Cara Membuat LKPD dengan AI: Panduan Lengkap Guru

Bagi banyak guru, menyusun LKPD adalah salah satu pekerjaan yang paling menyita waktu. Menentukan aktivitas yang tepat, merumuskan pertanyaan eksplorasi, menyusun langkah kerja siswa, sampai membuat bagian refleksi di akhir lembar kerja โ semua itu butuh waktu dan energi, apalagi jika harus dilakukan untuk banyak kelas dan banyak materi dalam satu semester.
Di sinilah kecerdasan buatan (AI) mulai banyak dilirik guru. Bukan untuk menggantikan peran guru, tetapi untuk mempercepat penyusunan draf awal LKPD, sehingga waktu guru bisa lebih banyak dialokasikan untuk hal yang paling penting: memastikan aktivitas belajar benar-benar sesuai dengan kondisi kelas dan karakter siswa.
Artikel ini adalah bagian dari seri AI untuk Guru di e-ujian.id, dan akan membahas secara khusus bagaimana AI dapat membantu guru menyusun LKPD yang terstruktur โ mulai dari konsep dasarnya, langkah praktis, contoh prompt, hingga hal-hal yang perlu diwaspadai.
- Mengapa Guru Perlu Membuat LKPD dengan AI?
- Apa Itu LKPD?
- Perbedaan LKPD, Modul Ajar, Materi Pembelajaran, dan Media Pembelajaran
- Apa yang Bisa Dibantu AI dalam Membuat LKPD?
- Bagaimana Cara Membuat LKPD dengan AI?
- Contoh Prompt Membuat LKPD dengan AI
- Contoh Output AI dalam Membuat LKPD
- Jenis LKPD yang Bisa Dibuat dengan AI
- Kesalahan Guru saat Membuat LKPD dengan AI
- AI Membantu Menyusun Aktivitas, Guru Menentukan Pengalaman Belajar
- Tools AI untuk Membuat LKPD
- LKPD AI menuju Ekosistem Pembelajaran Digital
- FAQ Seputar Cara Membuat LKPD dengan AI
- Referensi
Mengapa Guru Perlu Membuat LKPD dengan AI?
Alasan utamanya sederhana: beban administratif guru di Indonesia memang berat, dan sebagian besar waktu itu tersedot bukan untuk mengajar, melainkan untuk menyiapkan dan mendokumentasikan perangkat pembelajaran.
Secara regulasi, guru di Indonesia wajib memenuhi beban kerja 37,5 jam efektif per minggu berdasarkan Permendikbud Nomor 15 Tahun 2018, dan aturan ini kemudian diperbarui oleh Kemendikdasmen pada 2025 dengan total beban kerja 37 jam 30 menit per minggu, yang salah satu komponennya adalah kegiatan merencanakan pembelajaran, termasuk penyusunan bahan ajar seperti LKPD. Beban ini bukan hal kecil โ riset OECD melalui laporan TALIS 2024 bahkan mencatat bahwa guru di banyak negara, termasuk pola yang serupa terlihat di Indonesia, menghabiskan sekitar 20โ30 persen waktu kerjanya untuk tugas administratif nonpengajaran, bukan untuk pengayaan akademik atau interaksi langsung dengan siswa. Jika dikalikan dengan jumlah guru di Indonesia yang mencapai sekitar 3,36 juta orang pada tahun ajaran 2023/2024 menurut data Kemendikbudristek, maka waktu yang “hilang” untuk urusan dokumen setiap tahunnya sangat besar secara nasional.
Di sisi lain, LKPD sendiri punya peran penting dalam Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran berpusat pada siswa (student-centered learning). Beberapa penelitian pengembangan LKPD berbasis Kurikulum Merdeka menunjukkan bahwa LKPD yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan penyelidikan, berkolaborasi, dan menyelesaikan masalah secara mandiri โ tiga keterampilan yang menjadi fokus pembelajaran aktif di kelas.
Masalahnya, menyusun LKPD yang benar-benar mendorong aktivitas semacam itu โ bukan sekadar lembar soal berbalut nama baru โ membutuhkan waktu berpikir yang tidak sedikit. AI dapat membantu mempercepat tahap penyusunan draf: merumuskan aktivitas, menyusun pertanyaan pemantik, hingga menyiapkan variasi lembar kerja, sehingga guru punya lebih banyak waktu untuk menyesuaikannya dengan kondisi kelas yang sebenarnya.
Apa Itu LKPD?
LKPD atau Lembar Kerja Peserta Didik adalah lembar yang berisi panduan aktivitas belajar bagi siswa, biasanya memuat tujuan, langkah kerja, pertanyaan, ruang untuk menuliskan jawaban atau hasil pengamatan, serta bagian refleksi di akhir kegiatan.
Fungsinya bukan sekadar kumpulan soal. LKPD dirancang untuk memandu siswa melakukan sesuatu โ mengamati, berdiskusi, bereksperimen, atau menyelesaikan masalah โ sehingga siswa aktif membangun pemahamannya sendiri, bukan hanya menerima penjelasan guru secara pasif.
Dalam praktik sehari-hari, LKPD biasanya digunakan sebagai pelengkap dari rencana pembelajaran yang lebih besar. Untuk memahami bagaimana LKPD terhubung dengan perangkat ajar lain, guru bisa melihat pembahasan lengkap di Cara Membuat Modul Ajar dengan AI.
Perbedaan LKPD, Modul Ajar, Materi Pembelajaran, dan Media Pembelajaran
Banyak guru bingung membedakan keempat istilah ini, padahal fungsinya cukup berbeda. Berikut ringkasannya:
| Perangkat | Fungsi Utama | Bentuk |
|---|---|---|
| LKPD | Memandu aktivitas dan langkah kerja siswa | Lembar kerja berisi instruksi, pertanyaan, dan ruang jawaban |
| Modul Ajar | Rencana pembelajaran menyeluruh dari guru | Dokumen perencanaan lengkap (tujuan, langkah mengajar, asesmen) |
| Materi Pembelajaran | Sumber informasi atau konsep yang dipelajari siswa | Teks, ringkasan konsep, bahan bacaan |
| Media Pembelajaran | Alat bantu visual atau interaktif dalam menyampaikan materi | Gambar, video, slide, infografis |
Sederhananya: Modul Ajar adalah “peta besar” yang disusun guru, Materi Pembelajaran adalah “apa yang dipelajari”, Media Pembelajaran adalah “alat bantu menjelaskan”, sedangkan LKPD adalah “apa yang dikerjakan siswa”.
Untuk pembahasan lebih dalam mengenai masing-masing perangkat, guru bisa membaca Cara Membuat Modul Ajar dengan AI dan Cara Membuat Materi Pembelajaran dengan AI.
Apa yang Bisa Dibantu AI dalam Membuat LKPD?
AI paling efektif digunakan untuk mempercepat bagian LKPD yang paling menyita waktu berpikir, yaitu merumuskan aktivitas belajar. Secara umum, AI bisa membantu guru untuk:
โ Merumuskan tujuan aktivitas belajar yang jelas dan terukur
โ Menyusun langkah kerja siswa secara berurutan dan mudah diikuti
โ Membuat pertanyaan eksplorasi yang memancing rasa ingin tahu siswa
โ Menyusun bagian refleksi di akhir kegiatan
โ Merancang tugas kelompok atau kolaboratif
โ Membuat beberapa variasi LKPD untuk tingkat kesulitan yang berbeda
Yang tidak bisa digantikan oleh AI adalah validasi konteks: apakah aktivitas tersebut realistis dilakukan dengan alat dan waktu yang tersedia di sekolah, dan apakah tingkat kesulitannya sesuai dengan siswa di kelas tersebut. Bagian ini tetap menjadi tanggung jawab guru sepenuhnya.
Bagaimana Cara Membuat LKPD dengan AI?
Berikut pola lima langkah yang bisa diikuti guru agar hasil LKPD dari AI benar-benar siap dipakai, bukan sekadar draf mentah.
Langkah 1 โ Tentukan tujuan pembelajaran
Sebelum meminta bantuan AI, guru perlu memastikan tujuan pembelajaran atau capaian pembelajaran (CP) yang ingin dicapai melalui aktivitas tersebut. Tanpa tujuan yang jelas, AI hanya akan menghasilkan aktivitas generik yang belum tentu relevan dengan materi yang sedang diajarkan.
Langkah 2 โ Berikan konteks
Sampaikan pada AI konteks kelas: jenjang, mata pelajaran, topik spesifik, jumlah siswa, alat yang tersedia, dan gaya belajar yang ingin ditekankan (misalnya eksperimen, diskusi, atau observasi).
Langkah 3 โ Minta AI membuat aktivitas
Minta AI menyusun aktivitas belajar lengkap dengan langkah kerja, pertanyaan eksplorasi, dan bagian refleksi, berdasarkan konteks yang sudah diberikan.
Langkah 4 โ Sesuaikan dengan karakter siswa
Periksa kembali hasil dari AI dan sesuaikan dengan kondisi nyata siswa: tingkat kesulitan bahasa, waktu pengerjaan, hingga kebutuhan siswa dengan kecepatan belajar berbeda.
Langkah 5 โ Validasi guru
Guru membaca ulang seluruh LKPD, memastikan tidak ada kesalahan konsep, dan memastikan aktivitas benar-benar bisa dilaksanakan di kelas sebelum dibagikan ke siswa.
Contoh Prompt Membuat LKPD dengan AI
Berikut beberapa contoh prompt yang bisa dijadikan titik awal, disesuaikan dengan jenjang dan kebutuhan kelas.
Prompt untuk SD: “Buatkan LKPD untuk siswa kelas 4 SD tentang siklus air, dengan aktivitas pengamatan sederhana, 3 pertanyaan eksplorasi, dan bagian refleksi singkat.”
Prompt untuk SMP: “Buatkan LKPD untuk siswa kelas 8 SMP tentang sistem pencernaan manusia, dengan aktivitas diskusi kelompok, langkah kerja yang runtut, dan pertanyaan analisis sebab-akibat.”
Prompt untuk SMA: “Buatkan LKPD untuk siswa kelas 11 SMA tentang laju reaksi kimia, dengan pendekatan problem solving, dilengkapi data hipotetis dan pertanyaan interpretasi grafik.”
Prompt untuk pembelajaran berdiferensiasi: “Buatkan tiga variasi LKPD tentang teks eksposisi untuk siswa kelas 9 SMP, masing-masing untuk tingkat kesulitan dasar, menengah, dan lanjutan.”
Prompt-prompt di atas hanyalah titik awal. Untuk memahami cara menyusun instruksi yang lebih detail dan efektif agar hasil AI semakin sesuai kebutuhan, guru bisa membaca panduan lengkapnya di Prompt ChatGPT untuk Guru.
Contoh Output AI dalam Membuat LKPD
Agar lebih konkret, berikut gambaran hasil ketika AI diminta membuat LKPD dengan prompt: “Buat LKPD tentang siklus air untuk siswa kelas 4 SD.”
Tujuan: Siswa mampu menjelaskan tahapan siklus air melalui pengamatan sederhana.
Aktivitas: Siswa mengamati gambar/video siklus air, kemudian menyusun urutan tahapan berdasarkan pengamatan tersebut.
Diskusi: Siswa berdiskusi kelompok mengenai apa yang terjadi jika salah satu tahapan siklus air terganggu.
Refleksi: Siswa menuliskan satu hal baru yang mereka pelajari dan satu pertanyaan yang masih ingin mereka ketahui.
Latihan: Siswa melengkapi diagram siklus air yang masih kosong.
Kesimpulan: Siswa merangkum siklus air dalam satu hingga dua kalimat menggunakan kata-katanya sendiri.
Struktur seperti ini bisa menjadi kerangka dasar yang kemudian disesuaikan lagi oleh guru sesuai kondisi kelas masing-masing.
Jenis LKPD yang Bisa Dibuat dengan AI
AI cukup fleksibel digunakan untuk berbagai jenis LKPD, tergantung pendekatan pembelajaran yang ingin ditekankan guru, di antaranya:
- LKPD Eksperimen โ memandu siswa melakukan percobaan sederhana
- LKPD Diskusi โ memandu diskusi kelompok atas suatu isu atau pertanyaan
- LKPD Problem Solving โ mengacu pada pendekatan Problem Based Learning (PBL), memandu siswa memecahkan masalah nyata
- LKPD Proyek โ mengacu pada pendekatan Project Based Learning (PjBL), memandu siswa menyelesaikan proyek kecil
- LKPD Observasi โ memandu siswa mengamati objek, fenomena, atau lingkungan sekitar
- LKPD Refleksi โ berfokus pada proses berpikir siswa setelah suatu kegiatan belajar
- LKPD Inquiry โ memandu siswa menemukan konsep melalui pertanyaan-pertanyaan terarah
Guru bisa meminta AI menyesuaikan jenis LKPD ini dengan pendekatan pembelajaran yang sedang diterapkan di kelas.
Kesalahan Guru saat Membuat LKPD dengan AI
Beberapa kesalahan berikut cukup sering terjadi dan sebaiknya dihindari:
- Langsung menyalin hasil AI tanpa diperiksa. Hasil AI adalah draf awal, bukan produk akhir.
- Aktivitas yang dihasilkan terlalu sulit atau terlalu mudah dibanding kemampuan siswa sebenarnya.
- Tidak sesuai dengan Capaian Pembelajaran (CP). Selalu cocokkan hasil AI dengan Capaian Pembelajaran yang berlaku sebelum digunakan.
- Tidak disesuaikan dengan karakter siswa, misalnya mengabaikan prinsip pembelajaran berpusat pada siswa yang menekankan perbedaan kebutuhan belajar tiap anak.
- Terlalu banyak teks instruksi, sehingga LKPD terasa berat dibaca, terutama untuk siswa jenjang SD.
Kesalahan-kesalahan ini sebagian besar berakar dari satu hal yang sama: minimnya proses validasi sebelum LKPD dibagikan ke siswa. Beberapa riset pelatihan literasi digital guru di Indonesia juga mencatat bahwa tingkat literasi digital guru dalam mengoperasikan platform berbasis AI masih tergolong sedang, sehingga pendampingan dan proses pemeriksaan ulang menjadi sangat penting, bukan sekadar mengandalkan hasil AI begitu saja.
AI Membantu Menyusun Aktivitas, Guru Menentukan Pengalaman Belajar
AI memang mampu menghasilkan langkah-langkah aktivitas dan pertanyaan pemantik dengan cepat, bahkan dalam hitungan detik. Namun ada satu hal yang tidak bisa dilakukan AI: mengetahui kondisi kelas yang sebenarnya.
AI tidak tahu apakah sekolah memiliki alat laboratorium yang memadai untuk aktivitas eksperimen yang disarankannya. AI juga tidak tahu bahwa sebagian siswa di kelas tertentu butuh instruksi yang lebih sederhana, atau bahwa ada siswa yang lebih nyaman belajar melalui gambar dibanding teks panjang. Semua penyesuaian ini hanya bisa dilakukan oleh guru yang memahami kelasnya secara langsung.
Pandangan ini sejalan dengan panduan UNESCO mengenai penggunaan generative AI dalam pendidikan, yang menegaskan bahwa AI generatif seharusnya memperkuat peran pendidik, bukan menggantikannya, dan penggunaannya perlu tetap berpusat pada manusia dengan pengawasan aktif dari guru. Dengan kata lain, AI cukup diandalkan untuk menyusun draf aktivitas, tetapi keputusan akhir soal apakah aktivitas itu benar-benar cocok untuk pengalaman belajar siswa tetap sepenuhnya berada di tangan guru.
Tools AI untuk Membuat LKPD
Berikut beberapa AI yang umum digunakan guru untuk menyusun LKPD, beserta karakteristik singkatnya:
| Tools AI | Karakteristik |
|---|---|
| ChatGPT | Populer, fleksibel untuk berbagai jenis prompt aktivitas belajar |
| Gemini | Terintegrasi dengan ekosistem Google, cocok dipadukan dengan Google Docs/Slides |
| Claude | Kuat dalam menyusun instruksi panjang dan terstruktur secara sistematis |
| Copilot | Terintegrasi dengan Microsoft Office, memudahkan penyuntingan langsung di Word |
Guru tidak perlu terpaku pada satu tools saja โ yang lebih penting adalah kejelasan prompt yang diberikan dan proses validasi setelah hasil diperoleh.
LKPD AI menuju Ekosistem Pembelajaran Digital
Setelah LKPD selesai disusun, langkah berikutnya biasanya adalah bagaimana LKPD tersebut didistribusikan dan digunakan dalam proses belajar yang lebih luas. Di sinilah LKPD berbasis AI mulai terhubung dengan ekosistem pembelajaran digital yang lebih besar.
LKPD digital, misalnya, bisa dibagikan melalui platform e-learning agar siswa bisa mengaksesnya kapan saja. Setelah aktivitas LKPD selesai, hasil belajar siswa juga bisa dievaluasi lebih lanjut melalui ujian online berbasis CBT untuk mengukur pemahaman secara lebih terstruktur.
Selain itu, proses penilaian aktivitas siswa berbasis LKPD juga semakin didukung oleh perkembangan AI Assessment yang membantu guru menilai hasil kerja siswa lebih cepat, serta Learning Analytics yang membantu guru memantau perkembangan belajar siswa dari waktu ke waktu.
FAQ Seputar Cara Membuat LKPD dengan AI
1. Apakah AI bisa membuat LKPD sesuai Kurikulum Merdeka? Bisa, selama guru memberikan konteks Capaian Pembelajaran (CP) dan fase yang sesuai saat menyusun prompt.
2. Apakah hasil LKPD dari AI langsung bisa dipakai di kelas? Sebaiknya tidak langsung dipakai. Hasil AI perlu diperiksa dan disesuaikan dulu dengan kondisi kelas sebelum dibagikan ke siswa.
3. AI apa yang paling cocok untuk membuat LKPD? Tidak ada satu AI yang mutlak paling baik. ChatGPT, Gemini, Claude, dan Copilot masing-masing bisa digunakan, tergantung kenyamanan dan ekosistem kerja guru.
4. Apakah AI bisa membuat LKPD untuk pembelajaran berdiferensiasi? Bisa. Guru tinggal meminta AI membuat beberapa variasi LKPD dengan tingkat kesulitan berbeda dalam satu prompt.
5. Apakah menggunakan AI untuk membuat LKPD dianggap tidak profesional? Tidak. AI di sini berperan sebagai alat bantu untuk mempercepat penyusunan draf, sementara keputusan akhir dan kualitas pembelajaran tetap ditentukan oleh guru.
6. Berapa lama waktu yang bisa dihemat dengan membuat LKPD menggunakan AI? Bervariasi tergantung kompleksitas materi, tetapi secara umum proses penyusunan draf awal bisa jauh lebih singkat dibanding menyusun dari nol secara manual.
7. Apakah LKPD dari AI aman digunakan untuk semua jenjang, termasuk SD? Aman digunakan sebagai draf, namun untuk jenjang SD guru perlu lebih memperhatikan kesederhanaan bahasa dan instruksi sebelum LKPD dibagikan ke siswa.
8. Apa bedanya membuat LKPD dengan AI dan membuat modul ajar dengan AI? LKPD berfokus pada aktivitas yang dikerjakan siswa, sedangkan modul ajar adalah rencana pembelajaran yang lebih menyeluruh dari sudut pandang guru. Pembahasan lengkapnya ada di Cara Membuat Modul Ajar dengan AI.
Referensi
- Kemendikdasmen. (2025). Aturan Baru Beban Kerja Guru, Berlaku Mulai Ajaran Baru. Diakses melalui detik.com.
- OECD. (2024). TALIS 2024 Results. Organisation for Economic Co-operation and Development.
- UNESCO โ Miao, F., & Holmes, W. (2023). Guidance for Generative AI in Education and Research. Paris: UNESCO Publishing.
- Kemendikbudristek. Data jumlah guru tahun ajaran 2023/2024.
- Winarti, Nurfajriani, & Simorangkir, M. (2024). Pengembangan e-LKPD Kimia Berbasis Problem Based Learning Pada Materi Laju Reaksi Sesuai Kurikulum Merdeka. Didaktika: Jurnal Kependidikan, 13(2), 2241โ2252.
- Nurdianah, L. (2024). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Multiple Intelligences dalam Pembelajaran Kurikulum Merdeka. Dirasah: Jurnal Studi Ilmu dan Manajemen Pendidikan Islam, 7(2), 560โ571.
- Zulkifli. (2023), sebagaimana dikutip dalam Madaniya, Vol. 6, No. 1, Februari 2025 โ mengenai dampak LKPD berbasis Kurikulum Merdeka terhadap kemampuan penelitian, kolaborasi, dan penyelesaian masalah siswa.
