Nilai Akreditasi Sekolah: Komponen Penilaian dan Cara Menghitungnya

Dua sekolah sama-sama mengantongi akreditasi B. Tapi kalau ditelusuri lebih dalam, kekuatan keduanya bisa sangat berbeda — sekolah pertama unggul dalam kepemimpinan kepala sekolah dan pengelolaan kurikulum, sementara sekolah kedua justru menonjol pada iklim belajar yang inklusif dan hasil belajar murid. Kenapa bisa begitu? Karena nilai akreditasi bukan angka tunggal yang jatuh dari langit, melainkan hasil gabungan dari beberapa komponen kinerja yang dinilai satu per satu oleh asesor Badan Akreditasi Nasional PAUD, Dikdas, dan Dikmen (BAN-PDM).
Singkatnya, nilai akreditasi sekolah adalah hasil agregasi penilaian atas beberapa area kinerja sekolah/madrasah, yang kemudian dikonversi menjadi satu nilai akhir dalam skala 0–100 dan diterjemahkan menjadi peringkat A, B, C, atau Tidak Terakreditasi (TT). Artikel ini akan membongkar apa saja komponen yang dinilai, dan bagaimana proses di baliknya sampai menghasilkan angka yang tertera di sertifikat akreditasi sekolah.

