Wayan Cahyono

Wayan Cahyono

Founder e-ujian.id

Wayan Cahyono adalah Founder e-ujian.id, platform Computer Based Test (CBT), e-learning, dan digitalisasi sekolah yang digunakan oleh 6000+ sekolah dan lembaga pendidikan di Indonesia.

Ia memulai karier di industri teknologi pada 2011 dan memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengembangkan produk digital berskala besar, termasuk menjabat sebagai Direktur Operasional (COO) di salah satu perusahaan web hosting di Indonesia.

Sejak 2023, ia berfokus pada pengembangan teknologi pendidikan (EdTech) melalui e-ujian.id. Tulisannya berfokus pada transformasi digital sekolah, asesmen digital, pembelajaran digital, Learning Management System (LMS), serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

📍 Yogyakarta, Indonesia | LinkedIn

Fokus Penulisan

Transformasi Digital Sekolah, Digital Learning, Asesmen Digital

Topik Keahlian

CBT, e-learning, LMS, Manajemen Sekolah Digital

Pengalaman

10+ tahun industri teknologi, fokus EdTech sejak 2023

Artikel

308 Artikel Edukasi

Artikel oleh Wayan Cahyono

Berbagai artikel seputar transformasi digital sekolah, e-learning, dan teknologi pendidikan.

Literasi Digital Adalah: Pengertian, 4 Pilar, Komponen, Manfaat, Contoh, dan Pentingnya di Era Digital

Ilustrasi artikel Literasi Digital Adalah: Pengertian, 4 Pilar, Komponen, Manfaat, Contoh, dan Pentingnya di Era Digital

Jawaban Singkat: Apa Itu Literasi Digital?

Literasi digital adalah kemampuan seseorang menggunakan teknologi digital secara efektif, kritis, aman, dan bertanggung jawab untuk mengakses, memahami, mengevaluasi, membuat, serta membagikan informasi. Kemampuan ini mencakup empat pilar resmi Komdigi — Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital — dan bukan sekadar bisa mengoperasikan perangkat, melainkan juga menilai kebenaran informasi serta menjaga keamanan data.

Secara lebih rinci, konsep ini merujuk pada kemampuan individu mencari, memahami, mengevaluasi, membuat, dan menyampaikan informasi melalui teknologi digital secara efektif, aman, serta bertanggung jawab. Kemampuan ini tidak sebatas bisa mengoperasikan HP, membuka internet, atau memakai aplikasi, melainkan mencakup cara berpikir kritis dalam menghadapi banjir informasi digital.

Read More

Numerasi Adalah: Pengertian, Contoh, Komponen, Manfaat, dan Perannya dalam Pendidikan

Ilustrasi hero untuk artikel Numerasi Adalah: Pengertian, Contoh, Komponen, Manfaat, dan Perannya dalam Pendidikan

Numerasi adalah kemampuan seseorang dalam menggunakan konsep, prosedur, fakta, dan alat matematika untuk menyelesaikan masalah dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini tidak hanya berkaitan dengan berhitung, tetapi juga mencakup kemampuan bernalar, membaca data, dan mengambil keputusan berdasarkan informasi berbasis angka.

Di Indonesia, numerasi menjadi salah satu dari dua kompetensi dasar yang diukur dalam Asesmen Nasional bersama literasi, dan hasilnya menjadi acuan penting bagi pemerintah, sekolah, guru, hingga orang tua dalam melihat kualitas pembelajaran matematika di setiap jenjang pendidikan. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu numerasi, bagaimana bedanya dengan berhitung biasa, apa saja komponen dan manfaatnya, serta bagaimana cara meningkatkannya secara bertahap.

Read More

Literasi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Perannya dalam Pendidikan

Literasi Adalah: Pengertian, Jenis, dan Perannya dalam Pendidikan

Literasi adalah kemampuan seseorang dalam memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan mengolah informasi untuk mengambil keputusan serta berpartisipasi dalam kehidupan. Dalam dunia pendidikan, literasi tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis, tetapi mencakup kecakapan berpikir kritis, mengolah data, dan beradaptasi dengan perubahan zaman yang menjadi bekal penting bagi peserta didik.

Banyak orang masih menyamakan literasi dengan sekadar “bisa membaca buku”. Padahal, dalam kebijakan pendidikan nasional maupun kajian akademik, literasi memiliki cakupan yang jauh lebih luas: mulai dari kemampuan menafsirkan grafik dan data, menilai kredibilitas sebuah berita, hingga menggunakan teknologi digital secara bertanggung jawab. Artikel ini membahas literasi secara menyeluruh sebagai peta besar sebelum masuk ke pembahasan yang lebih spesifik pada setiap jenisnya.

Read More

Dapodik Adalah: Pengertian, Fungsi, Data, dan Perannya dalam Digitalisasi Sekolah

Ilustrasi hero artikel dapodik adalah fondasi digital sekolah

Dapodik adalah Data Pokok Pendidikan, yaitu sistem pendataan nasional yang digunakan pemerintah Indonesia untuk mengelola data satuan pendidikan, peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta sarana prasarana sekolah secara terintegrasi.

Setiap sekolah di Indonesia mengelola banyak data penting setiap harinya — data siswa, data guru, kondisi sarana prasarana, hingga profil kelembagaan sekolah itu sendiri. Data-data ini bukan sekadar arsip administratif. Data yang akurat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyalurkan dana bantuan, memverifikasi tunjangan guru, hingga merencanakan kebijakan pendidikan secara nasional.

Ringkasan Singkat Dapodik adalah basis data pendidikan nasional yang menghubungkan data sekolah, siswa, guru, dan sarana prasarana untuk mendukung perencanaan pendidikan serta berbagai layanan digital sekolah.

Read More

Apakah Tenaga Kependidikan Wajib Isi e-Kinerja PMM 2026? Ini Status Operator Sekolah, TU, Laboran, dan Pustakawan

Ilustrasi artikel Apakah Tenaga Kependidikan Wajib Isi e-Kinerja PMM 2026? Ini Status Operator Sekolah, TU, Laboran, dan Pustakawan

Perubahan Pengelolaan Kinerja 2026 membuat banyak warga sekolah bertanya-tanya: apakah hanya guru yang wajib mengisi e-Kinerja PMM, atau tenaga kependidikan seperti operator sekolah, TU, laboran, dan pustakawan juga harus ikut?

Jawabannya: tidak semua tenaga kependidikan masuk jalur Pengelolaan Kinerja Guru melalui Ruang GTK. Guru, kepala sekolah, dan pengawas ASN memiliki jalur Pengelolaan Kinerja tersendiri melalui Ruang GTK, sedangkan operator sekolah, TU, laboran, dan pustakawan memiliki jalur pengelolaan kinerja yang berbeda dari guru. Namun, tenaga kependidikan yang berstatus ASN tetap memiliki kewajiban menyusun SKP melalui mekanisme kinerja ASN sesuai jabatan masing-masing.

Read More