9 Tahun Perjalanan Ujian Berbasis Komputer di Indonesia: dari UNBK hingga TKA

Ilustrasi Perjalanan Ujian Berbasis Komputer di Indonesia - ujian berbasis komputer di Indonesia

Bayangkan sebuah ruang kelas SMP di tahun 2015. Hanya segelintir sekolah di Indonesia yang berani mencoba sesuatu yang baru: mengganti lembar jawaban komputer (LJK) dan pensil 2B dengan layar monitor. Tahun itu, hanya 556 sekolah di seluruh negeri yang ikut serta dalam rintisan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Sembilan tahun kemudian, ujian berbasis komputer bukan lagi eksperimen — ia menjadi standar nasional, dengan nama dan wajah baru: Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Faktanya sederhana namun signifikan: Ujian Nasional dalam bentuk lamanya sudah tidak ada lagi. Sejak 2021, ia digantikan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK), dan kini pada 2025-2026, hadir TKA serta TPA (Tes Potensi Akademik) yang mewajibkan seluruh jenjang pendidikan — dari SD hingga SMA/SMK — menjalankan evaluasi akademik sepenuhnya lewat komputer, tanpa pengecualian.

Perjalanan dari UNBK ke TKA ini jarang diceritakan sebagai satu kesatuan. Kebanyakan artikel membahasnya terpisah-pisah: ada yang fokus ke sejarah UNBK, ada yang membahas ANBK, ada pula yang hanya menyoroti kebijakan TKA terbaru tanpa konteks. Padahal, ketika data-data ini dirangkai jadi satu garis waktu, terlihat jelas pola yang menarik — sebuah transformasi sistem pendidikan yang berjalan jauh lebih cepat daripada yang banyak orang sadari.

Read More

Sudah 5 Kali Ikut PPPK Guru Tapi Belum Lolos? Mungkin Ini yang Selama Ini Terlewat

Tips lolos seleksi PPPK

Setiap tahun, ribuan guru honorer yang sudah mengabdi bertahun-tahun harus pulang dengan tangan kosong setelah pengumuman PPPK. Bukan karena mereka tidak layak. Bukan karena mereka tidak pintar. Tapi karena cara mereka mempersiapkan diri salah dari awal.

Artikel ini tidak akan mengulang tips generik yang sudah Anda baca di mana-mana: “belajar yang rajin,” “siapkan dokumen,” “latihan soal.” Semua orang sudah tahu itu. Yang akan kita bahas di sini adalah hal-hal spesifik yang justru sering diabaikan — dan seringkali menjadi penentu antara lolos dan tidak lolos seleksi PPPK guru 2025.

Read More

TKA (Tes Kemampuan Akademik): Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Bedanya dengan UN, AN, serta ANBK

Ilustrasi TKA (Tes Kemampuan Akademik): Pengertian, Sejarah, Fungsi, dan Bedanya dengan UN, AN, serta ANBK

Tes Kemampuan Akademik (TKA) adalah asesmen nasional yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengukur capaian akademik individu murid. Berbeda dengan Ujian Nasional (UN) yang dulu menentukan kelulusan, TKA tidak menentukan kelulusan dan bersifat sukarela. Mulai 2025, TKA menjadi bagian penting dalam sistem evaluasi pendidikan Indonesia karena hasilnya dapat digunakan sebagai salah satu pertimbangan seleksi akademik — misalnya SNBP — dan diterbitkan dalam bentuk Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dimiliki setiap peserta.

Singkatnya: TKA lahir untuk menjawab pertanyaan yang selama ini tidak bisa dijawab UN maupun Asesmen Nasional (AN) sekaligus — seberapa baik capaian akademik setiap murid, secara adil dan terstandar, tanpa mengembalikan tekanan “lulus atau tidak lulus” seperti era UN.

Read More

Kokurikuler Adalah: Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, dan Contoh Kegiatan Lengkap

Hero artikel Kokurikuler Adalah: Pengertian, Dasar Hukum, Tujuan, dan Contoh Kegiatan Lengkap

Kokurikuler adalah kegiatan pembelajaran yang dilaksanakan untuk penguatan, pendalaman, dan/atau pengayaan kegiatan intrakurikuler dalam rangka pengembangan kompetensi murid, terutama penguatan karakter, sebagaimana diatur dalam Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025. Kegiatan ini bukan pelengkap yang berdiri sendiri, melainkan bagian resmi dari struktur Kurikulum Merdeka yang duduk sejajar dengan intrakurikuler.

Regulasi terbaru ini menggantikan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 dan membawa sejumlah penyesuaian penting — mulai dari bentuk kegiatan, istilah kompetensi yang dituju, hingga cara penilaiannya. Bagi guru, kepala sekolah, dan mahasiswa PPG, memahami perubahan ini menjadi krusial karena langsung memengaruhi cara menyusun jadwal, modul, dan rapor. Artikel ini membahas semuanya secara lengkap dan runtut.

Read More

Transformasi Belajar Siswa dengan Metode 3B (Belajar, Berlatih, Bertanding)

Ilustrasi - Transformasi Belajar Siswa dengan Metode 3B (Belajar, Berlatih, Bertanding)

Di era digital ini, pendidikan dituntut untuk beradaptasi dengan cepat. Metode belajar konvensional saja tidak lagi cukup untuk mempersiapkan siswa menghadapi kompleksitas ujian dan tantangan masa depan. Sekolah membutuhkan sebuah platform yang tidak hanya memfasilitasi ujian online, tetapi juga mendukung proses pembelajaran yang holistik.

Baca Juga:

Di sinilah e-ujian.id hadir sebagai solusi. Lebih dari sekadar aplikasi ujian digital, e-ujian.id telah memposisikan diri sebagai Platform Digital Sekolah Terlengkap di Indonesia yang berfokus pada metode paling efektif: 3B (Belajar, Berlatih, Bertanding).

Read More