabel KKTP: Sederhana vs Lengkap

Sebelum masuk ke contoh, satu hal yang perlu diketahui: tidak ada satu format tabel KKTP yang “dibakukan” secara resmi oleh Kemendikbudristek. Yang resmi adalah konsep tiga pendekatannya (deskripsi kriteria, rubrik, interval nilai) โ€” sementara bentuk tabelnya sendiri fleksibel, tergantung kebutuhan dokumentasi sekolah masing-masing. Di lapangan, ada dua bentuk tabel yang paling umum dipakai:

  1. Format Sederhana (dipakai di seluruh contoh pada artikel ini): Tujuan Pembelajaran โ†’ Pendekatan โ†’ Kriteria Ketercapaian. Cocok untuk guru yang hanya perlu mencatat kriteria ketercapaiannya saja, tanpa detail teknis asesmen.
  2. Format Lengkap: Tujuan Pembelajaran โ†’ Indikator Capaian/Kinerja/Performa โ†’ Bentuk Penilaian โ†’ Instrumen Penilaian โ†’ KKTP. Format ini menyambungkan KKTP langsung dengan rencana asesmennya (mau dinilai lewat apa, pakai instrumen apa), dan merupakan struktur yang umum dipakai pada modul ajar serta materi pelatihan mandiri Platform Merdeka Mengajar (PMM).

Keduanya sama-sah โ€” pilih sesuai kebutuhan dokumentasi di sekolah Anda. Supaya tidak perlu menyusun ulang, kami sertakan kedua format ini dalam template Word/Excel yang bisa diunduh di bagian akhir artikel.

Contoh KKTP Mata Pelajaran Matematika

Berikut contoh KKTP untuk materi Pecahan Senilai di kelas 4 SD โ€” salah satu topik yang menurut Capaian Pembelajaran Fase B memang menjadi fokus mata pelajaran Matematika, yaitu kemampuan peserta didik membandingkan dan mengurutkan antar-pecahan serta mengenali pecahan senilai.

Tujuan PembelajaranPendekatanKriteria Ketercapaian
Peserta didik mampu mengidentifikasi dan menentukan pecahan-pecahan yang senilai menggunakan benda konkret dan gambar (Matematika, Fase B / Kelas 4 SD).Interval Nilaiโ€ข 86โ€“100: mampu menentukan minimal 4 dari 5 pasangan pecahan senilai dengan benar dan tanpa bantuan.<br>โ€ข 71โ€“85: mampu menentukan 3 dari 5 pasangan pecahan senilai, sesekali masih perlu bantuan gambar.<br>โ€ข 55โ€“70: baru mampu menentukan pecahan senilai jika dipandu langkah demi langkah menggunakan alat peraga.<br>โ€ข Di bawah 55: belum mampu mengenali konsep pecahan senilai, perlu pembelajaran ulang dari dasar.
Peserta didik mampu menyelesaikan soal cerita sederhana yang melibatkan operasi penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama (Matematika, Fase C / Kelas 5 SD).Rubrikโ€ข Mahir: jawaban benar, langkah penyelesaian runtut dan disertai penjelasan logis.<br>โ€ข Cakap: jawaban benar, langkah penyelesaian ada namun kurang runtut.<br>โ€ข Berkembang: jawaban kurang tepat, tapi proses berpikir menunjukkan pemahaman dasar konsep.<br>โ€ข Awal: belum mampu menerapkan operasi hitung pecahan pada soal cerita.

Contoh KKTP Mata Pelajaran Bahasa Indonesia

Setelah melihat contoh di Matematika yang banyak bermain angka, mari beralih ke Bahasa Indonesia yang lebih menitikberatkan pada keterampilan menulis dan berpikir kritis. Berikut contoh KKTP untuk materi menulis teks deskripsi di kelas 4 SD.

Tujuan PembelajaranPendekatanKriteria Ketercapaian
Peserta didik mampu menulis teks deskripsi sederhana tentang benda, orang, atau tempat di sekitarnya dengan struktur yang jelas (Bahasa Indonesia, Fase B / Kelas 4 SD).Rubrikโ€ข Sangat Baik: teks memuat identifikasi objek yang jelas, minimal 3 ciri khusus yang dideskripsikan secara rinci, dan pilihan kata bervariasi.<br>โ€ข Baik: teks memuat identifikasi objek dan 2 ciri khusus, pilihan kata masih sederhana namun tepat.<br>โ€ข Cukup: teks hanya memuat identifikasi objek tanpa ciri khusus yang rinci.<br>โ€ข Perlu Bimbingan: teks belum menggambarkan objek secara jelas, kalimat masih terputus-putus.
Peserta didik mampu menyampaikan gagasan atau pendapat secara lisan dengan runtut saat diskusi kelompok (Bahasa Indonesia, Fase D / Kelas 7 SMP).Deskripsi KriteriaPeserta didik dianggap mencapai tujuan pembelajaran apabila memenuhi ketiga kriteria berikut: (1) menyampaikan pendapat sesuai topik diskusi, (2) menggunakan kalimat yang mudah dipahami pendengar, (3) mampu memberikan alasan singkat atas pendapat yang disampaikan. Jika minimal 2 dari 3 kriteria terpenuhi, peserta didik dinyatakan cakap; jika kurang dari 2, perlu pendampingan lebih lanjut.

Contoh KKTP Mata Pelajaran IPA

Giliran selanjutnya adalah IPA. Satu catatan penting sebelum masuk ke contoh: di jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS pada Kurikulum Merdeka digabung menjadi IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial), sehingga topik seperti siklus air atau rantai makanan biasanya muncul dalam Tujuan Pembelajaran IPAS kelas 3โ€“6 SD. Sementara itu, di jenjang SMP, IPA kembali berdiri sebagai mata pelajaran tersendiri (Fase D). Supaya contoh berikut representatif untuk pembaca dari jenjang SMP maupun SD, kami tampilkan dua contoh dari kedua konteks tersebut.

Tujuan PembelajaranPendekatanKriteria Ketercapaian
Peserta didik mampu mengidentifikasi organ-organ sistem pencernaan manusia beserta fungsinya masing-masing (IPA, Fase D / Kelas 8 SMP).Deskripsi KriteriaPeserta didik dianggap mencapai tujuan pembelajaran jika mampu: (1) menyebutkan minimal 5 organ pencernaan secara berurutan, (2) menjelaskan fungsi utama masing-masing organ dengan bahasa sendiri, (3) mengaitkan gangguan pencernaan sederhana (misalnya sembelit) dengan organ yang terlibat. Ketiga kriteria harus terpenuhi minimal pada tahap “memadai” untuk dinyatakan tuntas.
Peserta didik mampu mendeskripsikan tahapan siklus air dan pengaruhnya terhadap kehidupan sehari-hari (IPAS, Fase B / Kelas 4 SD).Interval Nilaiโ€ข 86โ€“100: mampu menjelaskan seluruh tahapan siklus air secara runtut disertai contoh dampaknya bagi kehidupan sehari-hari.<br>โ€ข 71โ€“85: mampu menjelaskan tahapan siklus air secara runtut, namun belum mengaitkan dengan contoh nyata.<br>โ€ข 55โ€“70: mampu menyebutkan sebagian tahapan siklus air, urutan belum tepat.<br>โ€ข Di bawah 55: belum memahami konsep dasar siklus air.

Contoh KKTP Mata Pelajaran IPS

Terakhir, mari lihat contoh KKTP untuk IPS โ€” mata pelajaran yang di jenjang SMP juga berdiri sendiri, sementara di SD tergabung dalam IPAS bersama materi sains. Topik yang dipilih di bawah adalah keragaman budaya, materi yang sangat relevan dengan konteks Indonesia sebagai negara majemuk.

Tujuan PembelajaranPendekatanKriteria Ketercapaian
Peserta didik mampu mengidentifikasi bentuk-bentuk keragaman budaya (bahasa daerah, rumah adat, pakaian adat) di lingkungan sekitarnya dan menjelaskan pentingnya sikap toleransi (IPS/IPAS, Fase C / Kelas 5 SD).Deskripsi Kriteria dan Rubrik (kombinasi)Tahap 1 โ€” Kriteria Wajib (Deskripsi): peserta didik mampu menyebutkan minimal 3 contoh keragaman budaya di daerahnya sendiri.<br><br>Tahap 2 โ€” Rubrik (jika Tahap 1 terpenuhi), untuk mengukur kedalaman pemahaman:<br>โ€ข Mahir: mampu menjelaskan manfaat toleransi terhadap keragaman budaya dengan contoh konkret dari kehidupan sehari-hari.<br>โ€ข Cakap: mampu menjelaskan pentingnya toleransi secara umum tanpa contoh spesifik.<br>โ€ข Berkembang: baru mampu menyebutkan contoh keragaman tanpa penjelasan mengenai toleransi.
Peserta didik mampu menganalisis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) yang terjadi di lingkungan tempat tinggalnya (IPS, Fase D / Kelas 7 SMP).Rubrikโ€ข Mahir: mampu mengidentifikasi ketiga jenis kegiatan ekonomi disertai contoh nyata dan menjelaskan keterkaitan antar-kegiatan tersebut.<br>โ€ข Cakap: mampu mengidentifikasi ketiga jenis kegiatan ekonomi dengan contoh, namun belum menjelaskan keterkaitannya.<br>โ€ข Berkembang: hanya mampu mengidentifikasi 1โ€“2 jenis kegiatan ekonomi.<br>โ€ข Awal: belum mampu membedakan jenis-jenis kegiatan ekonomi.

Infografis contoh KKTP Kurikulum Merdeka 4 mata pelajaran: Matematika, Bahasa Indonesia, IPA, IPS lengkap dengan pendekatan deskripsi kriteria, rubrik, dan interval nilai

Download Template KKTP Kurikulum Merdeka (Word & Excel)

Supaya Anda tidak perlu menyusun format dari nol, kami menyiapkan template kosong yang bisa langsung diisi. Template ini memuat dua pilihan format, jadi Anda tinggal pakai yang paling sesuai dengan kebutuhan sekolah:

  • Format Sederhana โ€” mengikuti struktur tabel di artikel ini: Tujuan Pembelajaran, Pendekatan, dan Kriteria Ketercapaian. Cocok jika Anda hanya perlu mendokumentasikan kriterianya saja.
  • Format Lengkap (Perencanaan Penilaian Formatif dan Sumatif) โ€” menambahkan kolom Indikator Capaian/Kinerja/Performa, Bentuk Penilaian, dan Instrumen Penilaian sebelum kolom KKTP. Format ini mengikuti struktur yang umum dipakai pada modul ajar dan materi pelatihan mandiri Platform Merdeka Mengajar (PMM), karena menyambungkan KKTP langsung dengan rencana asesmennya โ€” bukan sekadar kriterianya saja.

Kedua format sudah diisi baris contoh (diarsir abu-abu, huruf miring) yang bisa Anda timpa dengan data Anda sendiri, lengkap dengan petunjuk pengisian.

Template tersedia dalam dua format file sesuai kebutuhan Anda: Word (.docx) untuk yang terbiasa mengetik langsung di dokumen teks (format sederhana dan format lengkap masing-masing di halaman terpisah), dan Excel (.xlsx) untuk yang ingin merekap KKTP banyak Tujuan Pembelajaran sekaligus dalam satu file (format sederhana dan format lengkap masing-masing di sheet terpisah, dilengkapi dropdown pemilihan Pendekatan).

๐Ÿ“ฅ Download Template KKTP Format Word

๐Ÿ“ฅ Download Template KKTP Format Excel


Tips Menyusun KKTP Sendiri Sesuai Kelas Anda

Setelah melihat berbagai contoh di atas, berikut beberapa tips praktis agar KKTP yang Anda susun sendiri benar-benar sesuai dengan kondisi kelas:

  • Sesuaikan dengan kondisi nyata peserta didik, bukan kondisi ideal. Kriteria yang terlalu tinggi untuk kemampuan rata-rata kelas justru membuat KKTP kehilangan fungsinya sebagai alat refleksi.
  • Jangan terlalu banyak kriteria dalam satu Tujuan Pembelajaran. Cukup 3โ€“4 kriteria yang benar-benar mewakili inti kompetensi, supaya penilaian tetap fokus dan tidak membebani proses asesmen.
  • Gunakan bahasa yang terukur dan bisa diamati, hindari kata-kata abstrak seperti “memahami dengan baik”. Ganti dengan kata kerja operasional seperti “mampu menyebutkan”, “mampu menjelaskan”, atau “mampu menerapkan” yang bisa dibuktikan lewat perilaku atau hasil kerja nyata.
  • Pilih pendekatan sesuai karakteristik materi. Materi yang berhubungan dengan angka atau skor (seperti nilai tes) lebih cocok dengan interval nilai, sementara keterampilan menulis atau berbicara lebih pas dengan rubrik.

Jika Anda ingin memperdalam cara menyusun modul ajar secara menyeluruh, termasuk bagaimana KKTP terhubung dengan komponen lain di dalamnya, silakan cek juga panduan modul ajar Kurikulum Merdeka dan contoh RPP Kurikulum Merdeka di artikel kami yang lain.


Penutup

Contoh-contoh KKTP di atas bisa jadi titik awal yang mempercepat pekerjaan Anda menyusun modul ajar, tapi ingat bahwa setiap kriteria tetap perlu disesuaikan dengan karakteristik peserta didik, kondisi sekolah, dan konteks daerah masing-masing. Jangan ragu memodifikasi kalimat, angka interval, atau tingkatan rubrik agar benar-benar mencerminkan kelas yang Anda ajar.

Jika Anda ingin melihat contoh yang lebih spesifik berdasarkan jenjang kelas, kami juga sudah menyiapkan contoh KKTP untuk kelas 1 hingga kelas 6 SD Kurikulum Merdeka yang bisa langsung disesuaikan dengan kelas yang Anda ajar.

Setelah KKTP tersusun, Anda bisa langsung menerapkannya dalam pembuatan soal dan asesmen digital melalui fitur bank soal di platform e-Learning 3B dari e-Ujian.id, sehingga kriteria yang sudah Anda tetapkan bisa langsung terukur dari hasil pengerjaan peserta didik secara otomatis.


Referensi

  1. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Panduan Pembelajaran dan Asesmen pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah, Edisi Revisi 2024.
  2. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 008/H/KR/2022 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah pada Kurikulum Merdeka.
  3. Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbudristek. Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran (pembaruan pendekatan pembelajaran mendalam).
  4. Portal Perangkat Ajar Kurikulum Merdeka, Kemendikbudristek โ€” belajar.id.

Catatan: pastikan untuk selalu merujuk pada dokumen Capaian Pembelajaran resmi terbaru dari BSKAP Kemendikbudristek sesuai mata pelajaran dan fase yang Anda ajar, karena capaian pembelajaran dapat mengalami pembaruan dari waktu ke waktu.