Wayan Cahyono

Wayan Cahyono

✦ Founder e-ujian.id

Wayan Cahyono adalah Founder e-ujian.id, platform Computer Based Test (CBT), e-learning, dan digitalisasi sekolah yang digunakan oleh 6000+ sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia.

Ia memulai karier di industri teknologi pada 2011 dan memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan produk digital berskala besar, termasuk menjabat sebagai Direktur Operasional (COO) di salah satu perusahaan web hosting di Indonesia.

Sejak 2023, ia berfokus pada pengembangan teknologi pendidikan (EdTech) melalui e-ujian.id. Tulisannya berfokus pada transformasi digital sekolah, asesmen digital, pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

📍 Yogyakarta, Indonesia | LinkedIn

Fokus Penulisan

Transformasi Digital Sekolah, Digital Learning, Asesmen Digital

Topik Keahlian

CBT, e-learning, LMS, Manajemen Sekolah Digital

Pengalaman

10+ tahun industri teknologi, fokus EdTech sejak 2023

Artikel

308 Artikel Edukasi

Artikel oleh Wayan Cahyono

Berbagai artikel seputar transformasi digital sekolah, e-learning, dan teknologi pendidikan.

Cara Membuat Materi Pembelajaran dengan AI: Panduan Lengkap untuk Guru

hero ilustrasi artikel cara membuat-materi pembelajaran dengan ai

Setiap guru tahu betul bahwa materi pembelajaran adalah fondasi dari seluruh proses belajar di kelas. Tanpa materi yang jelas, terstruktur, dan sesuai kebutuhan siswa, sebuah rencana pembelajaran sebaik apa pun akan sulit berjalan maksimal. Masalahnya, menyusun materi yang benar-benar siap pakai — mulai dari mencari referensi, menyusun penjelasan yang runtut, membuat contoh yang relevan, hingga menyesuaikan bahasa dengan usia siswa — membutuhkan waktu yang tidak sedikit di tengah jadwal guru yang sudah padat.

Kabar baiknya, kini guru tidak harus melakukan semua itu sendirian dari nol. Dengan pemanfaatan AI untuk guru, proses penyusunan materi pembelajaran bisa dipercepat tanpa mengorbankan kualitas. AI di sini hadir bukan untuk menggantikan peran guru, melainkan sebagai asisten yang membantu mempercepat tahap awal penyusunan bahan ajar — sementara keputusan akhir tentang isi, kebenaran fakta, dan kesesuaian dengan siswa tetap ada di tangan guru.

Read More

Prompt ChatGPT untuk Guru: Contoh Lengkap Membuat Materi, Soal, dan Administrasi Pembelajaran

Ilustrasi artikel prompt chatgpt untuk guru

Setiap pagi, sebelum bel sekolah berbunyi, seorang guru sudah harus mengambil banyak keputusan kecil: materi apa yang akan disampaikan hari ini, bagaimana menjelaskan konsep yang sulit dengan cara yang mudah dipahami siswa, soal seperti apa yang pas untuk mengukur pemahaman mereka, hingga bagaimana menyelesaikan setumpuk administrasi yang harus dilaporkan ke sekolah. Semua ini terjadi di tengah waktu yang sangat terbatas.

Kehadiran ChatGPT membuka peluang baru untuk membantu pekerjaan-pekerjaan tersebut. Namun ada satu hal yang sering luput dipahami: hasil yang diberikan ChatGPT sangat bergantung pada bagaimana guru memberikan instruksi. Instruksi inilah yang disebut prompt. Guru yang memahami cara menyusun prompt dengan baik akan mendapatkan bantuan AI yang jauh lebih relevan dibanding guru yang sekadar mengetik permintaan singkat dan seadanya.

Read More

Cara Membuat Soal dengan AI untuk Guru (Lengkap + Contoh Prompt)

hero ilustrasi cara membuat soal dengan ai untuk guru

Membuat soal terlihat sederhana, tetapi setiap guru tahu bahwa kenyataannya tidak semudah itu. Soal yang baik bukan sekadar pertanyaan dan jawaban. Ada tujuan pembelajaran yang harus tercapai, tingkat kesulitan yang harus terukur, indikator kemampuan yang harus jelas, dan kesesuaian dengan materi yang sudah diajarkan di kelas.

Saat ini, jumlah guru di Indonesia tercatat mencapai sekitar 3,47 juta orang pada tahun ajaran 2025/2026, dan setiap harinya sebagian besar dari mereka harus menyiapkan soal untuk latihan, kuis, ulangan harian, hingga asesmen sumatif. Jika seorang guru harus menyiapkan puluhan hingga ratusan butir soal dalam satu semester untuk berbagai jenis penilaian, maka kebutuhan penyusunan soal dalam satu tahun ajaran tentu tidak sedikit. Waktu yang tersedia untuk itu semakin terbatas karena guru juga dibebani berbagai tugas administratif di luar mengajar.

Read More

Cara Membuat Modul Ajar dengan AI untuk Kurikulum Merdeka (Lengkap + Contoh Prompt)

hero ilustrasi cara membuat modul ajar dengan ai kurikulum merdeka

Bagi banyak guru, tantangan terbesar dalam menyusun modul ajar bukan memahami konsep pembelajarannya, melainkan menyediakan waktu untuk menuangkan ide tersebut menjadi dokumen yang lengkap dan sistematis—mulai dari tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, sampai asesmen dan rubrik penilaian.

Data Kemendikbudristek/Kemendikdasmen mencatat ada 4,21 juta guru di Indonesia pada tahun ajaran 2024/2025, dengan hampir separuhnya (sekitar 1,84 juta) mengajar di jenjang SD. Di saat yang sama, berbagai laporan dari lapangan—termasuk kajian Program RISE di Indonesia—menunjukkan bahwa guru sering merangkap peran sebagai operator administrasi, mulai dari Dapodik, laporan BOS, hingga dokumen perangkat ajar, sampai harus lembur di rumah untuk menyelesaikannya.

Read More

AI untuk Guru: Cara Menggunakan Artificial Intelligence untuk Meningkatkan Produktivitas Pembelajaran

ai untuk guru hero image

Bayangkan satu hari kerja seorang guru. Pagi hari mengajar di kelas, siang menyiapkan bahan ajar untuk pertemuan berikutnya, sore memeriksa tugas siswa, dan malam hari masih harus melengkapi laporan administrasi yang tidak pernah habis. Ini bukan gambaran berlebihan. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) mencatat Indonesia memiliki sekitar 3,36 juta guru pada tahun ajaran 2023/2024, dan studi kebijakan kementerian periode 2023–2024 menemukan bahwa beban administratif guru terus meningkat karena tumpang-tindihnya program pemerintah, tuntutan pelaporan daerah, dan kewajiban mengisi berbagai aplikasi pusat sekaligus.

Persoalan ini bahkan pernah disinggung langsung oleh Mendikbud pada peringatan Hari Guru, yang menyoroti betapa banyak tugas administratif guru sehingga mengurangi porsi waktu mereka untuk mengajar dan berinovasi di kelas. Fenomena ini menunjukkan satu hal yang sama dirasakan guru di seluruh Indonesia: waktu untuk benar-benar mendampingi siswa belajar makin terkikis oleh pekerjaan administratif yang berulang.

Read More