ANBK Adalah? Pengertian, Sistem, Cara Kerja, dan Arsitektur Teknisnya dalam Asesmen Pendidikan Indonesia (2026)

Di Indonesia, istilah ANBK sering dipakai untuk menyebut ujian berbasis komputer di sekolah. Padahal secara teknis, ANBK bukan nama ujian, melainkan sistem yang menjalankan berbagai instrumen asesmen pendidikan. Kesalahpahaman inilah yang membuat banyak orang mengira ANBK telah dihapus ketika TKA diperkenalkan pada 2026 โ padahal yang berubah hanyalah instrumennya, bukan sistemnya.
Artikel ini membahas ANBK murni dari sisi itu: sebagai sistem. Bagaimana arsitekturnya tersusun, bagaimana server dan client saling terhubung, apa itu CBTSync dan Exambrowser, sampai kesalahan teknis apa saja yang paling sering terjadi di lapangan. Kalau yang kamu cari adalah perbandingan konsep antara TKA, AN, dan ANBK, pembahasan itu sudah tuntas di artikel Perbedaan TKA, AN, dan ANBK. Untuk gambaran besar kebijakan TKA dan AN 2026 secara keseluruhan, kamu juga bisa membaca pillar artikel TKA SMA 2026 dan AN 2026.
Apa Itu ANBK? Definisi Resmi
ANBK (Asesmen Nasional Berbasis Komputer) adalah sistem pelaksanaan asesmen pendidikan berbasis komputer yang digunakan Kemendikdasmen untuk menyelenggarakan berbagai instrumen asesmen secara digital di sekolah. ANBK bukan nama ujian, melainkan sistem yang mencakup portal, server, aplikasi sinkronisasi, jaringan, dan aplikasi ujian yang digunakan selama pelaksanaan asesmen.
Instrumen yang dijalankan di atas sistem ini โ AKM, Survei Karakter, Sulingjar, dan sejak 2026 juga TKA serta AN yang terintegrasi โ bukanlah ANBK itu sendiri, melainkan “isi” yang diselenggarakan menggunakan sistem ANBK. Dasar regulasi pelaksanaannya pada 2026 mengacu pada Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 dan Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan TKA dan AN.
Sepanjang artikel ini, istilah “sistem” dipakai konsisten sebagai definisi utama. Istilah lain seperti platform, moda, atau infrastruktur hanya menjelaskan sisi sistem tersebut โ bukan definisi alternatif.
Sejarah Singkat: Dari UNBK ke ANBK
Sistem ujian berbasis komputer di Indonesia berevolusi dari Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang dirintis sejak 2014, lalu bertransformasi menjadi ANBK sejak 2021 setelah Ujian Nasional dihapuskan. Sejak saat itu, sistem ANBK menjadi fondasi teknis yang dipakai berulang setiap tahun, meski instrumen yang berjalan di atasnya terus berubah mengikuti kebijakan โ termasuk integrasi TKA dan AN mulai 2026.
Pembahasan lengkap sejarah dan latar belakang masing-masing instrumen sudah dibahas di TKA Adalah dan Perbedaannya dengan Ujian Nasional dan Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, dan Instrumennya. Yang perlu digarisbawahi di sini hanya satu: sistem teknisnya tetap sama โ ANBK.
Apakah ANBK Masih Ada?
Ya, ANBK masih ada. Yang berubah bukan sistemnya, melainkan nama instrumen resmi yang dijalankan di atasnya โ dari AKM dan AN saja, menjadi TKA dan AN yang terintegrasi mulai 2026. Mekanisme login, sinkronisasi server, token, dan aplikasi ujian yang dipakai tetap mengikuti arsitektur sistem ANBK yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya.
Mengapa ANBK Tidak Diganti Namanya?
Pertama, ANBK sudah terlanjur menjadi istilah publik selama bertahun-tahun (2021โ2026). Guru, orang tua, siswa, operator sekolah, bahkan media, sudah terbiasa menyebut seluruh rangkaian asesmen berbasis komputer dengan satu kata: ANBK.
Kedua, secara teknis tidak ada alasan mengganti nama sistemnya, karena arsitektur intinya โ server, client, sinkronisasi, token, browser ujian โ tidak berubah signifikan meski instrumen di atasnya berganti nama.
Ketiga, beberapa domain dan portal daerah masih menggunakan penamaan “ANBK” sebagai identitas layanan, sehingga istilah ini tetap hidup secara institusional, bukan cuma kebiasaan masyarakat.
Apa Fungsi ANBK?
Fungsi ANBK perlu dilihat murni dari sisi sistem, bukan dari sisi instrumen yang dijalankan di atasnya:
- Sebagai wadah teknis pelaksanaan asesmen โ menyediakan infrastruktur (server, aplikasi client, mekanisme login) agar berbagai jenis asesmen bisa dijalankan seragam di seluruh Indonesia.
- Digitalisasi proses asesmen โ dari distribusi soal, pengumpulan jawaban, hingga pengolahan data, semuanya berjalan digital, menggantikan sistem kertas yang lambat dan rawan kesalahan.
- Menjaga keamanan data ujian โ mekanisme token, ID proktor unik, dan sinkronisasi terenkripsi mencegah kebocoran soal dan manipulasi jawaban.
- Efisiensi biaya dan waktu โ sekolah tidak perlu mencetak lembar soal massal, dan hasil bisa diproses jauh lebih cepat.
- Standardisasi pelaksanaan nasional โ seluruh sekolah menjalankan asesmen dengan prosedur teknis identik, sehingga hasilnya bisa dibandingkan secara adil.
Komponen Sistem ANBK
Berikut komponen inti yang membentuk sistem ANBK beserta fungsinya masing-masing:
| Komponen | Fungsi |
|---|---|
| Portal ANBK | Gerbang pendataan sekolah, pengunduhan ID Proktor, dan informasi jadwal |
| CBTSync | Aplikasi sinkronisasi antara server sekolah dan server pusat |
| VHD (Virtual Hard Disk) | Media penyimpanan data ujian lokal untuk moda semi-online |
| Server sekolah | Komputer proktor sebagai pusat data lokal |
| Jaringan LAN | Menghubungkan server dengan seluruh komputer client |
| Client | Komputer yang digunakan peserta mengerjakan soal |
| Exambrowser | Aplikasi ujian terkunci yang berjalan di komputer client |
| Token | Kode autentikasi unik per sesi untuk membuka akses soal |
| Upload | Proses pengiriman hasil jawaban dari server sekolah ke server pusat |
| Pusmendik | Pengolahan dan scoring data di tingkat nasional |
| Output | Hasil akhir berupa sertifikat individu (TKA) atau Rapor Pendidikan (AN, Sulingjar) |
Arsitektur Sistem ANBK dalam Satu Gambar
Kalau seluruh komponen di atas disusun sebagai satu alur end-to-end, dari kebijakan hingga hasil akhir, bentuknya seperti ini:
Kemendikdasmen โ Portal ANBK โ CBTSync โ Server Sekolah โ LAN โ Client โ Peserta โ Upload โ Pusmendik โ Output โ TKA / Rapor Pendidikan
Alur inilah yang membedakan ANBK dari sekadar “aplikasi ujian online” biasa โ ada lapisan sinkronisasi server-client berlapis yang dirancang agar tetap bisa berjalan stabil meski koneksi internet sekolah terbatas. Visualisasi lengkap arsitektur ini akan ditampilkan dalam bentuk infografis pada bagian akhir artikel.
Moda Pelaksanaan ANBK: Online, Semi-Online, dan Offline
Sistem ANBK dirancang mendukung tiga moda pelaksanaan, disesuaikan dengan kesiapan infrastruktur jaringan sekolah:
- Moda online (daring penuh). Client terhubung langsung ke server pusat melalui internet sepanjang sesi ujian. Cocok untuk sekolah dengan koneksi internet stabil dan bandwidth memadai.
- Moda semi-online (semi-daring). Internet hanya dibutuhkan saat sinkronisasi awal (patching VHD dan pengunduhan soal via CBTSync). Setelah data tersinkron ke server sekolah, pelaksanaan ujian berjalan melalui jaringan LAN lokal tanpa bergantung pada internet real-time. Moda ini paling banyak dipakai sekolah dengan koneksi internet terbatas.
- Moda offline penuh (menumpang/kolaborasi). Untuk sekolah yang belum memiliki infrastruktur memadai, pelaksanaan bisa dilakukan dengan menumpang ke sekolah lain yang sudah memiliki server dan jaringan siap pakai.
Pemilihan moda ditentukan sekolah berdasarkan hasil pemetaan kesiapan infrastruktur sebelum masa pendataan dimulai.
Bagaimana Cara Kerja ANBK? (Alur Teknis Lengkap)
Menyatukan komponen, arsitektur, dan moda di atas, berikut alur kerja sistem ANBK dari awal hingga akhir:
- Sumber data peserta โ seluruh data siswa, guru, dan kepala sekolah diambil dari Dapodik untuk sekolah umum atau EMIS untuk madrasah.
- Pendataan dan registrasi โ sekolah memvalidasi calon peserta melalui portal resmi.
- Persiapan server dan client โ proktor mengunduh ID Proktor dan password CBTSync, lalu menyiapkan komputer server dan seluruh komputer client.
- Sinkronisasi (patching) โ proktor menjalankan CBTSync untuk mengunduh soal, token, dan data peserta dari server pusat; untuk moda semi-online, proses ini memakai file VHD yang di-patch ke versi terbaru.
- Pelaksanaan ujian โ peserta login lewat Exambrowser Client menggunakan token dari proktor; server dan client berkomunikasi via jaringan lokal.
- Upload jawaban โ hasil jawaban dikumpulkan ke server sekolah, lalu diunggah kembali ke server pusat.
- Pengolahan dan scoring โ dilakukan oleh Pusmendik di tingkat nasional.
- Output hasil โ diterjemahkan menjadi laporan sesuai jenis instrumen: sertifikat/laporan individu untuk TKA, atau Rapor Pendidikan untuk AN dan Sulingjar.
Kesalahan yang Paling Sering Terjadi Saat Pelaksanaan ANBK
Berdasarkan pola kendala yang berulang di lapangan, berikut kesalahan teknis yang paling sering dialami proktor dan teknisi โ sekaligus paling jarang dibahas tuntas di artikel lain:
- Lupa melakukan patching VHD ke versi terbaru sebelum sinkronisasi, sehingga proses gagal terus-menerus.
- Salah memasukkan token atau ID Proktor, termasuk mengganti ID Proktor di mesin yang sudah berhasil sinkron โ sesuatu yang sangat dilarang karena bisa membuat data kacau dan harus setup ulang.
- Sinkronisasi gagal karena koneksi internet tidak stabil, misalnya memakai hotspot yang otomatis terputus saat proses berjalan.
- Antivirus atau firewall aktif yang tanpa disadari memblokir proses patching CBTSync.
- Waktu di server tidak sinkron dengan waktu server pusat, yang bisa memicu kegagalan validasi saat sesi dibuka.
- Client tidak berada dalam satu subnet jaringan dengan server, sehingga komputer peserta tidak terdeteksi oleh sistem proktor.
- Menyinkronkan menggunakan PC/laptop yang bukan mesin resmi yang akan dipakai saat pelaksanaan, bukan komputer proktor yang sebenarnya.
- Tidak menyiapkan cadangan daya (UPS), sehingga sesi terganggu ketika listrik padam mendadak.
Sebagian besar kendala ini sebenarnya bisa dicegah lewat simulasi dan gladi bersih sebelum hari pelaksanaan โ bukan diselesaikan mendadak di hari-H.
Siapa yang Terlibat dalam ANBK?
- Operator sekolah โ bertanggung jawab atas pendataan peserta, pemutakhiran data di Dapodik/EMIS, serta pencetakan kartu login.
- Proktor โ mengoperasikan komputer server, melakukan sinkronisasi, dan mengawasi jalannya sesi ujian dari sisi teknis.
- Teknisi โ menangani jaringan, instalasi aplikasi, dan troubleshooting kendala perangkat.
- Guru โ pengawas ruang ujian, juga turut mengisi instrumen seperti Sulingjar.
- Kepala sekolah โ memastikan kesiapan sarana-prasarana sekolah.
- Siswa โ peserta utama pelaksanaan asesmen.
- Dinas Pendidikan โ koordinasi dan pengawasan di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.
- Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) dan Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM) โ merancang kebijakan, kerangka soal, dan pedoman teknis di tingkat nasional.
Perangkat yang Digunakan dalam Pelaksanaan ANBK
- Server (komputer proktor) โ menjalankan CBTSync untuk sinkronisasi data dengan pusat.
- Client (komputer peserta) โ tempat siswa mengerjakan soal via Exambrowser.
- Jaringan LAN sekolah โ menghubungkan server dan seluruh client dalam satu ruangan/laboratorium.
- Koneksi internet โ dibutuhkan terutama saat sinkronisasi.
- UPS (Uninterruptible Power Supply) โ cadangan daya agar sesi ujian tidak terganggu saat listrik padam.
- VHD โ file sistem virtual untuk moda semi-online.
Portal Resmi ANBK
- Portal utama TKA di tka.kemendikdasmen.go.id โ pendataan, simulasi, dan akun proktor.
- Portal ANBK โ kini bertransisi mengikuti domain Kemendikdasmen, dipakai juga untuk layanan asesmen berbasis komputer lain seperti Olimpiade Sains Nasional tingkat sekolah.
- Portal Sulingjar di surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id โ khusus pengisian Survei Lingkungan Belajar.
- Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) di pusmendik.kemendikdasmen.go.id โ kanal informasi resmi kebijakan asesmen nasional.
Login ke portal-portal ini umumnya membutuhkan kombinasi NPSN, ID Proktor/token, dan/atau NIK sesuai data Dapodik/EMIS yang tervalidasi.
Hubungan ANBK dengan TKA dan AN (Singkat)
Agar tidak tumpang tindih dengan artikel pembanding, cukup satu kalimat kunci: ANBK adalah sistem yang menjalankan TKA dan AN, dua instrumen yang sejak 2026 dilaksanakan dalam satu rangkaian terintegrasi di atas infrastruktur teknis yang sama.
Untuk pembahasan lengkap soal perbedaan konsep, tujuan, dan output masing-masing instrumen, silakan baca Perbedaan TKA, AN, dan ANBK.
Mitos vs Fakta Seputar ANBK
| Mitos | Fakta |
|---|---|
| ANBK sudah dihapus total | Sistemnya masih dipakai; yang berubah hanya nama instrumen resminya (TKA dan AN) |
| ANBK adalah nama sebuah aplikasi tunggal | ANBK adalah gabungan beberapa komponen (CBTSync, Exambrowser, portal) yang bekerja bersama |
| ANBK sama persis dengan Asesmen Nasional | AN hanyalah salah satu instrumen yang berjalan di atas sistem ANBK |
| ANBK sama dengan TKA | TKA adalah instrumen penilaian individu; ANBK adalah sistem pelaksanaannya |
| ANBK wajib pakai internet sepanjang ujian | Pada moda semi-online, internet hanya dibutuhkan saat sinkronisasi |
| ANBK bisa dikerjakan pakai HP bebas | ANBK dirancang untuk komputer/laptop dengan Exambrowser, bukan sembarang perangkat |
| ANBK dan UNBK adalah sistem yang sama persis | UNBK adalah pendahulu ANBK untuk Ujian Nasional; ANBK dikembangkan khusus untuk Asesmen Nasional dengan mekanisme sampel, bukan penentu kelulusan |
FAQ Seputar ANBK
1. Apakah ANBK itu aplikasi? Bukan aplikasi tunggal, melainkan sistem yang terdiri dari beberapa komponen seperti CBTSync dan Exambrowser.
2. Apakah ANBK masih ada di tahun 2026? Masih ada. Yang berubah adalah nama instrumen resmi (TKA dan AN) yang berjalan di atasnya.
3. Apakah ANBK bisa dikerjakan menggunakan HP? Secara umum tidak. ANBK dirancang untuk komputer/laptop dengan Exambrowser demi menjaga keamanan ujian.
4. Apakah ANBK wajib menggunakan internet sepanjang pelaksanaan? Tidak selalu. Pada moda semi-online, internet hanya dibutuhkan saat sinkronisasi.
5. Apa beda ANBK dan CBT pada umumnya? ANBK adalah CBT yang dirancang khusus dengan mekanisme sinkronisasi server pusat-sekolah, token unik, dan pengawasan proktor, berbeda dari CBT komersial biasa.
6. Apa beda ANBK dan UNBK? UNBK adalah sistem ujian berbasis komputer untuk Ujian Nasional yang menentukan kelulusan, dan sudah dihentikan sejak 2021. ANBK dikembangkan untuk Asesmen Nasional yang berbasis sampel dan tidak menentukan kelulusan individu.
7. Apa browser resmi yang digunakan dalam ANBK? Aplikasi Exambrowser, baik versi client untuk peserta maupun versi admin/proktor.
8. Apa portal resmi untuk mengakses ANBK? Di antaranya tka.kemendikdasmen.go.id untuk TKA, surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id untuk Sulingjar, dan portal ANBK Kemendikdasmen untuk layanan teknis lain.
9. Siapa yang bertugas sebagai proktor ANBK? Guru atau staf sekolah yang ditunjuk dan telah mendapatkan ID Proktor serta password CBTSync dari portal resmi.
10. Apa fungsi VHD dalam ANBK? File sistem virtual yang dipakai pada moda semi-online agar aplikasi ujian bisa berjalan tanpa harus terus terhubung ke internet.
11. Apakah semua sekolah wajib pakai moda semi-online? Tidak. Sekolah bisa memilih moda online penuh, semi-online, atau offline (menumpang), sesuai kesiapan infrastruktur.
12. Apa itu CBTSync? Aplikasi yang dipakai proktor untuk sinkronisasi data soal, token, dan peserta antara server sekolah dan server pusat.
13. Apa itu patching dalam ANBK? Proses memperbarui file VHD ke versi terbaru sebelum digunakan untuk sinkronisasi, agar kompatibel dengan sistem server pusat.
14. Apa beda server dan client dalam sistem ANBK? Server adalah komputer proktor yang menjadi pusat data lokal sekolah; client adalah komputer yang dipakai peserta mengerjakan soal, terhubung ke server melalui jaringan LAN.
15. Apakah hasil ANBK menentukan kelulusan siswa? Untuk instrumen AN dan Sulingjar, tidak โ sifatnya evaluasi mutu sistem berbasis sampel. Untuk TKA, hasil berupa laporan capaian akademik individu yang bersifat sukarela.
16. Kenapa istilah ANBK masih dipakai meski sudah ada TKA dan AN? Karena arsitektur teknisnya tetap sama seperti sebelumnya, sehingga masyarakat tetap terbiasa menyebutnya ANBK meski instrumen resminya berganti nama.
17. Apakah data peserta ANBK diambil dari mana? Dari Dapodik untuk sekolah umum, atau EMIS untuk madrasah, yang harus dimutakhirkan dan divalidasi sebelum pelaksanaan.
18. Apa yang terjadi jika sinkronisasi ANBK gagal? Proktor dan teknisi biasanya mengulang proses patching CBTSync, memastikan koneksi internet stabil, dan menonaktifkan sementara antivirus yang bisa mengganggu proses sinkronisasi.
19. Apakah siswa perlu akun pribadi untuk ANBK? Tidak. Akses menggunakan token yang diberikan proktor saat sesi ujian berlangsung.
20. Apa peran teknisi dalam pelaksanaan ANBK? Menyiapkan jaringan LAN, instalasi aplikasi, dan menangani kendala teknis perangkat selama simulasi maupun pelaksanaan.
21. Apakah ANBK memerlukan UPS? Sangat disarankan, karena pemadaman listrik mendadak berisiko mengganggu proses sinkronisasi maupun sesi ujian.
22. Apa hubungan ANBK dengan Rapor Pendidikan? Hasil instrumen yang dijalankan di atas sistem ANBK โ seperti AN dan Sulingjar โ diolah menjadi bagian dari Rapor Pendidikan untuk perencanaan berbasis data.
23. Apakah ANBK sama untuk semua jenjang pendidikan? Arsitektur teknisnya sama, namun jadwal, materi, dan jenjang peserta disesuaikan dengan kebijakan tahun ajaran berjalan.
24. Ke mana harus melapor jika ada kendala teknis saat pelaksanaan? Ke helpdesk Asesmen Nasional melalui operator satuan pendidikan atau dinas pendidikan setempat.
25. Apakah hasil ANBK bisa diakses oleh orang tua? Untuk hasil TKA yang bersifat individu, laporan capaian bisa diakses murid dan orang tua setelah proses pengolahan selesai.
26. Apakah ANBK wajib diikuti semua sekolah? Sistem pelaksanaannya bersifat wajib digunakan sekolah yang menyelenggarakan AN dan/atau TKA sesuai jadwal resmi; namun kepesertaan siswa pada TKA sendiri bersifat sukarela.
27. Apakah sekolah swasta ikut ANBK? Ya. Sekolah negeri maupun swasta pada jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat sama-sama menggunakan sistem ANBK untuk pelaksanaan asesmen.
28. Apakah madrasah ikut ANBK? Ya, madrasah di bawah Kementerian Agama juga menggunakan sistem berbasis komputer yang sama, dengan sumber data peserta dari EMIS.
29. Apakah ANBK bisa dilaksanakan tanpa internet sama sekali? Tidak sepenuhnya. Internet tetap dibutuhkan minimal saat proses sinkronisasi awal, meski pelaksanaan ujian pada moda semi-online bisa berjalan offline setelahnya.
30. Apa yang membedakan ANBK dari sekadar aplikasi ujian online biasa? Adanya lapisan sinkronisasi server-client berlapis (CBTSync, VHD, token unik) yang dirancang khusus agar tetap bisa berjalan stabil meski koneksi internet sekolah terbatas โ sesuatu yang tidak dimiliki aplikasi CBT komersial pada umumnya.
Kesimpulan
ANBK adalah sistem pelaksanaan asesmen pendidikan berbasis komputer โ bukan nama sebuah ujian. Ia adalah gabungan komponen teknis (portal, CBTSync, VHD, server, client, Exambrowser, token) yang menjadi fondasi pelaksanaan berbagai instrumen asesmen di Indonesia, dari AKM dan Survei Karakter di era sebelumnya, hingga TKA dan AN yang terintegrasi mulai 2026.
Memahami ANBK sebagai sistem membuat semuanya jadi masuk akal: mengapa istilahnya tetap bertahan, bagaimana arsitektur teknisnya bekerja, dan mengapa ia terus jadi fondasi asesmen nasional meski instrumen di atasnya terus berubah mengikuti kebijakan.
Baca Juga (Cluster Asesmen Nasional)
- TKA SMA 2026 dan AN 2026 โ artikel pilar
- Perbedaan TKA, AN, dan ANBK
- TKA Adalah dan Perbedaannya dengan Ujian Nasional
- Asesmen Nasional: Pengertian, Tujuan, dan Instrumennya
- ANBK Adalah: Pengertian dan Fungsinya
- Jadwal TKA SMA/SMK 2026 Lengkap
- Sulingjar 2026
- Persiapan Sekolah Menghadapi TKA 2026: Checklist Operator, Guru, Proktor, Kepala Sekolah
Catatan: jika ke depan Anda membuat artikel glosarium teknis terpisah untuk istilah seperti CBTSync, Exambrowser, VHD, Token, Proktor, atau Operator, tabel “Komponen Sistem ANBK” dan bagian “Kesalahan yang Paling Sering Terjadi” di atas adalah tempat paling relevan untuk menyisipkan link tersebut โ dan FAQ teknis terkait bisa dipadatkan menjadi satu paragraf yang mengarah ke artikel glosarium tersebut.

Referensi
- Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) โ kemendikdasmen.go.id
- Pusat Asesmen Pendidikan (Pusmendik) Kemendikdasmen โ pusmendik.kemendikdasmen.go.id
- Portal Tes Kemampuan Akademik (TKA) โ tka.kemendikdasmen.go.id
- Portal ANBK Kemendikdasmen โ anbk.kemendikdasmen.go.id
- Portal Survei Lingkungan Belajar โ surveilingkunganbelajar.kemendikdasmen.go.id
- Pusat Informasi Rumah Pendidikan Kemendikdasmen โ pusatinformasi.rumahpendidikan.kemendikdasmen.go.id
- Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Permendikbudristek Nomor 17 Tahun 2021 tentang Asesmen Nasional
- Kepmendikdasmen Nomor 56 Tahun 2026 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik dan Asesmen Nasional
- Medcom.id โ “Kemendikdasmen Hapus AN pada 2026, Diintegrasikan dalam TKA”
- BBPMP Provinsi Jawa Timur โ “Tahun 2026 Bakal Jadi Titik Awal Perubahan di Sistem Penilaian Pendidikan di Indonesia”
- Digital Education Indonesia โ “Jadwal TKA dan Sulingjar SMA/SMK 2026 (Pengganti ANBK)”
- Detik.com โ “Survei Lingkungan Belajar (Sulingjar) 2026: Jadwal, Tata Cara, dan Ketentuannya”
- Panduan teknis sinkronisasi VHD/CBTSync ANBK dan TKA (berbagai petunjuk teknis satuan pendidikan, 2021โ2025)